STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

5 Alasan Mengapa Ada Orang yang 'Candu' dengan Kesedihan

Budi Rahmah Panjaitan | Beautynesia
Kamis, 03 Nov 2022 15:00 WIB
5 Alasan Mengapa Ada Orang yang 'Candu' dengan Kesedihan

Beauties, sadar atau tidak, beberapa orang hidup dengan rasa candu terhadap kesedihan. Mengapa bisa demikian? Tentu ada sebab yang melatarbelakanginya. Sementara itu, terdapat 'gagasan populer' bahwa yang bertanggung jawab atas kebahagiaan diri adalah diri sendiri.

Ini juga mengindikasikan bahwa memposisikan diri dalam area kesedihan maupun kebahagiaan adalah pilihan. Nah, beberapa orang kemungkinan memilih untuk menetap di area kesedihan ini bahkan candu terhadapnya. Dikutip dari laman Psych2go, berikut adalah beberapa kemungkinan alasannya.

1. Merasa Tidak Berdaya

Ilustrasi membantu teman/ Foto: Freepik.com/primagefactory
Merasa tidak berdaya/ Foto: Freepik.com/primagefactory

Psikolog Martin Seligmann memperkenalkan konsep yang dipelajarinya, menurutnya ketidakberdayaan didefinisikan sebagai rasa ketidakmampuan diri yang bisa timbul dari peristiwa traumatis atau kegagalan yang dialami secara terus menerus.

Pada akhirnya, ini memberi dampak depresif dan merusak diri sendiri. Sederhananya, candu kesedihan yang mungkin kamu rasakan merupakan dampak traumatis dari serangkaian kegagalan pahit. 

Hingga akhirnya, kamu berada di titik tidak mempercayai lagi segala sesuatunya akan menjadi lebih baik. Alhasil, muncullah rasa kepasrahan, putus asa dan kecanduan kesedihan.

2. Ingin Mendapatkan Perhatian Lebih

Ilustrasi berteman/ Foto: Freepik.com/sodawhiskey
Ingin mendapat perhatian/ Foto: Freepik.com/sodawhiskey

Alasan selanjutnya mengapa seseorang kecanduan kesedihan adalah adanya keinginan untuk mendapatkan perhatian lebih. Dalam bahasa sederhannya, seseorang yang memposisikan diri dalam kesedihan sering merasa menjadi korban atas hal yang terjadi.

Ini menjadi kesempatan baginya untuk mendapatkan simpati dan perhatian lebih. Adanya keinginan untuk disayangi dan lebih diperhatikan inilah yang kemudian membuatnya nyaman di posisi candu kesedihan.

3. Teori Pilihan

Ilustrasi termenung/ Foto: Freepik.com/tirachardz
Ilustrasi termenung/ Foto: Freepik.com/tirachardz

Teori pilihan sendiri dipelopori oleh psikoterapis terkenal dunia William Glasser. Teori ini menyatakan bahwa setiap orang bertanggung jawab atas apa yang ia pilih. Lebih lanjut, Glasser pernah mengatakan “we choose everything we do, including the misery we feel” yang juga berarti bahwa “kita memilih semua yang kita lakukan, termasuk kesengsaraan yang kita rasakan”.

Jadi, menurut teori pilihan ini, seseorang mungkin kecanduan kesedihan karena sadar atau tidak ia telah memilih untuk 'menghukum diri sendiri' dengan perasaan sedih tersebut.

4. Trauma yang Belum Sembuh

Ilustrasi pesimis/ Foto: Freepik.com/drobotdean
Ilustrasi pesimis/ Foto: Freepik.com/drobotdean

Trauma seringkali dapat menyebabkan keinginan tidak sadar akan ketidakbahagiaan dalam hidup. Terutama jika dibiarkan tanpa penyelesaian. Mengapa demikian? Karena banyak dari mereka yang pernah traumatis setelah mengalami kesulitan, lalu sulit untuk move on dari masa lalu dan jatuh ke dalam perangkap sabotase diri dan negativitas.

Mereka menjadi resisten terhadap perubahan positif  karena kebahagiaan, keselamatan dan keamanan tampak asing dan menakutkan bagi mereka. Dalam pikiran mereka, kebahagiaan itu fana dan sementara sehingga tidak perlu repot-repot mengejarnya.

5. Kesehatan Mental yang Tidak Terdiagnosis

Ilustrasi kemarahan/ Foto: Freepik.com/benzoix
Ilustrasi kemarahan/ Foto: Freepik.com/benzoix

Penyebab atau alasan yang satu ini juga tidak bisa dianggap sepele, Beauties. Punya masalah dengan kesehatan mental, namun tidak terdiagnosis bisa menjadi bumerang. Pasalnya, kondisi ini bisa memperparah rasa ketidaknyamanan sehingga kamu berisiko terjebak dalam ruang kesedihan berlarut-larut.

Untuk itu, penting mengenali kondisi kesehatan mental diri sendiri. Jika merasakan adanya gejala yang perlu diketahui secara lebih dalam, maka jangan ragu untuk datang pada ahlinya.

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE