Taylor Swift hingga Jacinda Ardern, Ini Tanggapan Publik Figur Soal Mahkamah Agung AS Larang Aborsi

Camellia Quinita Ramadhani | Beautynesia
Jumat, 01 Jul 2022 16:30 WIB
Taylor Swift hingga Jacinda Ardern, Ini Tanggapan Publik Figur Soal Mahkamah Agung AS Larang Aborsi
Tanggapan Publik Figur Atas Pembatalan Roe v Wade/Foto: Freepik

Setelah melindungi hak aborsi perempuan AS selama 50 tahun, Roe vs Wade dinyatakan tidak lagi berlaku secara nasional sejak Jumat lalu (24/6), sehingga setiap negara bagian memiliki hak untuk melegalkan maupun melarang aborsi sesuai kebijakan setempat. Meski kubu konservatif menegaskan bahwa fleksibilitas tetap berlaku dalam penerapan hak aborsi, namun banyak pihak yang tersulut lantaran merasa akan banyak perempuan muda terutama dari kalangan bawah yang dirugikan.

Pembatalan Roe vs Wade 1973 menciptakan perdebatan sangat sengit antara kubu pro dan kontra hingga memancing perhatian para publik figur dan tokoh politik internasional. Berikut beberapa tanggapan publik figur dunia soal hal aborsi di AS!

Joe Biden

Joe Biden/Foto: Instagram/@joebiden
Joe Biden/Foto: Instagram/@joebiden

Presiden AS Joe Biden tak perlu waktu lama untuk menampakkan diri di Gedung Putih. Hanya berselang satu jam, Biden menyampaikan pidatonya terkait anulir Roe vs Wade 1973. Dilansir dari laman Reuters, Biden merasa bahwa pencabutan Roe vs Wade sebagai pelindung hak aborsi nasional AS menandai kemunduran negara kembali ke 150 tahun silam. 

“Ini adalah hari yang menyedihkan bagi pengadilan dan negara,” Biden menegaskan sentimennya saat berpidato di Gedung Putih, dikutip dari Reuters

Biden juga dilaporkan mendesak Kongres untuk membuat dan mengesahkan undang-undang untuk memulihkan hak aborsi dengan berkaca pada intisari Roe vs Wade, yakni untuk melindungi perempuan-perempuan AS atas kesehatan dan kesejahteraan mereka.

Nicola Sturgeon

Nicola Sturgeon/Foto: Instagram/@nicolasturgeon
Nicola Sturgeon/Foto: Instagram/@nicolasturgeon

Pergolakan tidak hanya ada dalam Negeri Paman Sam, Perdana Menteri Skotlandia Nicola Sturgeon juga ikut mengomentari pembatalan Roe vs Wade 1973. Dilansir dari laman The National, Sturgeon menyebut bahwa anulir tersebut merupakan salah satu hari paling kelam dalam sejarah perjuangan hak perempuan.

“Salah satu hari terkelam bagi hak-hak perempuan sepanjang hidup saya. Tentu saja konsekuensi secara langsung akan dirasakan oleh perempuan AS- tapi hal ini akan memperkuat gerakan anti-aborsi dan anti-perempuan di negara lain pula. Solidaritas tidak terasa cukup saat ini - tetapi tetap diperlukan,” tulis Sturgeon dalam cuitan di akun Twitter pribadinya @NicolaSturgeon.

Jacinda Ardern

Jacinda Arden/Foto: Instagram/@jacindaardern
Jacinda Arden/Foto: Instagram/@jacindaardern

Perdana Menteri Selandia Baru yang pernah dinobatkan sebagai pemimpin perempuan termuda di dunia, Jacinda Ardern, mengaku turut prihatin atas pembatalan konstitusi hak aborsi Roe vs Wade 1973. Ia berpendapat bahwa kriminalisasi aborsi bukan hanya isu bagi perempuan di AS, tapi mengusik hak fundamental setiap perempuan. 

“Orang benar-benar berhak untuk memiliki keyakinan mendalam tentang masalah ini. Tetapi, keyakinan pribadi itu tidak boleh merampas hak orang lain untuk membuat keputusan mereka sendiri. Melihat prinsip itu sekarang hilang di AS terasa seperti kehilangan bagi seluruh perempuan di mana pun berada,” ujar Arden dalam ungahannya dari akun Instagram pribadinya @jacindaardern.

Selebriti Ikut Tanggapi Pembatalan Hak Aborsi di AS

NEW YORK, NEW YORK - MAY 18: Taylor Swift arrives to deliver the New York University 2022 Commencement Address at Yankee Stadium on May 18, 2022 in New York City. (Photo by Dia Dipasupil/Getty Images)

Taylor SwiftFoto: Getty Images/Dia Dipasupil

Lynda Carter

Lynda Carter/Foto: Instagram@reallyndacarter
Lynda Carter/Foto: Instagram@reallyndacarter

Aktris senior yang terkenal dengan kariernya di series Wonder Woman, Lynda Carter, menyampaikan kekecewaannya atas pembatalan Roe vs Wade dengan sentimen yang sedikit berbeda. Meski ia mengaku sedih, namun cuitan di akun Twitter pribadinya @RealLyndaCarter juga memantik harapan akan adanya pemulihan hak aborsi bagi seluruh perempuan AS. Lynda Carter menyinggung bahwa keputusan pencabutan aborsi yang dinamai The Dobbs decision adalah sebuah tragedi.

“Keputusan Dobbs adalah sebuah tragedi. Patah hati yang ditimbulkannya tak terukur. Tapi suatu hari nanti, semoga segera, kita akan menemukan jalan menuju masa depan di mana kebebasan reproduksi selamanya diabadikan dalam hukum federal,” tulis Carter dalam Twitternya.

The Dobbs merupakan salah satu julukan dalam perdebatan hak aborsi terbaru di AS. Dinamai The Dobbs decision karena pembatalan Roe vs Wade 1973 berawal dari suatu kasus di Mississippi yang mengajukan pelarangan aborsi ke Mahkamah Agung AS terkait pasien dengan usia kehamilan lebih dari 15 minggu.

Dilansir dari laman Oregonlive.com, dr. Thomas Dobbs merupakan pengurus kesehatan masyarakat Mississippi yang bertanggung jawab akan segala kebijakan dan pelaksanaan praktek medis di Mississippi. Namanya dipakai untuk melabeli perdebatan hak aborsi terbaru sebagai The Dobbs sebagai label penentang hak aborsi vs Jackson Women’s Health Organization sebagai label pendukung hak aborsi.

Taylor Swift

Taylor Swift/Foto: Instagram/@taylorswift
Taylor Swift/Foto: Instagram/@taylorswift

Menyikapi pembatalan Roe vs Wade 1973, Taylor Swift tak tinggal diam. Salah satu ikon feminis industri musik pop AS ini mengunggah cuitan yang menggambarkan kekecewaannya terhadap pembatalan Roe vs Wade 1973.

“Saya benar-benar takut mengetahui bahwa di sinilah kita sekarang berada, bahwa setelah beberapa dekade orang memperjuangkan hak-hak perempuan atas tubuh mereka sendiri, keputusan hari ini telah melucuti kita dari perjuangan itu,” singgungnya dalam akun Twitter pribadinya @taylorswift13.

Jonathan Van Ness

Jonathan Van Ness/Foto: Instagram/@jvn
Jonathan Van Ness/Foto: Instagram/@jvn

Seorang aktor sekaligus aktivis kesetaraan gender Jonathan Van Ness mengecam pembatalan Roe vs Wade. Ia mengatakan bahwa pencabutan payung hukum nasional atas hak aborsi merupakan bagian dari penindasan, karena berupaya mengontrol tubuh perempuan. Van Ness menulis serangkaian pendapatnya tentang pembatalan Roe vs Wade di akun Twiter pribadinya @jvn.

“Kami patah hati dan hancur melihat Mahkamah Agung membatalkan Roe vs Wade dan mempertaruhkan begitu banyak nyawa,” ujarnya yang kemudian dilanjut dengan membagikan pendapat-pendapat tokoh politik AS pendukung hak aborsi.

“Ini tentang pengendalian tubuh dan menahan orang-orang dalam kemiskinan sistemik selama beberapa generasi. Sangat menyedihkan bahwa keputusan medis pribadi ini telah dibuat oleh orang-orang yang memaksakan keyakinan mereka kepada kita semua,” lanjutnya.

Itu dia pendapat publik figur tentang pembatalan Roe vs Wade 1973. Hingga kini, masyarakat AS masih sengit memperdebatkan hak aborsi perempuan. Sebagian yang meyakini hak aborsi sebagai hak asasi manusia masih melakukan serangkaian protes dalam berbagai bentuk dan menjadikan isu ini sebagai perbincangan setiap harinya.

Di sisi lain, kubu konservatif dan pengikutnya juga terbelah, yakni menyetujui pembatalan karena alasan konstitusi atau menyetujui pembatalan karena substansi yang bertentangan dengan nilai-nilai mereka.

Bagaimana pendapatmu, Beauties?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE