5 Makanan Favorit di Bulan Puasa yang Pantang Dikonsumsi Penderita Diabetes

Yemima Prasetya Christiana Putri | Beautynesia
Senin, 23 Feb 2026 15:15 WIB
1. Es Buah
Ilustrasi es buah/Foto: instagram.com/ianandriyanafasya

Selama bulan puasa, terutama saat berbuka, berbagai makanan dan minuman manis menjadi favorit banyak orang. Namun, bagi penderita diabetes, makanan manis perlu mendapat perhatian khusus karena kandungan gula dan karbohidratnya yang tinggi dapat memicu lonjakan gula darah.

Memilih makanan yang lebih sehat, mengontrol porsi, dan mengatur asupan gula secara bijak penting dilakukan. Mari kita lihat makanan apa saja yang harus dihindari penderita diabetes, agar tetap bisa menjalankan puasa tanpa mengorbankan kesehatan.

1. Es Buah

Ilustrasi es buah/Foto: instagram.com/ianandriyanafasya

Es buah menjadi salah satu hidangan favorit saat berbuka puasa karena menyegarkan dan terlihat sehat. Meskipun mengandung potongan buah segar, es buah biasanya diberi sirup, gula cair, atau susu kental manis yang membuat kandungan gulanya tinggi. Kombinasi gula tambahan ini dapat dengan cepat meningkatkan kadar gula darah.

Bagi penderita diabetes, es buah sebaiknya dikonsumsi dengan penyesuaian. Pilihlah buah segar tanpa tambahan sirup atau gunakan pemanis rendah kalori jika ingin tetap menikmati. Mengontrol porsi dan mengombinasikannya dengan makanan berserat atau berprotein dapat membantu menjaga gula darah tetap stabil selama berbuka puasa.

2. Camilan Manis

Ilustrasi camilan manis/Foto: freepik.com/azerbaijan-stockers

Camilan manis seperti kue kering dan martabak manis sangat populer saat bulan puasa, baik sebagai takjil maupun hidangan setelah tarawih. Kue kering umumnya dibuat dari tepung terigu, gula, dan mentega, sedangkan martabak manis mengandung adonan tepung dengan tambahan gula, cokelat, keju, kacang, serta susu kental manis. Kombinasi bahan-bahan tersebut dapat meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi.

Bagi penderita diabetes, konsumsi camilan ini perlu dibatasi karena dapat memicu lonjakan gula darah. Jika tetap ingin menikmati, sebaiknya perhatikan porsi, hindari tambahan topping yang terlalu manis, dan sesuaikan dengan rencana makan harian. Pengendalian asupan gula sangat penting untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil selama menjalani puasa.

3. Minuman Kekinian Tinggi Gula

Ilustrasi minuman tinggi gula/Foto: freepik.com/freepik

Minuman kekinian seperti boba, thai tea, atau kopi susu dengan tambahan gula dan krimer sangat digemari saat berbuka puasa karena menyegarkan. Namun, minuman ini umumnya mengandung gula dalam jumlah tinggi, baik dari sirup, gula pasir, atau topping manis seperti bubble boba. Bagi penderita diabetes, mengkonsumsi minuman ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat karena gula dalam bentuk cair mudah diserap tubuh.

Meskipun menggoda, penderita diabetes sebaiknya membatasi atau menghindari minuman ini. Alternatif yang lebih aman adalah, memilih versi tanpa gula atau menggunakan pemanis rendah kalori sesuai anjuran tenaga kesehatan. Dan akan lebih baik jika sama sekali tidak mengkonsumsi minuman ini.

4. Puding Manis

Ilustrasi puding manis/Foto: freepik.com/freepik

Puding manis sering menjadi pilihan camilan saat berbuka puasa karena teksturnya lembut dan rasanya segar. Namun, puding umumnya dibuat dengan tambahan gula, dan sering disajikan dengan sirup atau vla yang sangat manis.

Bagi penderita diabetes, kombinasi ini dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat, terutama jika dikonsumsi saat perut kosong setelah berpuasa. Teksturnya yang mudah dicerna juga membuat gula lebih cepat diserap ke dalam aliran darah.

Penderita diabetes sebaiknya memilih puding yang rendah gula, menggunakan pemanis rendah kalori, serta menghindari topping manis berlebihan. Mengontrol porsi dan menyesuaikannya dengan kebutuhan karbohidrat harian sangat penting agar kadar gula darah tetap stabil selama menjalani puasa.

5. Bubur Manis

Ilustarsi bubur kacang hijau/Foto: instagram.com/lestarisahidin

Bubur manis seperti bubur sumsum, bubur ketan hitam, atau bubur kacang hijau, merupakan camilan populer saat bulan puasa karena teksturnya lembut dan rasanya manis. Biasanya, bubur ini disajikan dengan tambahan gula, santan, atau vla, sehingga kandungan gulanya menjadi tinggi. Bagi penderita diabetes, konsumsi bubur manis dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat karena karbohidrat dan gula mudah diserap tubuh.

Untuk penderita diabetes, bubur manis sebaiknya dikonsumsi dengan pengaturan porsi yang ketat atau dihindari sama sekali. Alternatif yang lebih aman adalah menggunakan pemanis rendah kalori, mengurangi jumlah gula, dan menambahkan serat atau protein untuk memperlambat penyerapan gula. Dengan cara ini, bubur tetap bisa dinikmati tanpa risiko gula darah naik drastis selama puasa.

Menjalani puasa bagi penderita diabetes memang membutuhkan perhatian ekstra terhadap jenis dan porsi makanan yang dikonsumsi. Dengan menghindari atau membatasi makanan tinggi gula, kadar gula darah akan tetap stabil. Yuk, nikmati momen berbuka dan sahur dengan aman, tanpa mengorbankan kesehatan selama bulan Ramadan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE