sign up SIGN UP

Waspada, Multitasking Bisa Jadi Penyebab Burnout, lho! Simak Tips Mengatasinya

Sherley Gucci | Beautynesia
Minggu, 30 Jan 2022 16:00 WIB
Waspada, Multitasking Bisa Jadi Penyebab Burnout, lho! Simak Tips Mengatasinya
caption
Jakarta -

Beauties, mengerjakan beberapa pekerjaan secara bersamaan atau multitasking mungkin akan sangat membantu karena membuat pekerjaan cepat selesai. Misalnya mengirim email saat menerima panggilan telepon, atau mengasuh anak sambil memasak.

Banyaknya tuntutan dan tanggung jawab yang harus diselesaikan membuat beberapa orang dipaksa untuk bisa multitasking. Namun nyatanya, multitasking nggak selamanya baik, lho! Multitasking bisa menyebabkan stres, dan stres yang tidak dikelola dengan baik ini dapat menyebabkan burnout.

Jika kamu tergolong orang yang multitasker, sebaiknya kamu mulai memikirkan risiko yang ditimbulkan dari burnout. Yuk, pahami lebih lanjut mengenai burnout berikut ini!

Bagaimana Burnout Bisa Terjadi?

Stress ditempat kerja yang tidak teratasi menyebabkan burnout
Stres Kerja Dapat Menyebabkan Burnout/Foto: Pexels.com/annashvets

Melansir dari WHO, burnout merupakan sindrom yang terjadi sebagai akibat stres kronis di tempat kerja yang gagal dikelola dengan baik. Hal ini ditandai dengan rasa kehilangan energi, timbulnya sinisme, hingga hilangnya rasa profesional kerja. Sementara mengutip dari Psychology Todayburnout adalah kondisi kelelahan emosional, mental, hingga seringkali fisik yang biasanya disebabkan oleh stres yang berkepanjangan.

Burnout paling sering terjadi dalam kondisi ketika seseorang tidak mampu mengontrol pekerjaan yang dilakukan di kantor, rumah, atau ketika diminta untuk menyelesaikan pekerjaan yang bertentangan dengan perasaan. Menurut para ahli, burnout umumnya terjadi pada orang perfeksionis dan sulit menolak pekerjaan yang diberikan. Meskipun burnout memang banyak terjadi pada soal pekerjaan, nyatanya burnout juga bisa terjadi pada saat belajar, mengasuh anak, hingga hubungan asmara, lho!

Dampak Burnout pada Kesehatan

Burnout yang tidak teratasi dapat menyebabkan depresi
Depresi Dapat Terjadi Sebagai Akibat Burnout/Foto: Freepik.com/

Orang-orang yang sedang mengalami burnout sering kali memiliki perasaan ketakutan, putus asa, dan pesimis dalam melanjutkan hidupnya. Melansir dari Healthline, burnout yang tidak disadari akan sangat beresiko pada kesehatan, baik secara fisik hingga mental seperti diabetes, jantung, hingga depresi akut. Lebih lanjut, burnout dapat mengakibatkan menurunnya fungsi kerja otak dan menghambat produktivitas dalam kegiatan sehari-hari.

Bagaimana Mengatasi Burnout?

Lantas, bagaimana cara untuk mengatasi burnout? Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan untuk mengatasi burnout.

Evaluasi dan Terapkan Mindfulness

Evaluasi pekerjaan yang dilakukan secara multitasking untuk mengurangi burnout
Evaluasi dan Mindfulness/Foto: Pexels.com/

Jika selama ini kamu selalu menjadi seorang multitasker, sebaiknya kamu perlu mengevaluasi diri, nih, Beauties. Cobalah berpikir kembali dan menyadari tujuanmu dalam menyelesaikan pekerjaan secara bersamaan. Jika hanya akan membuat kamu stres berat, lebih baik kamu mengerjakan suatu pekerjaan satu persatu. 

Olahraga dan Meditasi 

Olahraga atau meditasi juga baik untuk kesehatan mental
Olahraga atau Meditasi/Foto: Pexels.com/karolinagrabowska

Saat mulai merasakan tanda hadirnya burnout, salah satu hal yang dapat kamu lakukan untuk mengatasinya adalah olahraga. Tak hanya bermanfaat untuk kesehatan secara fisik, olahraga juga bermanfaat untuk psikis. Salah satu jenis olahraga yang bisa kamu coba adalah meditasi yang dapat membantu meredakan stres dan berpikir dengan lebih tenang untuk mengerjakan pekerjaan.

Makan Sehat

Makanan dengan kandungan asam lemak omega 3 diyakini sebagai antidepresan alami
Ikan Memiliki Kandungan Asam Lemak Omega 3/Foto: Pexels.com/ozielgómez

Melansir dari Healthline, makan makanan yang mengandung asam lemak omega 3 dipercaya dapat menjadi antidepresan alami. Kamu bisa konsumsi atau meningkatkan porsi makanan seperti ikan teri, sarden, kacang kenari, biji-bijian, sampai tahu dan tempe,.

Berhenti Menunda-nunda

Menunda-nunda waktu membuat pekerjaan menumpuk dan menyebabkan stress tinggi
Ilustrasi menunda-nunda/Foto: Pexels.com/anastasiyavragova

Salah satu penyebab burnout adalah pekerjaan yang menumpuk akibat dari kebiasaan menunda-nunda. Hal inilah yang kadang membuat kamu menjadi seorang multitasker karena harus menyelesaikan pekerjaan sebelum deadline tiba secara bersamaan. So, mulai sekarang, yuk berhenti menunda-nunda!

Membuat To Do List

Membuat catatan kegiatan dapat mengurasinya terjadinya burnout
Ilustrasi to do list/Foto: Pexels.com/suzyhazelwood

Saat kamu dihadapkan beberapa deadline pekerjaan yang harus diselesaikan, kadang kamu merasakan kebingungan harus mengerjakan pekerjaan yang mana terlebih dahulu. Untuk mengatasi masalah ini, membuat to do list bisa jadi solusi yang tepat agar mencegah timbulnya stres akibat deadline.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id