sign up SIGN UP

Jangan Asal Main Judge, Ini Alasan Medis yang Mengharuskan Ibu Melahirkan Secara Caesar

Putri Rizki Aulika | Beautynesia
Selasa, 05 Jul 2022 23:30 WIB
Jangan Asal Main Judge, Ini Alasan Medis yang Mengharuskan Ibu Melahirkan Secara Caesar
caption

Kebanyakan orang sering kali meremehkan dan membandingkan pilihan ibu yang melakukan persalinan melalui operasi caesar daripada operasi persalinan normal. Faktanya, dokter kandungan akan menyarankan operasi ini setelah mempertimbangkan berbagai kondisi medis tertentu dalam situasi darurat komplikasi kehamilan untuk mencegah risiko kritis pada ibu dan bayi. 

Operasi caesar merupakan prosedur pembedahan dalam persalinan dengan cara membuat celah sayatan pada perut dan rahim untuk mengeluarkan bayi. Sebelum operasi dilakukan, ibu hamil akan diberikan anestesi, biasanya lokal melalui spinal atau epidural yang akan membuat tubuh bagian bawah mati rasa, namun tetap terjaga. Pada beberapa kasus tertentu, anestesi umum dapat diberikan dokter sehingga ibu hamil akan tertidur selama proses berlangsung.  

Lalu, apa saja alasan medis yang mengharuskan seorang ibu melahirkan dengan operasi caesar? Dirangkum dari Healthline, berikut penjelasannya. 

Persalinan Lama

Ilustrasi persalinan lama/Foto: Freepik.com/wavebreakmedia_micro
Ilustrasi persalinan lama/Foto: Freepik.com/wavebreakmedia_micro

Proses persalinan normal memakan waktu lama selama 20 jam atau lebih atau ibu mengalami pendarahan berlebihan menjadi alasan medis yang mengharuskan operasi caesar dilakukan untuk menghindari komplikasi. Umumnya hal ini terjadi ketika serviks belum membesar sepenuhnya, maka persalinan melambat atau berhenti, serta bayi tidak dalam posisi kelahiran yang optimal. Selain itu, kondisi bayi yang terlalu besar, penipisan serviks yang lambat, dan bayi kembar semua dapat memperpanjang waktu persalinan.

Posisi Tidak Normal

Ilustrasi persalinan/Foto: Freepik.com/wavebreakmedia_micro
Ilustrasi persalinan/Foto: Freepik.com/wavebreakmedia_micro

Agar proses persalinan lancar, kepala bayi harus diposisikan dekat jalan lahir. Namun, ada beberapa posisi tidak normal yang mengharuskan ibu hamil melahirkan melalui operasi caesar, diantaranya:

  • Posisi kepala bayi dalam rahim berada di atas dan bokong atau kakinya berada di bawah pada usia kehamilan lebih dari 35 minggu sehingga dikenal dengan posisi bayi sungsang.
  • Posisi bayi melintang, yaitu ketika posisi kepala bayi di satu sisi tubuh ibu dan kakinya di sisi lain, bukan kepala dekat dengan leher rahim atau dekat dengan jantung.

Kondisi Kesehatan Kronis

Ilustrasi seseorang yang memiliki riwayat sakit kronis/Foto: Freepik.com/DCStudio
Ilustrasi seseorang yang memiliki riwayat sakit kronis/Foto: Freepik.com/DCStudio

Ibu hamil yang memiliki riwayat kesehatan kronis, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes gestasional, HIV, infeksi herpes genital, atau infeksi lain yang dapat ditularkan ke bayi melalui persalinan akan disarankan dokter untuk menjalani prosedur kelahiran caesar. Hal ini dikarenakan persalinan normal akan berpotensi menyebabkan komplikasi yang membahayakan bagi ibu, dan untuk mencegah bayi dari terpapar virus saat melewati jalan lahir.

Masalah Plasenta

Masalah plasenta/Foto: Freepik.com/pch.vector
Masalah plasenta/Foto: Freepik.com/pch.vector

Beberapa masalah plasenta yang mengharuskan operasi caesar untuk ibu hamil, antara lain:

  • Plasenta previa adalah ketika plasenta letak rendah sebagian atau seluruhnya menutupi leher rahim.
  • Solusio plasenta, yaitu kondisi saat plasenta terlepas dari lapisan rahim, menyebabkan bayi kehilangan oksigen.
  • Prolaps tali pusar, yaitu saat tali pusat menyusup melalui serviks dan menjulur dari vagina sebelum bayi lahir. Lalu, ketika rahim berkontraksi, kondisi ini akan menyebabkan tekanan pada tali pusat yang mengurangi aliran darah ke bayi.

Ukuran Panggul Terlalu Kecil

Ukuran panggul terlalu kecil/Foto: Freepik.com/yanalya
Ukuran panggul terlalu kecil/Foto: Freepik.com/yanalya

Cephalopelvic disproportion (CPD) atau juga dikenal Disproporsi sefalopelvic (CPD) adalah saat ukuran panggul ibu terlalu kecil untuk melahirkan bayi. Tak hanya itu, kondisi ini juga bisa terjadi jika kepala bayi terlalu besar untuk jalan lahir. Maka, dokter akan memutuskan untuk melakukan tindakan operasi caesar yang tepat karena bayi tidak dapat melewati vagina dengan aman.

Itulah beberapa alasan medis yang mengharuskan Ibu melahirkan dengan operasi caesar. Tidak perlu membandingkan persalinan normal dengan operasi caesar, keduanya sama-sama memiliki risiko dan perjuangan berat. Apapun pilihan untuk melahirkan baik normal atau operasi caesar tetap menjadikanmu seorang ibu sejati.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id