sign up SIGN UP

Memahami Makna Joy of Missing Out alias JOMO: Hidup Bukan Perlombaan Mengikuti Tren di Medsos

Nadya Quamila | Beautynesia
Senin, 25 Jul 2022 17:00 WIB
Memahami Makna Joy of Missing Out alias JOMO: Hidup Bukan Perlombaan Mengikuti Tren di Medsos
caption
Jakarta -

Beauties, apa hal pertama yang kamu lakukan saat bangun pagi? Atau apa hal paling terakhir yang kamu lakukan sebelum tidur? Meski tak semua, namun kebanyakan orang pasti akan menjawabnya dengan 'mengecek media sosial'.

Media sosial kini sudah menjadi bagian dari kehidupan hampir sebagian orang. Derasnya arus informasi, di mana hampir setiap detik ada saja berita atau kabar terbaru, membuat orang berlomba-lomba untuk mengecek ponselnya. Entah sekadar penasaran dan ingin tahu, tidak ingin ketinggalan kabar terbaru, atau tidak ingin ketinggalan tren yang sedang viral dan menjadi 'si paling up to date'.

Jika rasa ingin tahu tersebut berada dalam kadar yang tepat, mungkin tidak akan membuat kamu merasa harus mengecek media sosial setiap saat. Namun, apa yang terjadi jika kamu seakan-akan terobsesi dengan kabar terbaru, tidak ingin tertinggal dengan tren serta hal viral? Bisa jadi kamu mengalami yang namanya fear of missing out alias FOMO.

Ingin Jadi 'Si Paling Update', Kenali Apa Itu FOMO dan Dampaknya

Close up of a depressed Caucasian young woman sitting at home, reading some bad news on her smart phone, feeling sad and worriedIlustrasi bermain media sosial/ Foto: Getty Images/Ivan Pantic

FOMO adalah perasaan takut tertinggal atau tidak up to date terkait kabar atau tren yang beredar di luar sana, biasanya mengacu pada hal viral dan tren di media sosial. Fenomena FOMO ini kebanyakan terjadi di kalangan anak muda, dan salah satu penyebab yang berperan besar adalah hadirnya media sosial. 

Media sosial memberikan ruang dan kesempatan bagi siapa pun untuk mengekspresikan diri mereka. Tentu bukan hal yang buruk jika dapat digunakan dengan bijaksana. Namun akan menjadi masalah jika penggunanya merasa 'tertinggal' dan membandingkan kehidupannya dengan orang lain yang dilihatnya di media sosial.

Pada akhirnya, tak sedikit yang menganggap hidup sebagai ajang 'perlombaan' dan berusaha untuk terus mengikuti tren yang sedang viral. Selain melelahkan, jika rasa FOMO ini tidak dikendalikan, bisa merugikan kesehatan fisik dan mental, seperti perubahan suasana hati drastis, kesepian, merasa tidak memiliki harga diri, hingga menyebabkan depresi.

Atau lebih parahnya, ketika seseorang begitu terobsesi mengikuti tren yang ada, mereka bisa nekat melakukan hal-hal yang dapat merugikan orang lain. Misalnya demi memiliki baju baru atau smartphone terbaru, mereka rela berutang di saat kemampuan finansial tidak mendukung. 

Beauties, jika kamu sedang berada di fase terobsesi mengikuti tren, mungkin sudah saatnya kamu berkenalan dengan istilah yang berkebalikan dengan FOMO, yaitu JOMO alias joy of missing out.

Memahami Makna JOMO

Ilustrasi perempuan yang menikmati waktuIlustrasi perempuan yang menikmati waktu/ Foto: istockphoto.com/recep-bg

Joy of missing out atau JOMO adalah kebalikan dari FOMO, mengacu pada perasaan positif tentang 'tidak terkoneksi' atau memutuskan hubungan dari media sosial. Menerapkan JOMO akan membuat kamu hidup di masa sekarang dan tidak membandingkan kehidupan sendiri dengan milik orang lain.

Dikutip dari Psychology Today, JOMO mendorong kamu untuk menjalani hidup dengan tidak tergesa-gesa dan memberi diri sendiri waktu untuk terbebas dari yang namanya teknologi, khususnya media sosial. Dengan JOMO, kamu tidak lagi memandang kehidupan sebagai sebuah perlombaan, karena sejatinya semua orang memiliki waktunya masing-masing.

Tak hanya itu, kamu juga tidak lagi merasa takut tertinggal jika tidak mengikuti tren atau hal-hal viral di media sosial. Kamu akan lebih fokus dengan diri sendiri dan memahami bahwa tidak semua tren harus diikuti atau cocok untuk diikuti. Dengan JOMO, kamu tidak lagi mengikuti tren karena hanya sekadar 'latah' mengikuti orang lain.

Hidup Bukan Perlombaan Mengikuti Tren di Medsos

Ilustrasi bermain media sosial/ Foto: Freepik.comIlustrasi bermain media sosial/ Foto: Freepik.com/ Foto: Budi Rahmah Panjaitan

Tren di media sosial akan terus ada, lahir dan hadir dalam berbagai bentuk. Mengikuti tren sebenarnya tidak selamanya buruk, jika hal tersebut dapat memberikan dampak yang positif. Namun jika kamu menjadikan hidup sebagai perlombaan mengikuti tren hingga berdampak negatif, ada baiknya kamu rehat sejenak dari hiruk-pikuk media sosial dan mempertimbangkan untuk menerapkan JOMO.

Menurut psikiater Dr Sonal Anand, JOMO dapat menjadi 'penyelamat' ketika kamu begitu larut dalam tren yang sedang viral di media sosial. JOMO adalah soal proses memutuskan apa yang lebih penting untuk dalam hidup dan dapat menjaga kesehatan mental.

Ciptakan mood bahagia dengan melakukan hal-hal menyenangkan ketika membuka pagiIlustrasi me time/Foto: Freepik

"Cara terbaik untuk mengikuti JOMO adalah dengan mengurangi jumlah waktu Anda di media sosial. Awalnya, mungkin sulit tetapi dengan motivasi yang tepat dan rutinitas penjadwalan, ini dapat dicapai. Cobalah untuk tidak melihat ponsel Anda hal pertama di pagi hari. Cobalah untuk melakukan 'me time' di pagi hari," ungkapnya, dilansir dari Health Shots.

JOMO memungkinkan kamu untuk fokus pada diri sendiri dan melepaskan hal-hal yang di luar kontrol, misalnya seperti keinginan untuk selalu ingin menjadi 'si paling up to date'. Di satu momen mungkin kamu bisa menyandang gelar menjadi manusia paling update, namun kamu akan terus berkompetisi mengejar sesuatu yang tidak ada habisnya. Tentu ini tidak baik pada kesehatan mental.

Ketika kamu membebaskan diri dari ruang kompetitif dan kecemasan di otak akibat mengejar tren, kamu alan memiliki lebih banyak waktu, energi, dan emosi untuk menggapai hidup yang lebih bermakna dan berkualitas. Fokus pada diri sendiri adalah salah satu kunci untuk menggapai kebahagiaan dalam hidup.

So, tertarik mengubah FOMO menjadi JOMO, Beauties?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id