Seks Saat Hamil, Bahaya Gak?
Jika kamu sedang menjalani kehamilan pertama, mungkin akan ada banyak sekali pertanyaan yang muncul dalam benakmu. Salah satunya adalah apakah kamu boleh berhubungan seks selama kehamilan. Kamu juga mungkin bertanya-tanya apa pengaruh kehamilan terhadap seks. Nah, pada dasarnya, sangat aman untuk kamu berhubungan seks selama kehamilan kecuali jika dokter atau bidan melarangnya dengan alasan medis.
![]() Suami dan Istri/ Sumber: Freepik.com |
Berhubungan seks tidak akan menyakiti bayi dalam kandunganmu. Penis atau mainan seks penetratif tidak dapat menembus masuk ke dalam rahim dan bayi tidak dapat merasakan apapun apa yang sedang terjadi. Akan tetapi, mungkin akan ada beberapa perubahan signifikan yang kamu rasakan selama kehamilan.
1. Penurunan Gairah Seksual
Selama kehamilan, dorongan seksualmu akan berubah akibat dari perubahan signifikan dari hormon. Meskipun begitu, ini bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, membicarakannya dengan pasanganmu akan sangat membantu untuk membuatnya memahami kondisi dan situasi yang sedang kamu alami.
![]() Dorongan seksual selama hamil/ Sumber: Freepik.com |
2. Seks Menjadi Sangat Menyenangkan
Di sisi lain, ada juga kemungkinan para ibu hamil merasa berhubungan seks selama kehamilan menjadi sangat menyenangkan. Beberapa wanita hamil mengaku bahwa mereka menemukan cara yang lebih spesial untuk mendapatkan kasih sayang dan mencurahkannya.
3. Orgasme Selama Kehamilan Tidak Akan Bermasalah
Jika kehamilan yang kamu jalani normal dan kamu tidak mengalami komplikasi, berhubungan seks dan orgasme tidak akan meningkatkan risiko kontraksi dini atau pun keguguran. Orgasme bahkan dapat menjadi hal yang lebih menyenangkan dibandingkan dengan orgasme sebelum kehamilan.
![]() Kontraksi akibat seks/ Sumber: Freepik.com |
4. Kontraksi Akibat Seks
Pada ibu hamil yang sedang menjalani kehamilan di trimester terakhir, orgasme atau bahkan seks itu sendiri dapat memicu kontraksi ringan. Jika ini terjadi, kamu akan merasakan otot-otot rahim mengeras. Ini dikenal sebagai kontraksi Braxton Hicks dan bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi ini normal dan tidak perlu khawatirkan. Kamu hanya perlu mencoba beberapa teknik relaksasi atau hanya berbaring sampai kontraksi berlalu.
Kapan seks harus dihindari saat hamil?
Meskipun seks sepenuhnya aman untuk dilakukan selama kehamilan, ini bisa memicu bahaya jika dokter atau bidanmu melarang untuk melakukannya. Selain itu, waspadai juga tanda-tanda kondisi serius seperti pendarahan hebat dalam kehamilan. Seks juga dapat meningkatkan risiko perdarahan lebih lanjut jika kamu memiliki kondisi plasenta rendah atau hematoma.
Kamu juga akan disarankan untuk menghindari seks jika:
- Ketuban pecah - ini dapat meningkatkan risiko infeksi (tanyakan kepada bidan atau dokter jika kamu tidak yakin apakah ketubanmu pecah)
- Ada masalah dengan serviks - kamu mungkin berisiko lebih tinggi mengalami persalinan dini atau mengalami keguguran
- Kamu memiliki anak kembar, atau sebelumnya pernah melahirkan prematur, dan sedang dalam tahap akhir kehamilan
Bagaimana posisi seks yang baik dan buruk selama kehamilan?
Meskipun seks aman untuk sebagian besar pasangan yang sedang menjalani kehamilan, mungkin ini sebenarnya tidak semudah itu. Kamu mungkin perlu mencari posisi yang berbeda. Ini mungkin akan memakan waktu untuk mengeksplorasi posisi terbaik untuk mencari kenyamanan bagi suami dan istri. Jadi, pastikan untuk berkomunikasi dengan pasanganmu, ya!


