sign up SIGN UP

Viral Konten Vulgar Soal FWB Berkedok Edukasi Seks, Netizen: Nggak Ada Unsur Edukasi Sama Sekali!

Nadya Quamila | Beautynesia
Rabu, 15 Jun 2022 11:45 WIB
Viral Konten Vulgar Soal FWB Berkedok Edukasi Seks, Netizen: Nggak Ada Unsur Edukasi Sama Sekali!
caption
Jakarta -

Baru-baru ini viral potongan video dari TikTok yang menghebohkan netizen di media sosial. Konten tersebut berisikan sekelompok perempuan yang saling bercerita membagikan pengalaman mereka soal FWB atau friends with benefit. Mereka mengaku bahwa obrolan tersebut merupakan bentuk edukasi seks.

"Tips nggak baper sama FWB?" ucap seorang perempuan dalam video tersebut.

"Gue ada, sih. Gue nggak mau chat-an, kabar-kabaran, terus pas lagi ketemu, gue nggak mau ada deep talk sama sekali. Gue nggak pengen tau urusan lo, dan lo juga nggak perlu tau urusan gue," jawab seorang perempuan lainnya.

"Keren, sih, keren," reaksi dari beberapa perempuan di video tersebut.

Netizen pun langsung mengkritik lantaran video tersebut dinilai tidak ada unsur edukasi seks sama sekali dan hanya berisikan obrolan vulgar. Bahkan, diketahui salah satu perempuan dalam video tersebut masih berumur 18 tahun, padahal video yang diunggah dilabeli untuk umur 21 tahun ke atas.

Sebagai informasi, friends with benefit adalah bentuk hubungan yang sering dilihat sebagai cara praktis untuk mendapatkan hubungan seks kasual dan menarik banyak orang karena mereka bisa memperoleh pengalaman seksual tanpa komitmen, seperti dikutip dari Psychology Today.

Viral Konten Soal FWB Berkedok Edukasi Seks

Potongan video yang viral itu diunggah oleh akun TikTok @voox.media. Berbagai kritik tajam dan kecaman netizen ditujukan pada konten milik Voox Media tersebut. Melalui akun Twitternya, @vooxmedia, sempat memberikan pernyataan sebelum akhirnya meminta maaf.

Awalnya, Voox Media menjelaskan bahwa program mereka, yakni GIRLSCLASS, merupakan program yang mengandung tema 21+ dengan tujuan untuk memberikan informasi soal edukasi seks yang dinilai masih tabu di masyarakat.

"Program GIRLSCLASS merupakan program yang mengandung tema 21+ dengan jelas tim voox telah bubuhkan info tersebut diawal setiap konten yang di-upload di channel YouTube kami. Tujuan program ini dengan garis besar membawa info tentang sex edukasi yang masih tabu di masyarakat kita. Semua bagian yang mengarah pada penerjemahan berupa verbal telah kita kurasi dengan baik. Penggunaan sensor pun kami berikan. Tapi mohon dicatat kembali, program ini untuk 21+ mohon bijak dalam memilih tontonan anda," tulis Voox Media di Twitter pada Senin (13/6).

Namun, netizen kembali mengungkapkan mengungkapkan bahwa mereka tidak melihat unsur edukasi seks yang dimaksudkan dalam konten soal FWB yang ramai beredar. Akhirnya, Voox Media merilis permohonan maaf yang diunggah di Instagram dan Twitter mereka pada Selasa (14/6).

"Kami voox dengan segala kerendahan hati meminta maaf sebesar-besarnya atas informasi yang beredar di sosial media mengenai program GirlsClass. Kami menyadari bahwa konten tersebut bukanlah konten sex education, hanya ada sedikit informasi berupa dampak buruk dari setiap tema konten yang dibahas. Ke depannya ini tentu akan menjadi fokus utama kami untuk membenahi konten GirlsClass. Terima kasih untuk semua yang telah menyampaikan kritik dan saran, kami mendengar sekaligus menjadi modal untuk membangun voox menjadi lebih baik lagi," tulisnya.

Komentar Netizen: Nggak Ada Unsur Edukasi Sama Sekali!

Viral konten vulgar soal FWB berkedok edukasi seksViral konten vulgar soal FWB berkedok edukasi seks/ Foto: Freepik/pch.vector

Soal konten FWB berkedok edukasi seks yang viral, kali ini netizen berada di kubu yang sama: konten tersebut dinilai sama sekali tidak memberikan informasi soal edukasi seks karena hanya seperti 'mengumbar' pengalaman seks mereka. Malah, konten tersebut justru dianggap menjurus kepada seks bebas.

Hal lain yang disorot netizen adalah fakta bahwa salah satu perempuan di konten tersebut diketahui masih berusia 18 tahun. Menurut salah seorang netizen, jika memang ingin membuat konten soal edukasi seks, sebaiknya mengundang seseorang yang ahli di bidangnya.

"Kalo tujuannya edukasi harusnya yg diundang ya seksolog, sex educator, atau yang emang expert d bidangnya. Banyak kok yang concernnya di situ, sejauh yang gue tangkep dari videonya (udah nonton setengah btw) isinya gaada edukasi sama sekali," tulis akun @nike****** di Twitter.

Akun tersebut menambahkan, "Kalo mau sex edu ajarin lah tu caranya merawat kesehatan reproduksi, penggunaan alat kontrasepsi dan jenisnya, cara menghindari STD, deteksi dininya gimana. Orang mau teredukasi gimana kalo isinya cuma pengalaman FWB (yang definisinya aja salah)."

Seorang netizen lainnya berkomentar bahwa konten 'sesat' seperti inilah yang justru membuat edukasi seks menjadi tabu dan sulit diterima masyarakat.

"'Sex education' sesat gini nih yg bikin sex ed beneran jadi tabu dan sulit diterima masyarakat, padahal yang mengedukasi seksolog/psikolog yang memang ahli di bidangnya..." tulis akun @okco*******.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id