5 Kombinasi Makanan yang Bantu Tubuh Menyerap Nutrisi Lebih Baik

Kyla Putri Nathania | Beautynesia
Jumat, 10 Jul 2026 06:00 WIB
5 Kombinasi Makanan yang Bantu Tubuh Menyerap Nutrisi Lebih Baik
Tidak semua nutrisi bekerja optimal jika dikonsumsi sendiri. Beberapa kombinasi makanan tertentu dapat meningkatkan penyerapan nutrisi sehingga manfaatnya bagi tubuh menjadi lebih maksimal./ Foto: magnific.com

Beauties, pernah mendengar istilah nutrient synergy? Jika kamu pernah mengalami kekurangan vitamin atau berkonsultasi dengan ahli gizi, istilah ini mungkin sudah tidak asing lagi.

Menurut Stanford Lifestyle Medicine, nutrient synergy adalah kondisi ketika dua atau lebih nutrisi bekerja bersama sehingga memberikan dampak fisiologis yang lebih besar dibandingkan jika dikonsumsi secara terpisah. Dengan kata lain, ada beberapa makanan yang justru memberikan manfaat kesehatan lebih optimal saat dikombinasikan dengan bahan makanan lain.

Kalau selama ini kamu hanya fokus pada jenis makanan yang dikonsumsi, mungkin sudah saatnya memperhatikan kombinasi makanan berikut agar manfaat nutrisinya semakin maksimal.

Asparagus dan Minyak Zaitun

Vitamin yang larut dalam lemak membutuhkan bantuan lemak sehat agar dapat diserap tubuh dengan optimal. Kombinasi asparagus dan minyak zaitun menjadi salah satu contohnya./ Foto: magnific.com/jcomp

Vitamin yang larut dalam lemak membutuhkan bantuan lemak sehat agar dapat diserap tubuh dengan optimal. Kombinasi asparagus dan minyak zaitun menjadi salah satu contohnya./ Foto: magnific.com/jcomp

Menurut ahli, terdapat empat vitamin yang termasuk vitamin larut lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K. Agar dapat diserap secara maksimal, vitamin-vitamin tersebut perlu dikonsumsi bersama sumber lemak sehat.

Asparagus merupakan salah satu sumber vitamin E yang baik. Maka dari itu, menambahkan sedikit minyak zaitun saat mengolah asparagus dapat membantu meningkatkan penyerapan vitamin tersebut.

Silja Schäfer yang merupakan seorang ahli gizi menjelaskan kepada Vogue bahwa bahkan lemak dalam jumlah kecil, sekitar 5 hingga 10 gram per porsi makan, sudah cukup untuk membantu proses penyerapan nutrisi larut lemak. Selain asparagus, kombinasi serupa juga bisa diterapkan pada bayam, wortel, brokoli, kubis brussel, hingga ubi jalar.

Tomat dan Lemak Sehat seperti Alpukat

Tomat kaya akan likopen yang dikenal sebagai antioksidan kuat. Namun, tubuh membutuhkan lemak sehat agar dapat menyerap likopen dengan lebih baik./ Foto: magnific.com/KamranAydinov

Tomat kaya akan likopen yang dikenal sebagai antioksidan kuat. Namun, tubuh membutuhkan lemak sehat agar dapat menyerap likopen dengan lebih baik./ Foto: magnific.com/KamranAydinov

Tomat mengandung likopen, yaitu antioksidan yang dikaitkan dengan penurunan risiko peradangan dan penyakit kardiovaskular.

Namun menurut sebuah tinjauan ilmiah tahun 2021, likopen dalam tomat mentah tidak mudah diserap oleh tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi lemak sehat dapat membantu meningkatkan bioavailabilitas likopen.

Sebuah studi pada tahun 2004 menemukan bahwa penyerapan likopen meningkat ketika salad yang berisi tomat dikonsumsi bersama dressing yang mengandung minyak. Selain minyak zaitun atau minyak kanola, sumber lemak sehat lainnya seperti alpukat dan kacang-kacangan juga menjadi pasangan yang ideal untuk tomat.

