sign up SIGN UP

Penggunaan Sedotan Plastik Ternyata Berbahaya Bagi Kesehatan dan Lingkungan

Cynthia Claudia | Beautynesia
Sabtu, 21 Aug 2021 07:30 WIB
Penggunaan Sedotan Plastik Ternyata Berbahaya Bagi Kesehatan dan Lingkungan
caption

Beauties, apakah kalian tahu bahwa penggunaan sedotan plastik ternyata berbahaya juga lho bagi kesehatan? Dilansir dari National Geographic, penggunaan sedotan plastik nggak hanya berbahaya bagi pencemaran lingkungan namun juga bagi kesehatan sehingga sekarang pemakaiannya dikurangi.

Minum menggunakan sedotan dapat menyebabkan perut kembung karena banyak udara yang masuk melalui sedotan. Selain itu, penggunaan sedotan juga dapat meningkatkan risiko gigi berlubang karena cenderung mengirimkan minuman manis ke celah-celah gigi yang susah dibersihkan.

Penelian dari PHYS juga menunjukkan bahwa penggunaan sedotan plastik yang berlebihan menyebabkan menumpuknya sampah plastik di dunia. Sehingga pada tahun 2050, diprediksi bahwa plastik di lautan jumlahnya akan meningkatkan dibandingkan populasi ikan. Kedua penemuan ini menjadi bukti untuk mengurangi penggunaan plastik, termasuk sebagai sedotan. Penggunaan sedotan yang ramah lingkungan seperti dari logam pun sering digunakan oleh masyarakat sekarang.

Jadi, apa saja dampak buruk penggunaan sedotan plastik bagi lingkungan selain bagi kesehatan?

Tidak Dapat Diurai

Sedotan plastik dan sampah
Sedotan plastik dan sampah/ Foto: Pexels/Magda Ehlers

Sedotan plastik merupakan 1 dari 10 sampah plastik yang paling banyak ditemukan di lautan. Plastik merupakan bahan yang tidak dapat diurai, tidak seperti kertas atau bahan lainnya.

Dibutuhkan lebih dari ratusan tahun untuk mengurai sampah plastik. Namun, plastik juga merupakan bahan photodegrades yang seiring berjalannya waktu akan mengalami proses pelepasan zat berbahaya yang beracun sehingga berkontribusi bagi pencemaran lingkungan.

Mencemari Habitat di Laut

Ilustrasi habitat di laut
Ilustrasi habitat di laut/ Foto: Pexels/Belle Co

Mengapa kita sering menemukan sampah plastik di laut? Karena sampah plastik yang tidak dapat terurai akan ikut dibuang ke dalam lautan.  Dilansir dari National Geographic, sampah plastik yang dibuang ke lautan adalah 8 juta ton setiap tahunnya.

Bahan apa pun yang terbuat dari plastik termasuk sedotan pun ditemukan di lautan. Selain berkontribusi bagi pencemaran lingkungan, sampah plastik yang menumpuk di dalam laut tentunya  mengganggu  habitat para hewan yang hidup di sana. Kehidupan mereka pun terancam bukan hanya gara-gara terganggunya habitat, namun juga rantai makanan yang terganggu.

Dilansir dari Time, para ilmuwan menemukan seekor kura-kura di laut yang memiliki parasit di hidungnya. Awalnya dianggap sebagai cacing, namun hasilnya ternyata mengejutkan. Setelah diselidiki lebih lanjut, parasit tersebut bukan cacing namun sebuah sedotan yang tersangkut di saluran pernapasan kura-kura tersebut. Penemuan ini menunjukkan bahwa sampah plastik membahayakan para hewan penghuni di dalam laut.

Beberapa Jenis Sedotan Plastik Tidak Dapat Didaur Ulang

sedotan plastik
Sedotan plastik/ Foto: Pixabay

Jenis plastik yang dibuat khusus untuk sedotan merupakan polypropylene (PP) yang tidak dapat didaur uang. Jenis plastik ini juga biasanya digunakan untuk membuat botol-botol yang menampung sirup, obat, saus, dan lain-lain.

Jenis plastik yang tidak dapat didaur ulang hanya akan berakhir di tempat pembuangan sampah. Cepat atau lambat, pembuangan sampah ini juga akan ditampung di lautan sehingga membahayakan para hewan penghuni lautan.

Tidak Bisa Didaur Ulang Secara Alami

Sampah plastik
Sampah plastik/ Foto: Pexels/Lucien Wanda

Plastik merupakan salah satu bahan yang tidak bisa didaur ulang melalui mikro-orgnisme secara alami menjadi molekul baru. Namun, sekarang kita sudah banyak menemukan plastik yang sifatnya biodegradeable, tidak sedikit juga sedotan yang menggunakan plastik bahan ini.

Plastik jenis ini hanya bisa didaur ulang melalui kompos industri dan memakan waktu hingga ratusan tahun. Jumlah sampah plastik yang mencapai 8 juta ton per tahun pun membutuhkan waktu yang lama untuk mendaur ulang sampah plastiknya.

Mengingat dampak buruknya sedotan plastik bagi kesehatan dan lingkungan, inisiatif ramah lingkungan apa yang ingin kalian ambil untuk mengurangi penggunaan sedotan plastik, beauties?

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id