STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600

Studi: Pandemi Covid-19 Membuat Orang Merana Karena Jarang Mendapat Sentuhan

tjitradewi | Beautynesia
Sabtu, 24 Jul 2021 11:00 WIB
Studi: Pandemi Covid-19 Membuat Orang Merana Karena Jarang Mendapat Sentuhan

Telah banyak studi yang mengungkap bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang saling terhubung lewat komunikasi verbal maupun non-verbal, salah satunya adalah lewat sentuhan. Namun, pandemi  covid-19 ini membuat interaksi sosial sangat terbatas.

Sejumlah penelitian mengungkap bahwa selama pandemi, membuat frekuensi seseorang mendapat sentuhan dari orang lain berkurang drastis. Bahkan, ada beberapa orang yang sama sekali tak mendapat sentuhan dari orang lain. Ternyata, hal ini pun berdampak pada psikologis seseorang lho!

Seorang psikolog asal New York, Guy Winch, mengungkap bahwa ada beberapa pasiennya yang mengaku merana karena tak merasakan langsung interaksi sosial selama pandemi covid-19, Beauties.

 

Pandemi covid-19 membuat kita kehilangan banyak sentuhan kecil dari orang lain
Pandemi covid-19 membuat kita kehilangan banyak sentuhan kecil dari orang lain/ Foto: Pexels/Pixabay

"Saya punya beberapa teman dan pasien yang sama sekali tak mendapat sentuhan selama setahun. Sama sekali. Bahkan jabat tangan pun tidak. Dan mereka merasa merana karena hal itu. Ada perasaan dingin dan berjarak atas seseorang yang sama sekali tak mendapatkan sentuhan, dan hal itu akan membentuk luka di hati yang berlangsung lama," tutur Winch seperti dikutip dari TED.

Hal ini pun berlaku terhadap mereka yang 'tak suka disentuh'. Pada dasarnya dalam keseharian, manusia banyak mendapat sentuhan baik kecil maupun besar. Misalnya saja jabatan tangan dengan rekan kerja, rangkulan teman saat mencari makan siang bersama, dan sebuah pelukan hangat dari sahabat. Menurut Winch, kehilangan interaksi ini sama saja seperti mengganggu bagaimana seharusnya manusia menjalani kehidupannya.

Bagi mereka yang hidup sendiri selama pandemi covid-19 dan merasa kesepian karena tak ada interaksi sosial langsung dengan orang lain, jangan khawatir. Seorang ahli saraf dari University of Gothenburg, Swedia, Helena Wasling mengungkap sejumlah cara untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Mandi air hangat bisa membantu merelaksasi otot
Mandi air hangat bisa membantu merelaksasi otot/ Foto: Pexels/Armin Rimoldi

Pertama adalah dengan mandi air hangat. Tak hanya pelukan saja yang bisa meminimalisir rasa sakit, mandi air hangat dapat membantu merelaksasi otot di tubuh. Kedua, kamu bisa mencoba memelihara hewan seperti kucing atau anjing. Wasling menyebut berinteraksi dengan peliharaan dapat menurunkan tekanan darah dan menurunkan tingkat stres.

Ketiga, kamu bisa mencoba menelepon temanmu dan dengarkan ceritanya dengan seksama. Kamu juga bisa meminta bergantian untuk bertukar cerita dan didengarkan dengan sepenuh hati. Hal ini untuk mengisi kekosongan hati yang tak didapat dengan hadirnya seseorang secara fisik akibat pandemi covid-19.

RELATED ARTICLE