Mirip Autisme, Kenali Einstein Syndrom, Gangguan dan Kejeniusan dalam Waktu Bersamaan Pada Anak!

Pangastryan Wisesa Pramudiah | Beautynesia
Selasa, 05 Jul 2022 13:45 WIB
Mirip Autisme, Kenali Einstein Syndrom, Gangguan dan Kejeniusan dalam Waktu Bersamaan Pada Anak!
Konsep sindrom Einstein ini diusung oleh Thomas Sowell, seorang ekonom Amerika. Beliau menulis buku yang berjudul "Late-Talking Children" pada tahun 1997. (Foto:Pexels/Jeshootscom)

Memiliki anak setelah menikah adalah impian bagi sebagian besar pasangan. Namun, kamu harus tahu, menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah, karena orang tua harus peka pada tiap tahap perkembangan anak. Salah satu contoh tahap perkembangan anak yang harus diperhatikan adalah tahapan saat anak belajar berbicara.

Saat anak mengalami kesulitan bicara di usianya, orang tua akan merasa khawatir, dan menganggap bahwa anaknya mengalami speech delay. Tahu nggak, sih, jika speech delay itu sering dikaitkan dengan Einstein Syndrome? Apa sih sebenarnya sindrom tersebut? Yuk, cari tahu, agar kamu bisa mengatasinya dengan cara yang tepat!

Apa itu Einstein Syndrome?

Apa itu sindrom Einstein?/Foto:Pexels/Rodnae Production
Apa itu sindrom Einstein?/Foto:Pexels/Rodnae Production

Sindrom Einstein merupakan suatu kondisi pada anak yang mengalami kesulitan berbahasa dan berbicara. Namun, di saat bersamaan, ia dapat menunjukkan bakatnya terkait pemikiran analitisnya. Latar belakang penamaan sindrom ini, terinspirasi dari Albert Einstein, di mana beliau pernah mengalami keterlambatan bicara hingga usia 5 tahun, tapi ia juga menunjukkan kejeniusan yang luar biasa. 

Konsep sindrom ini diusung oleh Thomas Sowell, seorang ekonom Amerika. Beliau menulis buku yang berjudul “Late-Talking Children” pada tahun 1997. Dalam bukunya, dijelaskan tentang karakteristik sindrom Einstein yang terjadi pada anak-anak, seperti:

  • Kemampuan bermusik dan analitis yang luar biasa
  • Memiliki memori yang sangat kuat
  • Berkemauan keras
  • Selektif
  • Proses toilet training yang lebih lama
  • Kemampuan membaca dan mengenal angka lebih dini
  • Sangat fokus dengan apa yang diminati

Perbedaan Einstein Syndrome dengan Autisme

Sindrom Einstein dan Autisme/Foto:Pexels/Rodnae Productions
Sindrom Einstein dan Autisme/Foto:Pexels/Rodnae Productions

Biasanya sindrom Einstein banyak terjadi pada anak laki-laki, yang ditandai dengan speech delay dan disertai dengan terlihatnya kecerdasan yang tinggi, Beauties. Namun, ternyata nggak semua anak yang mengalami speech delay itu, mengacu kepada sindrom Einstein, lho. Anak yang mengalami speech delay, mungkin saja merujuk pada diagnosis autisme.

Menurut keterangan Dr. Stephen Camarata, seorang Profesor dari Departement of Hearing and Speech Sciene, di University School of Medicine, salah satu tanda dari anak autisme adalah mengalami speech delay. Namun, nggak semua anak dengan gangguan speech delay, akan menderita autisme.

Ada perbedaan yang mencolok antara sindrom Einstein dan autisme, di mana anak dengan sindrom yang terkenal jenius ini, hanya akan mengalami keterlambatan berbicara, di mana penderitanya akan dapat berbicara dengan normal di kemudian hari. Sedangkan pada anak yang menderita autisme, ia nggak hanya akan mengalami speech delay saja, melainkan disertai dengan kelainan perilaku.

Memahami Cara Penanganannya

Terapi Wicara/Foto:Pexels/Rodnae Productions
Terapi wicara/Foto:Pexels/Rodnae Productions

Cara penanganan untuk anak yang memiliki keterlambatan atau kesulitan dalam berbicara dan berbahasa, bisa dilakukan terapi wicara oleh profesional. Terapi akan disesuaikan dengan penyebab mengapa anak kesulitan dalam berbicara. Maka dari itu, penting untuk berkonsultasi sebelumnya, agar anak mendapatkan penanganan yang tepat.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fer/fer)
CERITA YUK!
Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE