sign up SIGN UP

Pandemi Covid-19 Sebabkan Banyak Orang Di Singapura Tunda Menikah dan Punya Anak, karena Faktor Ekonomi?

Fina Prichilia | Sabtu, 02 Oct 2021 18:00 WIB
Pandemi Covid-19 Sebabkan Banyak Orang Di Singapura Tunda Menikah dan Punya Anak, karena Faktor Ekonomi?
caption
Jakarta -

Saat ini, Singapura kabarnya tengah mengalami resesi seks. Resesi itu sendiri merupakan istilah ekonomi untuk pertumbuhan yang negatif dua kuartal berturut-turut dalam satu tahun, Beauties.

Ini karena jumlah pernikahan negara tersebut turun drastis ke level terendah dalam 34 tahun terakhir. Angka kelahiran pun juga menurun selama tujuh tahun.

Karena Pandemi Covid-19

Kasus harian COVID-19 di Singapura terus cetak rekor baru. Pada Rabu (29/9) kemarin kasus harian COVID-19 Singapura bahkan melampaui kasus harian di Indonesia.Kasus harian COVID-19 di Singapura terus cetak rekor baru. Pada Rabu (29/9) kemarin kasus harian COVID-19 Singapura bahkan melampaui kasus harian di Indonesia./ Foto: AP Photo

Disebut-sebut, salah satu alasannya karena pandemi covid-19. Menurut Divisi Kependudukan dan Bakat Nasional Singapura, pembatasan sosial yang terjadi selama pandemi sebabkan resesi seks.

Menurut lembaga tersebut, adanya pembatasan pertemuan besar tahun lalu, berdampak pada pasangan yang menunda pernikahan.

Dikutip dari laman Channel News Asia, hanya ada 19.430 pernikahan yang terjadi pada tahun 2020. Jumlah ini menurun 12,3 persen dari sebelumnya 22.165 pernikahan di tahun sebelumnya, Beauties.

Bukan cuma itu, namun rupanya juga berdampak terhadap pasangan yang sudah menikah untuk memiliki anak. Yakni hanya ada 31.816 kelahiran di tahun 2020. Jumlah ini diketahui menurun 3,1 persen dari tahun sebelumnya.

Angka ini pun dinilai terendah sejak 2014. Pasalnya rata-rata kelahiran itu sekitar 32.500 tiap tahunnya, dalam lima tahun terakhir (2016-2020), yang mana ini sedikit lebih banyak dalam lima tahun sebelumnya. Yaitu 32.400 pada 2011-2015.

Karena Faktor Ekonomi?

Kasus harian COVID-19 di Singapura terus cetak rekor baru. Pada Rabu (29/9) kemarin kasus harian COVID-19 Singapura bahkan melampaui kasus harian di Indonesia.Kasus harian COVID-19 di Singapura terus cetak rekor baru. Pada Rabu (29/9) kemarin kasus harian COVID-19 Singapura bahkan melampaui kasus harian di Indonesia./ Foto: AP Photo

Divisi Kependudukan dan Bakat Nasional Singapura melakukan survei kepada warganya. Survei ini melibatkan 4.000 warga Singapura pada Juni 2020.

Diketahui sebagian warga memilih menunda kehamilan karena khawatir akan masalah kesehatan, juga ekonomi selama pandemi covid-19 ini.

"Karena khawatir tentang kondisi kesehatan dan ekonomi masyarakat yang tidak pasti," ungkap lembaga tersebut.

Dana 3.000 Dolar bagi yang Ingin Miliki Anak

Bila resesi seks berlangsung terus menerus, pemerintah pun akan menghadapi tantangan struktural jangka panjang, Beauties. Kabarnya, Singapura telah memberi insentif pada warganya yang ingin punya anak di tengah pandemi covid-19.

Dana hibah itu sebesar 3.000 Dolar Singapura atau setara Rp31 juta.

---------------------

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!


Our Sister Site

mommyasia.id