sign up SIGN UP

Miris! 6 Objek Wisata Alam Indonesia Ini Terancam Rusak Akibat Sampah hingga Efek Pemanasan Global

Nisrina Salsabila | Beautynesia
Sabtu, 13 Aug 2022 13:00 WIB
Miris! 6 Objek Wisata Alam Indonesia Ini Terancam Rusak Akibat Sampah hingga Efek Pemanasan Global
caption

Indonesia terkenal atas keindahan pemandangan alamnya berupa hutan, gunung, pantai, dan laut yang begitu memesona. Sebagai negara tropis, Indonesia juga menjadi habitat bagi jutaan spesies flora dan fauna di muka bumi.

Kemewahan ini lantas menjadikan Indonesia memiliki banyak sekali objek wisata alam yang ramai digandrungi oleh para wisatawan domestik dan mancanegara.

Sayang beribu sayang, kepopuleran beberapa tempat wisata alam di Indonesia rupanya tidak dibarengi dengan upaya pelestarian dan pemeliharaan lingkungan alam di sana.

Akibatnya, beberapa destinasi justru terancam rusak karena terlalu banyak pengunjung yang menjamah dan membuang sampah sembarangan. Nggak cuma itu, eksploitasi alam sampai efek pemanasan global turut mengancam masa depan sejumlah wisata alam.

Inilah enam objek wisata alam di Indonesia yang terancam rusak bila kita tidak menjaganya. Apa saja, simak yuk!

1. Hutan Hujan Tropis Sumatera

wisata alam di Indonesia yang terancam rusak karena sampah dan pemanasan global
Hutan hujan tropis di Sumatera terancam rusak akibat kebakaran hutan/Foto: BBKSDA Riau

Hutan Hujan Tropis Sumatera masuk dalam Daftar Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2004 untuk keanekaragaman hayatinya. Kawasan ini menjadi rumah konservasi bagi puluhan ribu spesies tanaman dan mamalia, di antaranya endemik atau tidak ditemukan di tempat lain. Contohnya spesies harimau Sumatera, orangutan, gajah, dan badak Sumatera yang terancam punah.

Kawasan seluas seluas 2,5 juta hektare ini terdiri dari tiga taman nasional, yakni Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Sayangnya, mengutip CNN Indonesia, pada tahun 2011 Hutan Hujan Tropis Sumatera telah ditempatkan oleh UNESCO dalam Daftar Bahaya (Danger List) karena dianggap kehilangan unsur keaslian alamnya.

Hal ini terutama disebabkan oleh maraknya kebakaran hutan, perburuan liar, pembalakan liar, perambahan lahan untuk perkebunan ilegal, dan pembangunan jalan melalui situs tersebut.

2. Hutan Kalimantan

wisata alam di Indonesia yang terancam rusak karena sampah dan pemanasan global
Hutan Borneo/Foto: Rachman Haryanto/detikcom

Hutan Kalimantan atau hutan Borneo merupakan kawasan hutan hujan tropis yang melintang di antara Indonesia, Malaysia, dan Brunei dengan luas sekitar 40,8 juta hektar. Hutan Kalimantan disebut sebagai salah satu paru-paru dunia.

Mirisnya, laju deforestasi atau penggundulan hutan di Kalimantan sangat cepat.

Berkurangnya hutan Kalimantan menjadi bahaya serius bagi aneka jenis satwa langka di Kalimantan, seperti orangutan, bekantan, beruang madu, dan burung raja-udang kalung-biru. Kerusakan ini timbul akibat deforestasi, pembukaan hutan yang mengundang kebakaran hutan, serta alih fungsi lahan menjadi tambang batu bara dan perkebunan kelapa sawit.

3. Gunung Gede Pangrango

wisata alam di Indonesia yang terancam rusak karena sampah dan pemanasan global
Gunung Gede Pangrango/Foto: gedepangrango.org

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango merupakan salah satu destinasi pendakian wajib di kalangan para pendaki. Taman nasional yang berlokasi di perbatasan wilayah Kabupaten Bogor, Cianjur, dan Sukabumi ini memiliki jalur pendakian yang termasuk ramah untuk pemula.

