Suka Overthinking Tengah Malam? Ternyata Ini Penyebabnya!
Siang hari kamu mungkin bisa menjalani rutinitas dengan cukup baik. Pekerjaan, obrolan, dan distraksi membuat pikiran sibuk. Namun begitu malam tiba, tubuh mulai diam, lampu diredupkan, dan suasana menjadi hening, tapi pikiran justru semakin ramai. Hal-hal yang tadi terasa sepele mendadak muncul kembali, disertai rasa cemas dan pertanyaan tanpa ujung.
Fenomena ini bukan kebetulan, Beauties. Banyak orang mengalami overthinking justru saat malam hari, dan psikologi punya penjelasannya.
Â
1. Otak Kehilangan Distraksi yang Menahan Pikiran
Malam hari selalu jadi waktu overthinking karena ptal yang kehilangan distraksi / Foto: Freepik.com / Freepik
Di siang hari, perhatianmu terbagi oleh banyak aktivitas. Saat malam tiba, distraksi berkurang drastis. Dikutip dari Journal of Cognitive Neuroscience (2017), ketika stimulus eksternal menurun, otak beralih ke mode internal, memutar ulang ingatan, evaluasi diri, dan kekhawatiran. Inilah alasan pikiran terasa lebih aktif saat tubuh justru sedang melambat.
2. Penurunan Kontrol Kognitif di Malam Hari
Malam hari selalu jadi waktu overthinking karena penurunan kontrol kognitif / Foto: Freepik.com / Freepik
Kemampuan otak untuk mengendalikan pikiran negatif dipengaruhi oleh kelelahan mental. Studi dalam Emotion (2018) menunjukkan bahwa kontrol kognitif menurun di malam hari akibat kelelahan seharian. Akibatnya, kamu lebih sulit menghentikan pikiran berulang dan lebih mudah tenggelam dalam skenario “bagaimana jika?”.
|
Baca Juga : 5 Cara Mengelola Stres bagi Ibu Rumah Tangga
|
3. Ritme Sirkadian Memengaruhi Emosi
Malam hari selalu jadi waktu overthinking karena ritme sirkadian / Foto: Freepik.com / Freepik
Tubuh memiliki jam biologis yang mengatur energi dan emosi. Menurut Chronobiology International (2019), perubahan hormon seperti melatonin dan kortisol di malam hari dapat meningkatkan sensitivitas emosional. Ini membuat pikiran negatif terasa lebih intens, meski masalahnya sebenarnya tidak berubah dari siang hari.
4. Emosi yang Tertahan Seharian Mencari Ruang
Malam hari selalu jadi waktu overthinking karena emosi yang tertahan / Foto: Freepik.com / Freepik
Banyak orang menunda memproses emosi karena harus tetap berfungsi di siang hari. Penelitian dalam Journal of Affective Disorders (2020) menyebutkan bahwa emosi yang ditekan cenderung muncul saat individu berada di kondisi aman dan tenang. Malam hari menjadi “ruang bebas” bagi perasaan yang belum sempat dihadapi.
5. Kesunyian Memperbesar Dialog Batin
Malam hari selalu jadi waktu overthinking karena terlalu sunyi / Foto: Freepik.com / Freepik
Saat malam sunyi, dialog batin terdengar lebih keras. Menurut Psychological Science (2016), keheningan meningkatkan fokus pada pikiran internal, termasuk kritik diri dan evaluasi hidup. Tanpa suara luar sebagai penyeimbang, pikiranmu seolah berbicara lebih lantang dari biasanya. Inilah salah satu jawaban paling manusiawi atas kenapa malam hari selalu jadi waktu overthinking.
Overthinking di malam hari bukan tanda kamu lemah atau terlalu cemas. Itu adalah hasil dari otak yang akhirnya punya ruang untuk berbicara setelah seharian dibungkam oleh aktivitas. Alih-alih melawannya, kamu bisa mulai menyadari pola ini dengan lebih lembut, memberi jeda sebelum tidur, menenangkan tubuh, dan tidak menghakimi pikiran yang muncul. Sebab sering kali, yang kamu butuhkan di malam hari bukan jawaban atas semua pertanyaan, tapi rasa aman untuk beristirahat dari pikiranmu sendiri.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!