sign up SIGN UP

5 Bahaya Fear of Missing Out yang Perlu Disadari, Salah Satunya Bisa Picu Kriminalitas!

Sherley Gucci Permata Sari | Beautynesia
Jumat, 29 Jul 2022 17:00 WIB
5 Bahaya Fear of Missing Out yang Perlu Disadari, Salah Satunya Bisa Picu Kriminalitas!
caption

Tak dapat dipungkiri, jika perkembangan teknologi dan keberadaan sosial media saat ini membuat orang-orang berlomba-lomba mengikuti segala tren terkini. Sayangnya hal tersebut menyebabkan sebagian orang jadi tak ingin ketinggalan informasi atau dikenal dengan istilah "FOMO" (Fear of Missing Out). Istilah FOMO mulai diperkenalkan sejak tahun 2004 yang awalnya digunakan untuk menggambarkan fenomena yang diamati di situs jejaring sosial.  

Melansir dari detikEdu, FOMO merupakan sebuah kecemasan yang timbul akibat rasa takut ketinggalan suatu hal yang baru, misalnya berita terkini, tren di masyarakat, dan hal-hal populer lainnya. Dilansir dari Very Well Mind, rata-rata orang yang memiliki kebiasaan FOMO berada pada kelompok usia 18 sampai 33 tahun.

Perilaku tersebut erat kaitannya dengan pengaruh media sosial, seperti Instagram dan Facebook. Jika tidak dapat dikendalikan, perilaku FOMO bisa membahayakan, lho! Lantas, apa saja bahaya yang ditimbulkan dari perilaku FOMO? Yuk, simak jawabannya di bawah ini!

Kesehatan Mental

FOMO Dapat Mengganggu Kesehatan Mental
Stres/Foto: Freepik.com/cookie-studio

Dilansir dari National Center for Biotechnology Information, kebiasaan FOMO yang terus menerus dan tidak dapat dikendalikan dapat berdampak pada masalah kesehatan mental. Hal ini karena FOMO memiliki hubungan dengan jumlah waktu yang dihabiskan di media sosial.

Perilaku ini juga menimbulkan gejala masalah-masalah kesehatan mental, seperti stres dan depresi. Melansir dari Very Well Family, sebuah survei Stres dan Kesejahteraan Nasional di Australia menemukan bahwa 60 persen remaja merasa khawatir saat mengetahui teman-temannya  bersenang-senang tanpa mereka melalui media sosial.

Finansial

FOMO dapat menimbulkan masalah finansial
Masalah FInansial/Foto: Freepik.com/freepik

Bahaya lainnya yang ditimbulkan dari perilaku FOMO yakni masalah finansial. Yup, demi tidak ketinggalan dengan orang lain dan tren yang sedang berkembang saat ini, beberapa orang rela merusak perencanaan keuangan hingga tabungan dan aset yang dimiliki.

Dalam beberapa kasus tak sedikit yang rela mengutang demi memenuhi gaya hidup dan melakukan flexing pada orang lain, baik secara langsung atau melalui media sosialnya.

Memengaruhi Rasa Percaya Diri

FOMO dapat merusak kepercayaan diri
Ilustrasi/Foto: Freepik.com/Benzoix

Perilaku takut ketinggalan dapat mempengaruhi rasa percaya diri seseorang hingga kehilangan identitas diri. Dilansir dari Very Well Family,  FOMO juga dapat menyebabkan seseorang dapat merasa kehilangan identitas diri akibat lebih memusatkan perhatiannya ke luar daripada ke dalam dirinya sendiri.

Kekhawatiran berlebihan tentang apa yang dilakukan orang lain hanya akan menyebabkan seseorang merasa semakin kehilangan kehidupan mereka sendiri akibat membandingkan kehidupannya dengan orang lain melalui media sosial.

Merusak Produktivitas

Scrollling sosial media akibat FOMO dapat merusak produktivitas
Ilustrasi/Foto: Freepik.com/lookstudio

Rasa takut tertinggal terhadap sesuatu juga dapat mengganggu produktivitas sehari-hari. Hal ini dapat dikaitkan dengan perasaan insecure  Kehidupan manusia saat ini bisa dibilang tak dapat lepas dari hingar bingar media sosial.

Dengan menyaksikan eksistensi kehidupan orang lain lewat media sosial, dapat membuat seseorang merasa kurang, tidak mampu, hingga tidak layak dan membuatnya tak lagi memiliki minat untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Seperti yang diketahui, fenomena FOMO erat kaitannya media sosial. Tentu hal ini membuat beberapa orang memiliki kebiasaan scrolling media sosial tanpa kenal waktu.

Kriminalitas

FOMO dapat menyebabkan seseorang melakukan kriminalitas
Mencuri/Foto: Freepik.com/User18526052

Bahaya lainnya dari kebiasaan FOMO adalah memicu tindakan kriminalitas. Tak jarang, orang-orang yang takut ketinggalan terhadap sesuatu ini dapat melakukan tindakan kriminalitas seperti mencuri uang atau barang untuk memenuhi keinginannya, namun belum mampu untuk membelinya.  Misalnya mencuri barang milik teman, keluarga hingga di pusat perbelanjaan.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id