sign up SIGN UP

Mengenal Slut Shaming, Bentuk Kekerasan Verbal Pada Perempuan yang Masih Jarang Diketahui

Salsabila Rimawan | Beautynesia
Jumat, 25 Mar 2022 22:00 WIB
Mengenal Slut Shaming, Bentuk Kekerasan Verbal Pada Perempuan yang Masih Jarang Diketahui
caption
Jakarta -

Bentuk kekerasan yang dialami perempuan bukan hanya secara fisik saja. Kamu tahu nggak bahwa masih banyak perempuan di luar sana yang merasa nggak nyaman dan nggak merasa aman karena menjadi korban kekerasan verbal?

Salah satu bentuk kekerasan verbal yang masih sering dialami oleh perempuan adalah slut shaming. Mirisnya, pelaku bukan hanya dari jenis kelamin yang berbeda, tetapi justru datang dari sesama perempuan.

Agar nantinya kamu tidak menjadi korban ataupun pelaku, yuk, kenali istilah slut shaming dan cara menghindarinya!

Apa Itu Slut Shaming?

Slut Shaming, Bentuk Kekerasan Verbal pada Perempuan yang Jarang Diketahui
Pengertian Slut Shaming/Foto: pexels.com/Cottonbro

Dikutip dari Oxford Dictionaries, slut shaming mengarah pada stigma dan label yang negatif kepada seseorang dikarenakan dianggap berperilaku sensual. Slut shaming adalah perilaku yang buruk karena bertujuan untuk mempermalukan hingga merendahkan seseorang.

Seringnya, slut shaming ditujukan karena penampilan seseorang hingga dugaan aktivitas seksual mereka. Contoh kata-kata dari slut shaming mulai dari ‘genit’, ‘gatel’, ‘gampangan’, dan ‘terlalu terbuka’, adalah jenis-jenis penghinaan yang mungkin pernah kamu dengar baik itu secara langsung ataupun melalui media sosial.

Mengapa Orang Melakukan Slut Shaming?

Slut Shaming, Bentuk Kekerasan Verbal pada Perempuan yang Jarang Diketahui
Alasan Tindakan Slut Shaming/Foto: pexels.com/Cottonbro

Menurut salah satu komunitas perempuan dan anak-anak di Australia, sepanjang sejarah, tindakan dan kebebasan perempuan telah diatur oleh budaya ataupun kelompok tertentu. Hingga pada masa perempuan mulai bebas dan memiliki akses, hal ini dianggap sebagai hal yang nggak lumrah dan menyimpang.

Dari sanalah, slut shaming bukan hanya dilakukan oleh satu dua orang saja. Nyatanya, masih banyak masyarakat yang sengaja ataupun tidak sengaja melakukan slut shaming

Teen Vogue menjelaskan tentang bentuk slut shaming yang sering kali terjadi di masyarakat. Misalnya merendahkan pakaian perempuan lain, asumsi penggunaan makeup hanya untuk menarik lawan jenis, hingga komentar negatif pada perempuan yang mengunggah fotonya karena dianggap terlalu seksi.

Cara Menghindari Slut Shaming

Slut Shaming, Bentuk Kekerasan Verbal pada Perempuan yang Jarang Diketahui
Say No To Slut Shaming!/Foto: pexels.com/Julia Cameron

Tindakan slut shaming ini sangat buruk karena bisa membuat korban merasa rendah diri hingga depresi. Cara untuk menghindari tindakan slut shaming adalah dimulai dari diri sendiri. Tunjukkan bahwa setiap orang, di mana pun ia berada maka ia berhak dihormati dan juga diperlakukan setara. 

Selain itu, kamu juga bisa lebih memperhatikan kata-kata yang digunakan, jangan sampai membuat orang sakit hati atas perkataan yang kamu utarakan atas penampilan mereka misalnya. Kamu juga bisa mulai mengajak teman dan keluarga terdekat untuk melakukan hal yang sama untuk menghindari tindakan slut shaming ini.

Lalu bagaimana jika kamu adalah korban dari tindakan slut shaming? Kamu bisa melaporkan hal tersebut dan meminta bantuan kepada pihak-pihak yang berwenang hingga tenaga profesional yang bisa mendengarkan kekhawatiranmu. 

Diserang atau diejek melalui slut shaming adalah bentuk intimidasi yang serius. Untuk itu, jangan biarkan pelaku tidak menyadari tindakannya. Tentu, slut shaming adalah hal yang harus dihindari dan diberantas.

Mulai edukasi diri dan ajak orang sekitar untuk menghindari tindakan ini, maka lama-kelamaan slut shaming menjadi hal yang tidak akan pernah dibenarkan. Kamu siap untuk mulai perubahan itu, Beauties?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id