sign up SIGN UP

Mengenal FOMO vs JOMO, Kamu yang Mana, Beauties?

Ika Nur Amalia | Beautynesia
Jumat, 05 Aug 2022 21:30 WIB
Mengenal FOMO vs JOMO, Kamu yang Mana, Beauties?
Scrolling sosial media /Foto: Anna Shvets/Pexels

Kebiasaan menghabiskan sebagian besar waktu dengan bersosial media dapat memengaruhi emosi tertentu pada seseorang. Kemudahan akses informasi yang super cepat hanya dengan scroll sosmed, barangkali sudah menjadi bagian dari hidup yang kita lakukan setiap hari.

Tanpa sadar, lewat scroll Instagram atau TikTok kita menemukan banyak cerita bahagia, sedih, dan informasi lain yang nggak kita dapatkan di dunia nyata. Karena sudah jadi kebiasaan, pernah nggak sih Beauties merasakan kegelisahan dan takut kelewatan informasi atau tren? Nggak cuma itu, tapi kamu juga merasa harus ke lokasi yang diposting teman kamu biar eksis!

Emosi yang tampaknya sulit dijelaskan ini dinamakan dengan FOMO atau fear of missing out. Sebenarnya FOMO bukanlah hal baru, namun dengan semakin gencarnya sosial media FOMO kian sulit juga untuk dihindari. Kebalikan dengan FOMO, ada pula yang dinamakan dengan JOMO atau joy of missing out. Sebenarnya bagaimana sih FOMO dan JOMO itu?

Apa itu FOMO?

FOMO
FOMO bisa menyebabkan kecemasan berlebih /Foto: Kat Smith/Pexels

Seperti yang dilansir pada laman Very Well Mind, FOMO mengacu pada perasaan cemas yang terus menerus saat tahu orang lain sedang bersenang-senang, memiliki kehidupan yang lebih baik, atau melewati hal-hal yang lebih baik dari kita. FOMO juga bisa berkaitan dengan merasa ketertinggalan setelah melihat orang lain melakukan sesuatu atau lebih update. FOMO bisa dialami oleh siapa saja di tingkat usia berapapun.

Meski kelihatan sepele, FOMO bisa memengaruhi kesehatan dan kebugaran seseorang. Hal ini sesuai dengan yang dilansir pada laman Psych Central. Efek tersebut bisa timbul dari kecemasan yang memengaruhi kebiasaan tidur dan makan kita. FOMO juga bisa memicu perasaan kesepian bahkan depresi.

Sosial media pun bisa menjadi salah satu pemicu timbulnya FOMO pada seseorang. Bagaimanapun lewat sosial media, kita bisa mengetahui segala aktivitas orang lain kapanpun dan di manapun.

Bagaimana Agar Terhindar dari FOMO?

Ilustrasi interaksi dengan media sosial
Ilustrasi interaksi dengan media sosial /Foto: Tim Douglas/Pexels

Seseorang dengan FOMO yang tinggi cenderung bisa lebih depresif, cemas, dan bermasalah dengan tidur. Lalu bagaimana mengatasi FOMO?

1) Detoks Digital

Mengurangi waktu dalam bermedia sosial secara signifikan bisa menjadi cara ampuh untuk menghindari FOMO. Sama halnya yang dilansir pada laman Psych Central, detoksifikasi dari media sosial dapat menyegarkan koneksimu dengan diri sendiri dan apa yang kamu sukai.

2) Ubah Titik Fokusmu

Alih-alih berfokus pada hal-hal yang kurang pada diri, akan lebih baik jika kamu lebih memberatkan perhatianmu pada hal-hal yang sudah dimiliki. Seperti yang dilansir pada laman Very Well Mind, kamu bisa memulai cara ini dengan berfokus pada hal dan orang-orang yang memberikan dampak positif pada hidupmu.

3) Interaksi dengan Orang Lain Secara Nyata

Bercengkrama dengan teman
Bercengkrama dengan teman /Foto: Oleksandr Pidvalnyi/Pexels

Perasaan kesepian atau pengucilan sebenarnya adalah cara otak kita untuk memberi tahu bahwa kita ingin mencari hubungan yang lebih intim dengan orang lain dan meningkatkan rasa memiliki kita. Demikian yang dilansir pada laman Very Well Mind.

Akan lebih baik jika perasaan tersebut diatasi dengan melakukan interaksi dengan orang lain melalui pertemuan secara langsung. Rasa lega dan puas tentu akan lebih terasa dibandingkan dengan memposting di media sosial dan berharap semua orang menyukainya.

4) Ubah Pola Pikir FOMO menjadi JOMO

Bagian terakhir yang perlu dilakukan untuk menghindari FOMO adalah dengan berupaya mengubah pola pikir tersebut menjadi JOMO.

Sejauh Mana JOMO Bisa Menghindarkan FOMO?

JOMO atau joy of missing out merupakan fenomena sosiologis sebagai respon terhadap FOMO. Seperti yang dilansir pada laman Connection, dengan pola pikir JOMO kamu dinilai bisa menikmati segala sesuatu yang dilakukan setiap saat tanpa mengkhawatirkan apa yang dilakukan orang lain.

JOMO membuat diri tenang
JOMO membuat diri tenang /Foto: Andrea Piacquadio/Pexels

JOMO memungkinkan kita untuk menikmati momen tanpa merasa bersalah karena tidak berpartisipasi dalam salah satu dari ribuan pilihan di kota yang kita tinggali. Konsep ini sama dengan mindfulness. Kamu bisa mengasah praktik JOMO atau mindfulness ini dengan meditasi atau yoga untuk mengembangkan rasa tenang dan tetap berada di saat sekarang.

Beauties bisa kok mencari kebahagiaan dari apa dan siapa yang ada di sekitarmu. So, waktunya say good bye to FOMO” dan sambut JOMO di hidupmu!

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id