sign up SIGN UP

Viral, Ini Sederet Fakta Ibu di Jombang yang Diduga Dipaksa Lahiran Normal hingga Bayinya Meninggal

Nadya Quamila | Beautynesia
Selasa, 02 Aug 2022 11:00 WIB
Viral, Ini Sederet Fakta Ibu di Jombang yang Diduga Dipaksa Lahiran Normal hingga Bayinya Meninggal
caption
Jakarta -

Baru-baru ini viral di media sosial kisah seorang ibu di Jombang yang diduga dipaksa melahirkan secara normal yang mengakibatkan bayinya meninggal dunia. Padahal sebelumnya, sang ibu mendapatkan rujukan dari Puskesmas untuk melahirkan dengan operasi caesar.

Kisah ini viral dibagikan oleh seorang pengguna Twitter @MinDesiyaa, Minggu (21/7). Ia menceritakan pengalaman istri adik sepupunya yang melahirkan di RSUD Jombang. Sang adik, yang disebutnya Ria, mengalami kontraksi kemudian datang ke Puskesmas terdekat. Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak Puskemas merujuk Ria ke RSUD Jombang. Salah satu perawat di Puskesmas sempat memberikan surat rujukan agar ia melahirkan dengan operasi caesar. Selain itu, diketahui Ria juga mengidap gula darah dan darah tinggi.

Namun, pihak rumah sakit tidak melakukan tindakan caesar dan menyarankan Ria agar melahirkan secara normal. Pilunya, di tengah-tengah proses persalinan, Ria tidak kuat mengejan karena berat badan bayi yang besar.

Makam bayi dari ibu di Jombang yang dipaksa lahiran normalMakam bayi dari ibu di Jombang yang dipaksa lahiran normal/ Foto: Twitter @MinDesiyaa

"Saat proses persalinan, Ria mengejan hanya sampai kepala bayi yang keluar dan benar benar sudah tidak kuat. Berat badan bayi yang besar dan pundak yang lebar membuat Ria kesusahan mengejan dan dokter sampai harus menggunakan alat sedot untuk mengeluarkan bayi," ungkap akun @MinDesiyaa.

Saat prosedur vakum dilakukan, hanya kepala bayi yang bisa keluar. Saat itu kondisi bayi sudah meninggal.

"Kemudian divakum atau disedot hanya bisa keluar kepalanya, kondisi bayi sudah meninggal. Para perawat panik, menelepon dokter, dokter datang, ditangani tidak berhasil. Sampai 4 dokter tidak berhasil," ungkap Yopi Widianto (26), suami dari Ria yang nama sebenarnya adalah Rohma Roudotul Jannah, dilansir dari detikJatim.

Sekitar pukul 9 malam, persalinan sempat dihentikan sementara dalam kondisi kepala bayi sudah keluar. Dokter pun meminta izin Yopi untuk pemisahan anggota tubuh agar bayi bisa dikeluarkan dari rahim istrinya. Hal tersebut juga dilakukan demi menyelamatkan nyawa sang istri. Yopi pun menyetujui karena menurutnya tidak ada cara lain agar bayi bisa keluar dan sang ibu selamat. 

Pihak RSUD Jombang Jelaskan Alasan Tak Lakukan Operasi Caesar

Konferensi pers RSUD Jombang tentang ibu yang diduga dipaksa melahirkan normal hingga bayi meninggalKonferensi pers RSUD Jombang tentang ibu yang diduga dipaksa melahirkan normal hingga bayi meninggal/ Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim

Kabid Pelayanan Medis dan Keperawatan (Yanmed) RSUD Jombang dr Vidya Buana mengatakan bahwa rujukan dari Puskesmas Sumobito tidak menyebutkan agar Rohma dioperasi caesar. Dia mengeklaim rujukan itu menyebutkan bahwa saat itu pasien mengalami keracunan kehamilan.

"Harus diluruskan, tidak ada tenaga kesehatan yang bisa memastikan ibu hamil ini nanti harus operasi. Memang pada tahap pemeriksaan rutin kehamilan ibu ini mungkin ada kecenderungan penyulit saat melahirkan. Kenapa harus dirujuk, karena dengan kasus-kasus penyulit, puskesmas tidak bisa. Sehingga dirujuk ke rumah sakit," kata dr Vidya di RSUD Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Senin (1/8), dikutip dari detikJatim.

Saat masuk ke RSUD pada hari persalinan sekitar pukul 10.50 WIB, kata dr Vidya, kondisi kesehatan Rohma dinilai baik. Pintu rahim pasien juga pada fase bukaan 7. Sehingga, tim medis yang menangani termasuk dokter spesialis kandungan memutuskan persalinan Rohma secara normal. Saat obsevasi jalan lahir pada rahim Rohma pun diklaim telah membuka secara sempurna. Tim medis RSUD Jombang pun membantu persalinan itu secara normal. Rohma berhasil mendorong sampai kepala bayi perempuan itu keluar. Namun, saat itulah masalah terjadi.

Saat itu manajemen RSUD Jombang tidak bisa mengabulkan permintaan Rohma yang sejak awal minta dioperasi caesar. Menurut dr Vidya, operasi caesar terhadap pasien BPJS Kesehatan seperti Rohma harus berdasarkan indikasi klinis. Sementara rujukan dari Puskesmas Sumobito hanya terkait indikasi keracunan kehamilan Rohma.

"Kalau sejak awal melakukan caesar, dasarnya tim apa? Dipertanyakan nanti oleh tim audit. Ini kan pakai BPJS, nanti kan kami diaudit. Kami malah disalahkan nanti. Ini kan pasien peserta jaminan kesehatan yang harus melalui proses audit. Kalau nanti diaudit, kena lah kami karena tidak ada indikasi di awal. Harusnya tidak bisa atas permintaan keluarga, harus atas indikasi," jelasnya.

Untuk mengetahui selengkapnya alasan RSUD Jombang tak lakukan operasi caesar, KLIK DI SINI.

Puskesmas Bantah Beri Rujukan Caesar

Sementara itu pihak Puskemas Sumobito membantah memberi surat rujukan kepada Rohma agar dioperasi caesar di RSUD Jombang. Puskesmas merujuk Rohma karena mengalami preeklamsia, serta mempunyai riwayat hipertensi dan diabetes.

"Ya, problemnya hipertensi dalam kehamilan kan harus dirujuk. Tentunya untuk tindakan itu pihak rumah sakit yang menentukan. Tidak ada (rujukan untuk caesar), dirujuk karena preeklampsi. Tidak ada rujukan pro sc (operasi caesar)," jelas dr Hexawan kepada wartawan, Senin (1/8), dikutip dari detikJatim.

Pihak RSUD Jombang Meminta Maaf

Ilustrasi ibu hamil/Foto: Freepik/Valeria_AksakovaIlustrasi ibu hamil/Foto: Freepik/Valeria_Aksakova

Kisah yang dialami Rohma tersebut viral di media sosial bahkan sempat menjadi trending topic di Twitter pada Senin (1/8). Banyak yang sedih dan prihatin mendengar kisah pilu yang dialami Yopi dan Rohma. Diketahui, bayi tersebut adalah anak pertama yang begitu ditunggu-tunggu oleh keduanya. Saking geramnya, netizen juga sempat memenuhi kolom komentar di salah satu unggahan Instagram RSUD Jombang dengan komentar bernada kecewa dan marah. 

Pihak RSUD Jombang sendiri telah mengucapkan permintaan maaf kepada Yopi dan Rohma. 

"Tadi kami sudah menjelaskan kepada keluarga pasien (Rohma), alhamdulillah keluarga pasien sudah memahami kondisi yang sebenarnya. Kami juga menyampaikan permintaan maaf atas pelayanan yang tidak berkenan. Kami berharap semua pelayanan berjalan lancar. Kasus ini di luar prediksi," ungkap Kasubbag Humas RSUD Jombang, dr Fery Dewanto saat jumpa pers, Senin (1/8), dikutip dari detikJatim.

Saat ini, kondisi Rohma dikabarkan sudah membaik dan masih dalam proses pemulihan mental dan tubuh. 

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id