Greek Yogurt dan Buah Berry

Kombinasi probiotik dan prebiotik sangat baik untuk kesehatan usus. Greek yogurt dan berry menjadi pilihan sarapan yang lezat sekaligus bernutrisi./ Foto: magnific.com/topntp26

Kombinasi probiotik dan prebiotik sangat baik untuk kesehatan usus. Greek yogurt dan berry menjadi pilihan sarapan yang lezat sekaligus bernutrisi./ Foto: magnific.com/topntp26

Menurut Mayo Clinic, prebiotik adalah senyawa dalam makanan yang berfungsi sebagai makanan bagi bakteri baik di usus. Sementara probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang banyak ditemukan dalam makanan fermentasi seperti yogurt dan kefir.

Ketika keduanya dikonsumsi bersamaan, kesehatan mikrobioma usus dapat meningkat secara signifikan. Silja Schäfer menjelaskan bahwa kesehatan usus berkaitan erat dengan sistem imun, kesehatan otak, hingga proses metabolisme tubuh.

Salah satu kombinasi sederhana yang bisa dicoba adalah Greek yogurt dengan raspberry atau jenis berry lainnya. Selain mendukung kesehatan pencernaan, kombinasi ini juga membantu mendukung produksi kolagen karena kandungan vitamin C pada buah berry.

Kunyit dan Lada Hitam

Kunyit terkenal berkat kandungan kurkuminnya yang bersifat antiinflamasi. Namun, tubuh lebih mudah menyerap kurkumin jika dikombinasikan dengan lada hitam./ Foto: magnific.com/KamranAydinov

Kunyit terkenal berkat kandungan kurkuminnya yang bersifat antiinflamasi. Namun, tubuh lebih mudah menyerap kurkumin jika dikombinasikan dengan lada hitam./ Foto: magnific.com/KamranAydinov

Kunyit telah lama dikenal memiliki manfaat antioksidan dan antiinflamasi yang kuat. Sayangnya, kurkumin sebagai senyawa aktif utama dalam kunyit memiliki tingkat penyerapan yang rendah jika dikonsumsi sendiri.

Menurut Schäfer, kandungan piperine dalam lada hitam dapat menghambat pemecahan kurkumin terlalu cepat sehingga meningkatkan ketersediaannya dalam tubuh. Bahkan, penelitian tahun 2025 melaporkan bahwa piperine mampu meningkatkan bioavailabilitas kurkumin hingga sekitar 2.000 persen.

Kombinasi ini tidak hanya membantu mengurangi stres oksidatif, tetapi juga berpotensi membantu menurunkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat.

Protein dan Vitamin C untuk Produksi Kolagen

Tubuh membutuhkan lebih dari sekadar protein untuk memproduksi kolagen. Vitamin C menjadi salah satu nutrisi penting yang membantu proses pembentukan kolagen./ Foto: magnific.com/KamranAydinov

Tubuh membutuhkan lebih dari sekadar protein untuk memproduksi kolagen. Vitamin C menjadi salah satu nutrisi penting yang membantu proses pembentukan kolagen./ Foto: magnific.com/KamranAydinov

Menurut Cleveland Clinic, kolagen menyumbang sekitar 30 persen dari total protein dalam tubuh dan berperan penting bagi kesehatan kulit, otot, tulang, serta jaringan ikat. Meski begitu, produksi kolagen tidak hanya bergantung pada asupan protein.

Silja Schäfer menjelaskan bahwa vitamin C merupakan salah satu nutrisi penting yang mendukung pembentukan kolagen secara alami. Karena itu, mengkombinasikan makanan tinggi protein dengan sumber vitamin C dapat membantu proses tersebut berjalan lebih optimal.

Beberapa contoh kombinasi yang mudah diterapkan antara lain ikan dengan perasan lemon, Greek yogurt dengan buah berry, atau kacang-kacangan yang dipadukan dengan paprika.

Meski begitu, kombinasi makanan terbaik tetap harus didukung pola makan yang seimbang, beragam, dan kaya nutrisi setiap hari. Kalau kamu sendiri, kombinasi makanan mana yang paling sering kamu konsumsi dan ingin coba mulai sekarang, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE