STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600

Viral, Ini Kronologi Anggota DPRD Palembang Diduga Aniaya Perempuan di SPBU, Hotman Paris Siap Bela secara Gratis!

Nadya Quamila | Beautynesia
Kamis, 25 Aug 2022 09:30 WIB
Viral, Ini Kronologi Anggota DPRD Palembang Diduga Aniaya Perempuan di SPBU, Hotman Paris Siap Bela secara Gratis!

Baru-baru ini heboh di media sosial soal salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang diduga menganiaya seorang perempuan di SPBU di Palembang, Sumatera Selatan. Potongan video CCTV yang menjadi viral itu menunjukkan sosok seorang pria yang tengah memukul seorang perempuan saat sedang mengantre untuk mengisi bahan bakar.

Diduga anggota DPRD Palembang berinisial MS alias M Sukri Zen tersebut emosi lantaran tidak diberi izin untuk memotong antrean oleh korban. Lantas, ia pun marah, mengeluarkan kata-kata makian, hingga akhirnya memukul korban.

Simak kronologi serta fakta-faktanya berikut ini!

Kronologi Dugaan Pemukulan Anggota DPRD Palembang terhadap Seorang Perempuan di SPBU

Perempuan yang menjadi korban dalam aksi pemukulan tersebut bernama Tata (31). Ia menjelaskan bahwa aksi tersebut terjadi di SPBU Jalan Demang Lebar Daun, Ilir Barat I, Palembang, pada 5 Agustus 2022 lalu. Saat itu ia bersama sang ibu hendak mengisi bahan bakar Pertalite di SPBU tersebut.

Di depan mobil Tata, masih ada dua mobil yang sedang mengantre untuk mengisi bahan bakar. Namun saat hendak maju, tiba-tiba sebuah mobil menerobos antrean tepat di depan mobilnya. Mobil mewah dengan pelat nomor BG 7 UB itu terlihat terdapat tiga bintang, yang awalnya diduga milik anggota TNI.

Diduga karena tidak diizinkan menerobos antrean, pria tersebut langsung emosi. Ia pun lantas membuka jendela dan melontarkan makian dan kata-kata kotor kepada Tata dan ibunya.

"Dia main-mainkan lampu ke arah kami, kan kami silau. Tapi itu tak kami hiraukan dan kami tetap tak memberikan izin dia untuk menerobos antrean," ungkap Tata pada Rabu (24/8), dikutip dari detikSumut.

Viral anggota DPRD Palembang diduga aniaya perempuan di SPBUViral anggota DPRD Palembang diduga aniaya perempuan di SPBU/ Foto: Tangkapan Layar/Instagram

Setelah memaki, pria itu kemudian keluar dari mobil dan mendatangi Tata beserta ibunya. Tata pun turun dari mobil dan bertanya kenapa ia sampai dimaki. Lalu, ia dipukul oleh pria yang diyakini Tata adalah anggota DPRD Palembang berinisial MS.

"Terus saya turun. Saya tanya gimana Pak maksudnya apa memaki ibu saya seperti itu. Dia langsung mukulin saya kayak nggak mikir lagi. Saya di pukulnya di lengan, terus di kepala, bibir, sama jari di pelintir," bebernya.

Masyarakat sekitar yang ada di lokasi kejadian langsung berusaha melerai aksi pemukulan tersebut. Tata pun langsung melapor ke polisi dan saat ini sudah dilakukan penyelidikan. Ia juga mengunggah rekaman kamera pengawas yang merekam dugaan penganiayaan itu ke media sosialnya.

Untuk baca kronologi selengkapnya, KLIK DI SINI.

Pelaku dari Fraksi Gerindra, Terancam Dipecat

Anggota DPRD Palembang diduga aniaya perempuan di SPBU.Anggota DPRD Palembang diduga aniaya perempuan di SPBU./ Foto: Istimewa

Tata menyebut MS sebagai anggota DPRD Fraksi Partai Gerindra. Setelah ditelusuri, hal tersebut benar adanya. MS alias M Sukri Zen merupakan anggota DPRD Fraksi Partai Gerindra. Pihak Gerindra memastikan akan memberikan sanksi tegas atas dugaan penganiayaan MS terhadap seorang perempuan di SPBU.

"Kami Partai Gerindra Kota Palembang tidak mentolerir apa yang sudah dilakukan bapak Sukri Zen (MS)," kata Ketua DPC Gerindra Kota Palembang, Akbar Alfaro, Rabu (24/8/2022), dikutip dari detikSumut.

"Bapak Sukri Zen sebagai public figure, sebagai anggota DPRD Kota Palembang, sebagai representasi Partai Gerindra Palembang yang ada di tengah-tengah masyarakat dan sikap Gerindra Palembang akan memberikan sanksi tegas kepada Bapak Sukri Zen, bahkan sampai sanksi pemecatan," katanya.

Anggota DPRD Palembang Minta Maaf, Akui Aksi Penganiayaan

Sukri Zen mengenakan baju batik saat menyampaikan permintaan maaf.Sukri Zen mengenakan baju batik saat menyampaikan permintaan maaf./ Foto: Prima Syahbana/detikSumut

MS alias M Sukri Zen telah mengakui perbuatannya dan meminta maaf. 

"Aku pribadi meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat ramai. Dan kepada yang bersangkutan (Tata) aku juga mohon maaf yang sebesar-besarnya," kata Sukri, kepada wartawan, Rabu (24/8), dikutip dari detikSumut.

Menurut pengakuan Sukri, kejadian tersebut terjadi saat ia ingin membeli BBM jenis Pertamax, sedangkan Tata sedang mengantre membeli Pertalite. Kala itu, ia meminta jalan kepada Tata. Namun, Tata berpikir MS ingin menerobos antrean Pertalite sehingga tidak memberikannya jalan.

"Aku mau beli Pertamax, dia mau beli Pertalite dan aku minta (dikasih) jalan, sudah itu saja," katanya.

Sukri pun emosi kemudian berteriak dan memaki Tata dan ibunya dengan kata-kata tidak pantas, hingga berakhir pada aksi pemukulan yang dilayangkannya kepada Tata.

Hotman Paris Siap Turun Tangan, Bantu Korban secara Gratis

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea siap turun tangan membantu Tata dalam dugaan kasus penganiayaan ini. Melalui akun Instagramnya, ia mengunggah video rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi Sukri saat memukul Tata.

"Apakah benar seorang oknum DPRD Palembang mukulin gadis muda hanya karena gadis muda itu tidak mau dipotong antrian isi bensin? Ayok korban agar buat pengaduan dan Hotman siap bantuan hukum gratis dan berangkat ke Palembang! Negara ini milik rakyat! Negara hukum! Hotman bantu secara hukum dan gratis," tulisnya di akun Instagram @hotmanparisofficial pada Rabu (24/8).

[Gambas:Instagram]

Tak hanya itu, Hotman juga menyoroti video permintaan maaf Sukri yang dianggap tidak tulus dan arogan. 

"Sesudah viral di IG Hotman paris official. Oknum anggota DPRD Palembang ini buat video minta maaf, tapi lihat cara dia minta maaf? Apakah cara minta maaf itu tulus? Hotman Paris akan melaporkan ini ke bapak Prabowo(menteri pertahanan) dan adiknya Pak Hashim (yang dua2nya klien Hotman Paris selama puluhan tahun)," lanjutnya di caption Instagram.

"Kenapa? Karena oknum DPRD Palembang tersebut yang melakukan pemukulan di pom bensin tersebut adalah dari partai Gerindra. Hotman sudah menjadi pengacara dari keluarga jnd(purn) Prabowo selama puluhan tahun dan tahu benar bahwa keluarga Prabowo dan keluarga Hashim adalah keluarga baik2 dan pemimpin yang baik," tambahnya.

Saat ini, antara Tata dan MS dikabarkan saling lapor. Polisi mengatakan ada arah keduanya bakal berdamai.

Namun, Tata sendiri mengonfirmasi bahwa dirinya belum ada rencana untuk berdamai, sebagaimana dilansir dari detikSumut. Dia mengaku akan terus melanjutkan laporannya meminta agar MS dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE