Sebagai warga negara Afghanistan-Amerika dan berusia lanjut, Mahbouba Seraj memilih untuk kembali ke Kabul ketika kelompok militer Taliban mengambil alih pemerintahan pada tahun 2021.
Mahbouba memimpin Afghan Women Skills Development Centre, sebuah organisasi nirlaba untuk perempuan dan anak-anak yang mengalami pelecehan. Mahbouba juga seorang jurnalis, aktivis kemanusiaan dan perdamaian dengan pengalaman lebih dari empat dekade.
Mahbouba Seraj/Foto: Dok. The Globe and Mail |
“Sejak saya memasuki negara ini pada tahun 2003, saya tidak berhenti bekerja untuk perempuan dan anak-anak Afganistan. Membela mereka, menjadi suara mereka, meninggikan suara mereka, mendidik mereka, dan memberi mereka akses terhadap apa pun yang diperlukan," ucapnya seperti yang dilansir dari Tatler Asia.
Selain memimpin Afghan Women Skills Development Centre, Mahbouba juga merupakan pendiri dan direktur Organization for Research in Peace and Solidarity (ORPS) yang mengadakan diskusi di kalangan anak muda, melakukan penelitian dan survei tentang makna perdamaian dan solidaritas di hampir seluruh provinsi Afganistan.
Mahbouba Seraj/Foto: Dok. South Morning China Post |
Dikutip dari All American Speakers, Mahbouba yang lahir dari garis keturunan kerajaan, bersekolah di Malalai High School dan melanjutkan pendidikan di Universitas Kabul. Ketika Taliban mengambil kendali penuh atas Afganistan pada Agustus 2021, Mahbouba kembali ke Afganistan dan berkomitmen untuk tetap tinggal di negara tersebut dengan tujuan untuk mengadvokasi hak-hak perempuan dan anak-anak.
“Sesuatu yang saya pelajari tentang Taliban sejak awal adalah bahwa mereka tidak akan menantang seseorang yang tidak takut. Jika Anda tidak menunjukkan rasa takut, mereka akan mundur. Dan karena saya tidak punya rasa takut apa pun, saya tidak takut," ungkapnya.
Mahbouba Seraj/Foto: Dok. Helsingin Sanomat |
“Jadi kuncinya adalah jika Anda berkomitmen untuk melakukan sesuatu, harap berkomitmen hingga 100 persen, dan berikan 120 persen atau bahkan sampai 160 persen. Begitu Anda melakukannya, Anda dapat mengubah seluruh dinamika segala sesuatunya," lanjutnya.
Mahbouba juga tertarik dengan pendidikan. Salah satu karyanya adalah mengenai dua penelitian tentang partisipasi anak perempuan dalam pendidikan tinggi dan ikut memproduksi penelitian tentang pendidikan tersier untuk perempuan Afganistan.
Mahbouba diketahui juga merupakan seorang penulis dan memiliki bi line dengan Huffington Post. Dia menulis tentang situasi politik di Afganistan serta Asia Tengah dan Tenggara.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!