sign up SIGN UP

Profil Halimah Yacob, Presiden Perempuan Pertama Singapura yang Punya Segudang Prestasi

Risqi Nurtyas Sri Wikanti | Beautynesia
Senin, 20 Jun 2022 06:30 WIB
Profil Halimah Yacob, Presiden Perempuan Pertama Singapura yang Punya Segudang Prestasi
Halimah Yacob, presiden perempuan pertama Singapura/ Foto: instagram.com/halimahyacob

Saat ini, kepala negara di berbagai belahan dunia didominasi oleh pria. Memang ada kepala negara perempuan, namun persentasenya jauh lebih sedikit. Untuk di masa sekarang, presiden Singapura saat ini masuk ke daftar salah satu dari sedikit kepala negara perempuan di dunia.

Presiden Singapura ini bernama Halimah Yacob, mencetak sejarah sebagai presiden perempuan pertama Singapura. Negara tetangga yang merupakan negara multietnik tersebut memiliki variasi etnis seperti Tionghoa, Melayu, India, Eropa, dan lainnya. Halimah Yacob menjadi wakil dari etnis Melayu yang memimpin hampir 6 juta warga Singapura.

Beauties ingin tahu lebih jelas mengenai profil Halimah Yacob, presiden perempuan pertama Singapura dan berbagai pencapaiannya? Segera simak di bawah ini!

Berasal dari Keluarga Kurang Mampu

Halimah Yacob dengan cucunya/ Foto: instagram.com/halimahyacob
Halimah Yacob dengan cucunya/ Foto: instagram.com/halimahyacob

Perempuan yang lahir pada 23 Agustus 1954 ini merupakan anak terakhir dari lima bersaudara. Ayahnya meninggal ketika usianya masih delapan tahun, dan ibunya menjadi tulang punggung bagi seluruh anggota keluarga.

Sang ibu bekerja di kedai makanan dari jam 4 pagi sampai 10 malam. Di usia 10 tahun, Halimah bekerja membantu ibunya di kedai. Pekerjaan seperti mencuci piring, membersihkan meja, dan menyajikan makanan sudah biasa dia lakukan.

Tempaan dari kecil itulah yang membentuk pribadi Halimah Yacob sekarang ini. Pernah merasakan pengalaman menjadi orang yang kekurangan menjadi salah satu alasan Halimah untuk bisa menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat.

Punya Keluarga yang Suportif

Halimah Yacob dan suami melakukan kunjungan ke Jogja bertemu Sultan HB X dan istri/ Foto: instagram.com/halimahyacob
Halimah Yacob dan suami melakukan kunjungan ke Jogja bertemu Sultan HB X dan istri/ Foto: instagram.com/halimahyacob

Halimah Yacob bertemu dengan suaminya, Mohamed Abdullah saat kuliah di Universitas Singapura. Dirinya kuliah di jurusan hukum dan Mohamed adalah mahasiswa jurusan fisika. Keduanya saling mengenal karena aktif dalam kegiatan mahasiswa Muslim.

Menikah pada tahun 1980, pasangan suami istri ini dikaruniai lima orang anak. Halimah mengaku kalau dia dan suaminya selalu bekerja sama dalam segala hal. Sang suami menjadi pilar paling suportif dalam hidupnya.

Selain sang suami, ada sang ibu, Maimun Abdullah, yang sangat berjasa dalam hidup Halimah. Ketika ibunya meninggal pada 11 September 2015, bertepatan dengan Pemilu 2015, Halimah sangat merasa sedih dan kehilangan.

“Waktu itu adalah hari tersedih dalam kehidupan saya. Ibu saya punya andil besar untuk membuat saya menjadi sekarang ini,” ungkap Halimah pada The Straits Times.

Karier yang Cemerlang di Kancah Nasional dan Internasional

Halimah Yacob bekerja di ruangan kantornya/ Foto: instagram.com/halimahyacob
Halimah Yacob bekerja di ruangan kantornya/ Foto: instagram.com/halimahyacob

Halimah Yacob yang lulus sebagai seorang sarjana hukum dan punya gelar master dalam bidang yang sama kemudian mulai bekerja sebagai pegawai bidang hukum di Kongres Serikat Buruh Nasional Singapura (NTUC) tahun 1978. Setelah itu, kariernya naik menjadi Sekretaris Eksekutif Serikat Pekerja Elektronik dan Direktur Sekretariat Pembangunan Perempuan.

Dia banyak bekerja di bidang yang berhubungan dengan pengembangan perempuan. Kariernya semakin cemerlang ketika ditunjuk menjadi orang Singapura pertama sebagai anggota Organisasi Buruh Internasional (ILO) pada tahun 1999.

Punya Misi untuk Kesejahteraan Buruh dan Perempuan

Halimah Yacob dalam salah satu agenda kerjanya/ Foto: instagram.com/halimahyacob
Halimah Yacob dalam salah satu agenda kerjanya/ Foto: instagram.com/halimahyacob

Aktif sebagai aktivis, Halimah Yacob sangat vokal dalam isu-isu sosial mengenai kesejahteraan buruh. Dia mendukung pengaturan kerja yang fleksibel dan cuti untuk merawat keluarga bagi para buruh.

Hal-hal tersebut tentu saja memiliki dampak positif untuk meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja. Dia bahkan berhasil memperjuangkan tunjangan medis yang setara untuk PNS perempuan di Singapura.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong memberikan pujian untuk Halimah, "Dia berbicara dengan suara yang praktis dan penuh kasih, membantu kami untuk membentuk kebijakan yang efektif dengan sentuhan manusiawi."

Presiden Perempuan Pertama Singapura

Halimah Yacob dan Presiden Jokowi/ Foto: instagram.com/halimahyacob
Halimah Yacob dan Presiden Jokowi/ Foto: instagram.com/halimahyacob

Orang nomor satu di Singapura ini memegang banyak rekor sebagai perempuan pertama di berbagai posisi pemerintahan Singapura. Tahun 2001, Halimah menjadi perempuan Melayu pertama yang menjadi anggota parlemen Singapura.

Tahun 2013, Halimah menjadi perempuan pertama yang menjadi Ketua Parlemen Singapura. Akhirnya, empat tahun kemudian dia menjadi presiden perempuan pertama Singapura. Berasal dari Partai Aksi Rakyat (PAP), Halimah adalah politisi perempuan Muslim yang paling lama memimpin.

Halimah dilantik menjadi presiden ke-8 Singapura pada 14 September 2017. Dirinya adalah presiden perempuan pertama negara tersebut, dan presiden Singapura dari etnis Melayu pertama setelah 47 tahun.

Melihat penjelasan di atas, pencapaian Halimah Yacob sangat impresif, ya? Semoga menginspirasi, Beauties!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id