sign up SIGN UP

Nggak Cuma Body Shaming, 3 Bentuk Celaan Lainnya Ini Bisa Bikin Seseorang Minder!

Rizqa Fitriana | Beautynesia
Jumat, 15 Apr 2022 21:00 WIB
Nggak Cuma Body Shaming, 3 Bentuk Celaan Lainnya Ini Bisa Bikin Seseorang Minder!
caption

Body shaming atau celaan terhadap fisik, merupakan tindakan bullying dengan mengomentari penampilan seseorang secara negatif. Ucapan-ucapan seperti “kamu kok kurus banget, makan nggak sih?”, “gendutan ya sekarang”, “kamu kok jadi iteman sih”, ini merupakan perkataan body shaming yang sering kita dengar.

Terkadang seseorang melakukan body shaming hanya karena ingin menunjukkan perhatian, mencairkan suasana, iseng, atau memang bermaksud untuk menghina. Apapun tujuannya, yang jelas body shaming memberikan tekanan mental kepada korbannya.

Celaan fisik tersebut tidak bisa dianggap sepele, karena bisa menimbulkan rasa minder, stres dan gangguan mental lainnya kepada korbannya. Tapi tau nggak sih Beauties, selain body shaming, ada beberapa bentuk celaan lainnya yang bisa bikin korbannya minder.

1. Age Shaming

Bentuk shaming yang harus dihindari/Foto: freepik.com/Master1305
Bentuk shaming yang harus dihindari/Foto: freepik.com/Master1305

Age shaming atau disebut juga ageism, yaitu menilai seseorang berdasarkan usianya. Biasanya perlakuan age shaming seperti menganggap orang yang lebih muda masih labil dan tidak punya pengalaman tapi punya semangat yang membara, sedangkan orang yang lebih tua sering dianggap lebih dewasa, bijaksana tapi kaku.

Hal ini sering kali terlihat ketika adanya perbedaan pendapat, yang tua merasa benar dengan opininya karena merasa jauh lebih superior dan punya banyak pengalaman. Sedangkan yang muda merasa tidak dihargai pendapatnya karena dianggap masih terlalu muda untuk didengar.

Padahal berapa pun usia seseorang, pendapatnya harus tetap dihargai ya, Beauties!

2. Gender Shaming

Bentuk shaming yang harus dihindari/Foto: unsplash.com/Kat J
Bentuk shaming yang harus dihindari/Foto: unsplash.com/Kat J

“Pria kok skincare-an”, “perempuan harus bisa masak”, “perempuan untuk apa sekolah tinggi-tinggi”, “pria nggak boleh cengeng”, itu beberapa contoh gender shaming atau bisa disebut sexisme. 

Gender shaming mengkotak-kotakkan perilaku antara perempuan dan pria sesuai dengan konstruksi sosial yang ada, sehingga timbulnya diskriminasi terhadap gender tertentu.

3. Single Shaming

Bentuk shaming yang harus dihindari/Foto: freepik.com/Rawpixel.com
Bentuk shaming yang harus dihindari/Foto: freepik.com/Rawpixel.com

Single shaming adalah celaan terhadap seseorang yang masih lajang. Biasanya sering dilakukan oleh mereka yang sudah punya pasangan. Di Indonesia, belum menikah di umur tertentu akan dianggap prihatin, kesepian, dan tidak bahagia. Makanya banyak dari kita yang sibuk mengomentari dan menanyakan kenapa seseorang belum menikah.

Padahal belum tentu orang yang masih single hidupnya tidak bahagia, karena kebahagiaan seseorang berbeda-beda dan tidak memiliki pasangan bukan berarti gagal dalam kehidupan.

Nah, ternyata perkara shaming tidak hanya terhadap tubuh saja ya, Beauties. Pastikan kamu tidak melakukan apapun bentuk celaan kepada orang lain ya.

Ingat, komentar negatif memang bisa datang kapanpun dan dari siapapun. Tapi, jangan biarkan ujaran itu membuatmu merasa down, karena kamu berhak melakukan keinginan yang membuatmu bahagia, yang penting tidak merugikan orang lain.

_______________

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id