STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Pamer Harta Lagi Marak, Bagaimana Pandangan Islam Terhadap Flexing di Media Sosial?

Riswinanti Pawestri Permatasari | Beautynesia
Rabu, 23 Mar 2022 22:00 WIB
Pamer Harta Lagi Marak, Bagaimana Pandangan Islam Terhadap Flexing di Media Sosial?

Flexing alias pamer harta belakangan ini memang sedang marak dilakukan oleh masyarakat. Para artis, YouTuber, selebgram, dan para influencer dari berbagai platform seolah berlomba-lomba mengunggah postingan yang menunjukkan seberapa banyak harta mereka.

Dari fenomena flexing tersebut, akhirnya istilah crazy rich semakin populer, yaitu titel yang ditujukan pada orang-orang dengan kekayaan melimpah. 

Lalu, bagaimana pandangan Islam terhadap fenomena flexing ini? Yuk, cari tahu jawabannya!

Fenomena Flexing Alias Pamer Harta di Media Sosial

Alasan Seseorang Gemar Melakukan Flexing/Foto:Freepik.com/LookstudioIlustrasi flexing/Foto:Freepik.com/Lookstudio

Dalam kamus Merriem-Webster, flexing adalah istilah slang dalam Bahasa Inggris Amerika yang memiliki arti pamer. Istilah ini sudah muncul di kalangan masyarakat Negeri Paman Sam sejak tahun 1990-an, dan salah satunya masuk dalam lirik lagu Was A Good Day yang dipopulerkan rapper Ice Cube.

Seiring waktu, penggunaannya semakin meluas hingga zaman sekarang. Seiring dengan populernya istilah crazy rich, banyak orang sepertinya semakin berlomba untuk mendapatkan titel  tersebut. Kemudahan teknologi informasi membuat pelaku bisa dengan mudah menunjukkan kekayaan dalam bentuk konten-konten provokatif.

Tindakan pamer harta ini bisa berupa hal-hal kecil seperti mengunggah foto tagihan makan dengan nominal fantastis, menampilkan tumpukan uang, rumah mewah, dan kendaraan mahal. Dalam skala yang lebih ekstrim, pelaku bahkan terang-terangan mengungkapkan total kekayaan yang dimiliki demi mendapatkan respon dari masyarakat.

Bagaimana Pandangan Islam Terhadap Flexing?

Pandangan Islam tentang Flexing/Foto: Pexels.com/Pexels.com
Pandangan Islam tentang Flexing/Foto: Pexels.com/Pexels.com

Flexing umumnya adalah sikap memamerkan harta dengan tujuan mendapat pujian dari orang lain. Dalam Islam, tindakan ini termasuk riya’, yaitu sikap sombong dan terlalu bangga dengan diri sendiri. Hal ini jelas-jelas sudah dilarang dalam Islam, sebagaimana ditulis dalam surat Al-Ma’un ayat 1-7.

A ra'aitallażī yukażżibu bid-dīn. Fa żālikallażī yadu'ul-yatīm. Wa lā yahddu ‘alā ta’āmil-miskīn. Fa wailul lil-musallīn. Allażīna hum ‘an salātihim sāhụn. Allażīna hum yurā'ụn. Wa yamna’ụnal-mā’ụn.

Artinya: "Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. Maka celakalah orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya, yang berbuat riya, dan enggan (memberikan) bantuan." (QS. Al Maun: 1-7).

Ciri-Ciri dan Bahaya Sikap Riya’

Belanja saat diskon akhir tahun/ Foto: freepik.com/lifeforstockIlustrasi flexing/ Foto: freepik.com/lifeforstock

Sikap riya’ adalah tindakan yang tidak disukai Allah SWT karena bisa menjerumuskan pada dosa besar. Dalam surat Az Zumar ayat 72, disebutkan bahwa orang-orang yang menyombongkan diri akan masuk ke dalam neraka Jahannam.

“Qīladkhulū abwāba jahannama khālidīna fīhā, fa bi`sa maṡwal-mutakabbirīn”

Artinya: “Dikatakan (kepada mereka): "Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya" Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS. Az-Zumar ayat 72).

Parahnya, sikap riya’ seringkali tidak disadari sehingga semakin mendarah daging dan jadi kebiasaan. Menurut Ali bin Ali Thalib, beberapa ciri orang yang riya’ antara lain adalah malas saat sedang sendirian, namun menjadi giat saat berada di keramaian.

Umumnya, orang yang memiliki sifat ini akan beramal dan berbuat baik demi mendapatkan pujian. Hal ini cukup sering ditemukan dalam masyarakat saat ini, di mana banyak tokoh ternama yang menunjukkan amal dan ibadahnya hanya demi imej.

Bagaimana Agar Terhindar dari Riya’?

Pandangan Islam tentang Flexing/Foto: Pixabay.com/Pezibear
Pandangan Islam tentang Flexing/Foto: Pixabay.com/Pezibear

Riya’ adalah perbuatan orang munafik, dan sangat dilarang dalam Islam. Agar terhindar dari sifat ini, kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini akan membuat hati kita bersih karena selalu mengingat Sang Pencipta. Selain itu, untuk menghindari perilaku flexing atau pamer harta, kita harus meluruskan niat saat melakukan apapun sehingga terhindar dari sikap sombong dan berlebihan.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE