Menurut Psikiater, Ini Hobi yang Cocok untuk Orang yang Sering Dibilang Terlalu Sensitif

Nadya Quamila | Beautynesia
Selasa, 01 Sep 2026 19:30 WIB
 Menurut Psikiater, Ini Hobi yang Cocok untuk Orang yang Sering Dibilang Terlalu Sensitif
Menurut Psikiater, Ini Hobi yang Cocok untuk Orang yang Sering Dibilang Terlalu Sensitif/Foto: Pexels.com

Beauties, apakah kamu sering dibilang sebagai orang yang terlalu sensitif? Jika kamu adalah tipe orang yang merasakan segala sesuatu secara mendalam, kemungkinan besar kamu mengalami dan mengolah perasaan serta emosi dengan intensitas lebih tinggi dibandingkan orang lain.

Sayangnya, banyak orang yang merasa dirinya memiliki karakteristik tersebut tumbuh besar dengan anggapan bahwa mereka "terlalu sensitif," dramatis, atau bereaksi berlebihan terhadap berbagai hal. Namun, sejumlah ahli kini berupaya keras untuk mengubah pandangan negatif yang kerap melekat pada sifat-sifat sensitif ini, Beauties.

Dr. Sasha Hamdani, seorang psikiater bersertifikat sekaligus penulis buku berjudul Too Sensitive: Rejection, Resilience, and the Science of Feeling, menjelaskan bahwa orang yang sensitif memiliki daya tangkap yang tajam dan sistem saraf yang sangat responsif. Hal tersebut bukanlah hal yang buruk.

Jika kamu sering bergulat dengan pikiran di malam hari, cenderung menganalisis interaksi secara berlebihan, atau merasa cemas bahwa seseorang merasa marah padamu, ada satu hobi yang bisa kamu tekuni menurut Dr. Hamdani. Yuk, simak ulasannya dirangkum dari Parade berikut ini!

Menurut Psikiater, Ini Hobi yang Cocok untuk Orang yang Sering Dibilang Terlalu Sensitif

Jika kamu cenderung menganalisis interaksi secara berlebihan, atau merasa cemas bahwa seseorang merasa marah padamu, ada satu hobi yang bisa kamu tekuni menurut psikiater. Hobi tersebut adalah journaling.

Menurut Psikiater, Ini Hobi yang Cocok untuk Orang yang Sering Dibilang Terlalu Sensitif/Foto: Pexels.com

Banyak orang tumbuh dengan anggapan bahwa menjadi sosok yang sensitif dan memiliki perasaan yang mendalam adalah sebuah masalah, harus diubah, atau diredam. Namun, para ahli ingin agar setiap individu maupun masyarakat umum mengubah sudut pandang mereka mengenai hal ini. Mengubah pola pikir adalah langkah yang sangat penting.

"Menurut saya, hal ini penting karena banyak orang diajarkan untuk menganggap kedalaman emosi sebagai sebuah kekurangan, padahal sebenarnya itu sering kali merupakan tanda dari sistem saraf yang sangat responsif," ujar Dr. Hamdani.

Sensitivitas berarti kita lebih peka terhadap berbagai hal, merasakan sesuatu dengan lebih intens, dan memproses informasi emosional secara lebih mendalam dibandingkan orang-orang di sekitar kita.

Namun, di sisi lain, hal ini mungkin bisa terasa sangat membebani jika kamu tidak memiliki caara untuk mengelolanya, Beauties. Oleh karena itu, mengubah cara pandang terhadap hal ini bsia memberikan perubahan yang sangat berarti.

"Ketika kita mengubah cara kita memandang sensitivitas, kita membantu orang beralih dari rasa malu menuju pemahaman diri; dan di situlah perubahan yang sesungguhnya dapat terjadi," jelasnya.

Bagi orang yang sangat sensitif, terkadang sulit untuk membedakan mana kebiasaan atau hobi yang bermanfaat dan mana yang justru dapat memicu stres lebih besar. Namun, ada satu hobi yang secara khusus disarankan oleh Dr. Hamdani bagi mereka yang punya hati sensitif. Hobi tersebut adalah journaling atau menulis jurnal.

"Saya sangat menyarankan kegiatan menulis jurnal bagi orang-orang yang memiliki kedalaman emosional, terutama mereka yang selama bertahun-tahun sering dianggap 'berlebihan' dalam bereaksi," ujarnya.

Menurut Dr. Hamdani, menulis jurnal memberikan wadah bagi emosi untuk tersalurkan sebelum emosi itu berubah menjadi hal yang tidak diinginkan. Misalnya, pesan teks yang penuh emosi, pertengkaran, pikiran yang terus berputar tak terkendali, atau sikap menutup diri.

"Aktivitas ini menciptakan jeda antara munculnya perasaan dan respons yang diberikan, yang merupakan salah satu keterampilan terpenting dalam pengaturan emosi," tuturnya.

"Kegiatan ini juga membantu seseorang mulai mengenali berbagai pola: hal apa yang menyakitkan, apa yang memicu reaksi mereka, apa yang mereka butuhkan, serta narasi apa yang sedang dibangun oleh pikiran mereka pada saat itu," tambahnya.

Tips Mengatur Intensitas Emosi

Jika kamu cenderung menganalisis interaksi secara berlebihan, atau merasa cemas bahwa seseorang merasa marah padamu, ada satu hobi yang bisa kamu tekuni menurut psikiater. Hobi tersebut adalah journaling.

Tips Mengatur Intensitas Emosi/Foto: Pexels.com

Beauties, sekarang kamu paham bahwa memiliki hati yang sensitif bukan sesuatu yang harus kamu sembunyikan. Kuncinya, menurut Dr. Hamdani adalah belajar mengatur intensitasnya tanpa menolak sisi sensitivitas.

"Kita tetap ingin orang-orang merasakan emosi mereka, tetapi tidak sampai tenggelam di dalamnya. Tujuannya adalah membangun rasa aman dalam sistem saraf sehingga emosi dapat memberi Anda informasi tanpa membuat Anda kewalahan.

Saat Anda mampu berhenti sejenak, mengenali apa yang sedang terjadi, memeriksa fakta, dan memilih respons, Anda dapat mengubah sensitivitas emosional tersebut menjadi kecerdasan emosional," tutupnya.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE