Menurut Ilmu Psikologi, Ini Alasan Kenapa Karakter Fiksi Sering Bikin Kamu Jatuh Cinta

Della Oktivia Armitha | Beautynesia
Jumat, 03 Apr 2026 12:00 WIB
Apa itu ‘Biology of Attraction’?
Dua karakter saling tertarik dalam drakor?/Foto: mydramalist.com

Karakter di  drakor  kerap kali bikin baper ya, Beauties. Terlebih, para aktor sukses memerankan karakter dengan sikap gentleman. Tidak jarang, para penonton drakor kerap ‘naksir’ dengan karakter fiksi di drakor ini.

Kamu tahu nggak, sih? Sebenarnya fenomena ini bisa dijelaskan secara ilmiah, lho. Dalam dunia psikologi, istilah ini biasa disebut dengan ’Biology of attraction’. Rasa baper dan naksir dengan karakter fiksi tersebut merupakan proses yang melibatkan otak dan hormon.

Wah, mengapa bisa begitu, ya? Untuk informasi lengkapnya, Beautynesia sudah coba rangkum informasinya untuk kamu. Yuk, simak bersama.

Apa itu ‘Biology of Attraction’?

Dua karakter saling tertarik dalam drakor?/Foto: mydramalist.com

Biology of attraction merupakan istilah psikologi yang kerap menjelaskan tentang daya tarik. Secara sederhana, istilah ini menggambarkan bagaimana dua orang saling tertarik dan jatuh cinta.

Hal tersebut berhubungan erat dengan proses kimia pada otak yang melibatkan hormon tertentu, diantaranya oksitosin dan dopamin.

Dikutip dari oxfordshire-record-society.org.uk, dua jenis hormon tersebut memiliki kinerja besar terhadap peningkatan daya tarik. Di mana daya tarik pertama dimulai dengan ketertarikan fisik, lalu berlanjut pada kedekatan emosional.

Karakter Fiksi Drakor yang Memikat

Karakter Fiksi Drakor yang Memikat/Foto: mydramalist.com

Karakter fiksi dalam drakor kerap dibintangi para aktor yang memiliki paras rupawan. Visualisasi tersebut menjadi bagian awal dari ketertarikan fisik. Ketika kamu terus melihat sosok karakter itu, otak mulai mengenalinya sebagai salah satu bagian dari lingkungan sosialmu.

Apalagi ketika kamu melihat adegan romantis, saat itulah hormon dopamin bekerja. Hormon ini diekspresikan dengan rasa senang. Setelah dopamin, maka oksitosin juga menjalankan perannya.

Hal ini secara lengkap dijelaskan pula oleh dr. Philip Stieg, seorang ahli beda saraf di New York melalui healthmatters.nyp.org. Menurut penjelasannya, hormon dopamin akan memberikan tanda-tanda ketertarikan, seperti rasa senang. Semakin seseorang merasa tertarik, maka otak tidak hanya dibanjiri hormon dopamin, tetapi juga oksitosin.

Pelepasan hormon oksitosin ketika menonton drakor, bisa terjadi ketika kamu sudah merasa memiliki kedekatan emosional dengan karakternya. Kedekatan ini bisa berlangsung, karena kamu mengetahui latar belakang kehidupan karakter, sifatnya, hingga trauma masa lalu yang disajikan oleh penulis naskah dalam drakor tersebut.

Karena itu, melalui ketertarikan fisik yang memicu pelepasan dopamin dan dilengkapi pelepasan oksitosin, ketika terus menonton dan mengenal karakternya, tidak heran otak mengekspresikannya sebagai rasa suka.

Second Lead Syndrome

Second Lead Syndrome/Foto: mydramalist.com

Tidak hanya pada karakter utama, biasanya beberapa penggemar drakor juga kerap 'naksir' dengan karakter pendukungnya. Fenomena ini dikenal juga di kalangan penggemar sebagai ‘second lead syndrome’.

Rasa suka seperti ini, bisa jadi berasal dari kinerja mirror neurons. Istilah ini mengacu pada sebuah tindakan yang dilakukan seseorang, ketika mengamati tindakan orang lain. Maksudnya, ketika kamu melihat karakter dalam drakor menangis, tidak jarang kamu juga bisa mengekspresikan kesedihan tersebut.

Saat karakter pendukung tidak mendapatkan cinta yang setara dengan apa yang sudah dia perjuangkan, maka kamu juga mulai merasakan empati dan merasa dekat secara emosional. Inilah alasan terkadang penonton juga ikut ‘naksir’ dengan karakter pendukung dalam sebuah drama.

Itu dia informasi lengkap tentang fenomena ‘naksir’ karakter fiksi dalam drakor, menurut teori biology of attraction. Jadi, rasa senang dan sedih, serta kedekatan emosional kamu dengan karakter fiksi dalam drakor, terjadi karena adanya kinerja kimiawi di otak.

Bukan karena terlalu baper atau 'halu', perasaan yang kamu rasakan valid dan normal, selagi kamu tidak berlebihan, ya, Beauties. Kira-kira, karakter fiksi dari drakor apa nih yang berhasil membuat otakmu dibanjiri dopamin dan oksitosin?

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE