sign up SIGN UP

5 Fakta tentang Orang dengan Gangguan Makan, Tak Selalu Terlihat dari Luarnya!

Budi Rahmah Panjaitan | Beautynesia
Selasa, 19 Oct 2021 11:30 WIB
5 Fakta tentang Orang dengan Gangguan Makan, Tak Selalu Terlihat dari Luarnya!
caption

Gangguan makan atau yang disebut dengan eating disorders merupakan salah satu bentuk gangguan mental. Hal ini dapat berupa terlalu banyak atau terlalu sedikit untuk mengonsumsi makanan. Dikutip dari laman Very Well Mind, gangguan makan berlebihan merupakan salah satu penyebab tingkat kematian tertinggi dari semua penyakit mental.

Namun sayangnya, masih banyak yang salah paham mengenai gangguan makan ini. Kemunculan mitos seputar gangguan makan juga semakin mempersulit penderita untuk mendapatkan bantuan dan pulih secepatnya.

Sadar akan hal ini, pada Mei 2015, 13 organisasi gangguan makan yang berbasis di Amerika Serikat bekerjasama dengan Cynthia Bulik, Ph.D., FAED yang menjabat sebagai Profesor gangguan makan di School of Medicine University of North Calorina, dan Profesor Epidemiologi Medis dan Biostatistik di Karolinska Institute, menerbitkan beberapa fakta mengenai gangguan makan.

Apa saja  fakta tersebut? Simak selengkapnya di bawah ini. 

Banyak Orang dengan Gangguan Makan Terlihat Sehat

Penderita gangguan makan terlihat sehat/ Foto: Freepik.com
Penderita gangguan makan terlihat sehat/ Foto: Freepik.com

Fakta yang pertama adalah orang dengan gangguan makan terlihat sehat, namun nyatanya mereka sedang sakit. Ya, tidak sedikit orang yang percaya bisa mengetahui seseorang memiliki gangguan makan hanya dengan melihatnya. Namun ternyata, anggapan tersebut keliru.

Gangguan makan dapat muncul dalam berbagai cara dan untuk semua bobot tubuh tanpa terkecuali. Hal ini sekaligus menepis anggapan bahwa gangguan makan identik dengan orang yang berbadan kurus.

Gangguan Makan adalah Penyakit Serius yang Dipengaruhi Biologis

Gangguan makan penyakit serius/ Foto: Freepik.com
Gangguan makan penyakit serius/ Foto: Freepik.com

Gangguan makan sering diabaikan karena banyak yang menganggapnya sebagai penyakit pilihan dari diet ekstrem yang disengaja. Namun fakta berkata lain. Gangguan makan memiliki penyebab yang lebih kompleks dari itu. Gangguan makan tidak serta-merta bisa diatasi dengan meninggalkan diet.

Hal tersebut dikarenakan gangguan makan berkaitan dengan aspek biologis yang dapat mengubah fungsi psikologis individu. Tentunya hal ini menjadi akar yang kuat dari kemunculan gangguan makan.

Gangguan Makan Bisa Terjadi pada Siapa Saja

Gangguan makan bisa terjadi pada siapa saja/ Foto: Freepik.com
Gangguan makan bisa terjadi pada siapa saja/ Foto: Freepik.com

Selama ini, salah satu mitos yang banyak beredar mengenai gangguan makan adalah bahwa gangguan makan sering dialami oleh mereka yang memiliki ras kulit putih dan memiliki kondisi ekonomi menengah ke atas.

Mitos ini cukup berbahaya, karena membuat banyak orang kurang aware dengan berbagai tanda-tanda gangguan makan yang mungkin saja ia alami. Sebaliknya, fakta menunjukkan bahwa gangguan makan bisa terjadi pada siapa saja, dari semua jenis kelamin, usia, etnis, ras, orientasi seksual, berat tubuh dan status sosial ekonomi.

Gen dan Lingkungan Memainkan Peranan Penting

Gangguan makan dipengaruhi gen dan lingkungan/ Foto: Freepik.com
Gangguan makan dipengaruhi gen dan lingkungan/ Foto: Freepik.com

Fakta yang satu ini juga perlu digarisbawahi karena terkait dengan gen dan lingkungan, yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Selama ini banyak yang beranggapan bahwa gangguan makan diakibatkan oleh faktor lingkungan.

Namun faktanya, faktor-faktor yang menyebabkan gangguan makan sangat kompleks. Penelitian saat ini menunjukkan bahwa sekitar 40% sampai 60% gangguan makan dipengaruhi oleh genetik. Setiap individu kemungkinan untuk mengalami gangguan makan dikarenakan risiko genetik yang ada pada diri mereka.

Pulih Dari Gangguan Makan adalah Hal yang Mungkin

Ilustrasi pulih dari gangguan makan/ Foto: Freepik.com
Ilustrasi pulih dari gangguan makan/ Foto: Freepik.com

Hadirnya fakta yang satu ini sekaligus menepis anggapan bahwa gangguan makan akan terjadi seumur hidup. Dulunya, perawatan terhadap penderita gangguan makan terbilang masih kurang efektif. Hal tersebut menyebabkan banyak penderita yang akhirnya menderita  penyakit kronis.

Namun seiring berjalannya waktu, evaluasi terus dilakukan dari penanganan penanganan sebelumnya sehingga didapatkan cara yang efektif untuk mengatasi gangguan makan. Hal ini dilakukan dengan memprioritaskan pengaturan makan dan mengatasi gejala secara langsung. Dengan demikian, lebih banyak pasien gangguan makan yang mencapai tahap pemulihan.

-----------------

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!


Our Sister Site

mommyasia.id