Gunung Gede Pangrango memiliki beberapa destinasi alam yang terkenal, berupa Telaga Biru, Air Terjun Panas, Alun-alun Suryakencana, dan Lembah Mandalawangi.

Ironisnya, lagi-lagi masih banyak pendaki yang belum menyadari kewajiban membawa kembali sampah mereka saat menuruni gunung.

Seperti dikutip dari detikTravel, pada Sabtu (6/8/2022) kemarin, telah dilakukan Operasi bersih (opsih) rutin di Gunung Gede Pangrango oleh relawan beserta petugas gabungan. Mereka berhasil mengumpulkan sekitar 400 kilogram sampah  yang didominasi sampah plastik dan juga 10 celana dalam yang dibuang begitu saja oleh para pendaki.

4. Pantai Kuta

wisata alam di Indonesia yang terancam rusak karena sampah dan pemanasan global
Pantai Kuta penuh sampah di awal tahun 2020/Foto: Angga Riza/detikcom

Pantai Kuta ialah salah satu destinasi pantai di Bali yang paling ramai dikunjungi wisatawan. Bahkan, beberapa orang mungkin merasa belum ke Bali kalau nggak melancong ke Pantai Kuta.

Namun, masih ingatkah kamu dengan fenomena sampah yang membanjiri sepanjang pesisir Pantai Kuta awal 2020 lalu? Mengutip detikNews, keberadaan tumpukan sampah plastik hingga sampah kayu itu diduga terjadi secara alami akibat terbawa arus laut saat musim hujan kala itu.

Hal ini seharusnya menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Apalagi, Pantai Kuta beberapa kali terkena imbas tumpukan berton-ton sampah dari perayaan pesta malam tahun baru di sana.

5. Taman Laut Nasional Bunaken

wisata alam di Indonesia yang terancam rusak karena sampah dan pemanasan global
Taman Laut Nasional Bunaken/Foto: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI

Taman Laut Nasional Bunaken menjadi destinasi wisata laut di yang wajib disambangi saat kamu berlibur di Sulawesi Utara. Bunaken tersohor dengan ekosistem bawah lautnya yang begitu menakjubkan. Di sini, kamu bisa merasakan pengalaman snorkeling dan juga diving untuk menikmati pemandangan beragam terumbu karang alami.

Sayangnya, destinasi wisata alam yang menjadi sorotan dunia ini terancam rusak akibat ulah manusia. Sampah plastik yang terbawa arus dari teluk Manado menjadi isu utama yang bisa mengancam kelestarian Bunaken.

6. Raja Ampat

wisata alam di Indonesia yang terancam rusak karena sampah dan pemanasan global
Raja Ampat/Foto: Freepik.com/wirestock

Tahukah kamu, efek dari pemanasan global salah satunya adalah membuat suhu air laut menghangat. Masalahnya, perubahan naik atau turunnya suhu air laut dalam jangka panjang akan membuat koloni terumbu karang memutih hingga mati. Padahal, keberadaan terumbu karang teramat penting sebagai habitat dan sumber makanan bagi jutaan biota laut.

Tahun ini, pemutihan terumbu karang bahkan melanda 91% terumbu karang di Great Barrier Reef di Australia, melansir detikTravel. Kondisi ini dikhawatirkan juga terjadi pada Raja Ampat sebagai destinasi menyelam populer di Indonesia.

Di samping suhu yang menghangat, Kepulauan Raja Ampat di Papua Barat juga menghadapi isu limbah rumah tangga dari aktivitas resor dan kapal pesiar yang tak bertanggungjawab serta penangkapan ikan yang menggunakan teknik jaring, racun, atau bom. Tentu amat disayangkan bila wisata bahari yang dijuluki surga dunia ini rusak akibat ulah wisatawan mau pun masyarakat lokal yang kurang menghargai alam.

Beauties, itu dia deretan wisata alam Indonesia yang terancam rusak akibat sampah dan efek pemanasan global. Yuk belajar lebih cintai alam!

_______________

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id