sign up SIGN UP

Ramai Konten Vulgar FWB di Medsos: Ini Lho Makna Edukasi Seks yang Sebenarnya Menurut Para Ahli!

Nadya Quamila | Beautynesia
Rabu, 15 Jun 2022 14:00 WIB
Ramai Konten Vulgar FWB di Medsos: Ini Lho Makna Edukasi Seks yang Sebenarnya Menurut Para Ahli!
caption
Jakarta -

Beauties, baru-baru ini netizen di media sosial ramai membicarakan soal konten vulgar terkait FWB (friends with benefit) berkedok edukasi seks. Potongan video viral diunggah oleh akun TikTok @voox.media menampilkan beberapa perempuan muda yang sedang menceritakan pengalaman mereka seputar FWB. Sebagai informasi, FWB adalah hubungan pertemanan dengan keintiman fisik tanpa adanya komitmen.

Dianggap tidak ada unsur edukasi sama sekali dari potongan video tersebut, netizen pun langsung melayangkan berbagai komentar tajam dan kritik. Netizen juga menyorot fakta bahwa salah satu perempuan dalam video tersebut masih berumur 18 tahun, padahal video yang diunggah dilabeli untuk dikonsumsi umur 21 tahun ke atas.

Lantas, sebenarnya seperti apa, sih, makna dari edukasi seks yang sebenarnya? Yuk, simak penjelasan dari para ahli berikut ini!

BKKBN: Edukasi Seks Fokusnya Bukan Intercourse

Pasangan (Foto: Pexels/Dương Nhân)Ilustrasi perempuan dan pria/Foto: Pexels/Dương Nhân

Topik edukasi seks memang masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat. Salah satu faktornya adalah karena adanya miskonsepsi soal edukasi seks itu sendiri. Masih ada yang menganggap bahwa edukasi seks artinya hanya membahas soal hubungan seksual.

Padahal, menurut Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dr Hasto Wardoyo, SpOG, edukasi seks sebenarnya tak melulu perihal hubungan seks atau intercourse. Bahkan, hubungan seks hanyalah sepersekian persen dari bahasan edukasi seks. Lebih luas dari itu, edukasi seks seharusnya membagikan informasi terkait kesehatan

"Edukasi seks yang benar itu bukan berfokus pada sexual intercourse, kadang-kadang kesalahan persepsi di situ (bahwa) sexual education identik dengan sexual intercourse. Seolah-olah bagaimana belajar berhubungan seks, mengenal cara berhubungan seks," terangnya, dikutip dari detikHealth

Viral konten vulgar soal FWB berkedok edukasi seksViral konten vulgar soal FWB berkedok edukasi seks/ Foto: Freepik/pch.vector

dr Hasto juga memberikan contoh, salah satu bahasan dalam edukasi seks adalah cara perempuan mencegah kanker mulut rahim, yakni dengan tidak melakukan hubungan seks pada usia dini. Bahasan terkait kesehatan seperti inilah yang sebenarnya dibenarkan dalam edukasi seks.

"Ketika video itu tidak memberikan pelajaran tentang benefit dari sisi kesehatan, maka video ini sangat tidak positif. Biasanya fokus interest untuk kita belajar masalah seks itu lebih kepada dekat dengan health education. Jadi bagaimana mencegah, sebagai contoh, mencegah kanker mulut rahim sehingga kita tidak berhubungan seks pada usia dini," terangnya.

"Kalau kita berdiskusi, membuat semacam vlog atau video singkat kemudian yang ditonjolkan bagaimana memancing emotional sex-nya, membuat orang bisa berkhayal membayangkan, atau benefit lainnya misalkan lebih betul-betul maksiat, misal dia sampai mendatangkan finansial karena perilaku seksnya itu lebih jatuh lagi," pungkasnya.

Dokter Boyke: Kurangnya Informasi Jadi Faktor Miskonsepsi Edukasi Seks

Sisi Lain dr Boyke, Pengalaman Mistis hingga Pasien Sadomasokisdr Boyke/ Foto: Khairunnisa Adinda Kinanti/detikHealth

Menanggapi video yang sedang viral, pakar seks dr Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS, mengaku prihatin. Banyaknya konten serupa tercipta akibat sensor berlebihan terhadap edukasi seks yang sebenarnya. Di sisi lain, masyarakat memiliki rasa keingintahuan yang tinggi.

Ketiadaan atau kurangnya sumber dan makna yang jelas dari edukasi seks, membuat orang-orang akhirnya menciptakan konten edukasi seks dan memaknainya versi diri masing-masing. Internet pun menjadi platform tersebarnya konten tersebut karena selain gampang viral, pengawasan dari pihak berwenang pun minim.

"Youtuber-youtuber itu bikin konten seperti itu kan karena masyarakat ingin tahu... Ada dokter yang ngomong sebagai sex educator dilarang-larang akhirnya semua bikin konten enggak jelas. Aku sedih sih," ungkap dr Boyke, dikutip dari detikHealth.

Namun dr Boyke juga menekankan, bahwa perbedaan dari edukasi seks dengan konten vulgar yang beredar adalah ilmu yang disampaikan. Menurutnya, edukasi seks harus bisa memberi informasi mengenai kesehatan organ reproduksi dengan istilah yang jelas.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id