6 Hal Mengejutkan yang Berpotensi Merusak Hati
Hati merupakan salah satu organ vital yang bekerja hampir tanpa henti untuk menjaga tubuh tetap berfungsi dengan baik. Organ ini membantu memproses nutrisi dari makanan, mengatur penyimpanan energi, memproduksi empedu untuk mencerna lemak, serta mengolah berbagai zat yang masuk ke dalam tubuh.
Namun, tanpa disadari, beberapa kebiasaan dan produk yang dianggap aman dapat meningkatkan risiko kerusakan hati jika digunakan secara tidak tepat. Dilansir dari Web MD, yuk pahami sejumlah hal mengejutkan yang berpotensi merusak hati!Â
1. Herbal Kava
Herbal kava/ Foto: Detik Health
Kava atau kava kava berasal dari tanaman Piper methysticum dan digunakan dalam berbagai produk herbal. Sebagian orang mengonsumsinya untuk membantu merasa lebih rileks atau mengurangi kecemasan.
Meski berasal dari tanaman, kava tidak otomatis aman bagi tubuh. Penggunaannya telah dikaitkan dengan kasus cedera hati yang jarang terjadi, tetapi dapat berakibat serius. Risiko ini menjadi alasan sejumlah negara membatasi atau memberikan peringatan khusus terhadap produk yang mengandung kava.
Di Indonesia sendiri, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi telah melarang produksi serta peredaran obat tradisional dan suplemen makanan yang mengandung kava-kava. Olehnya itu, Beauties perlu berhati-hati ketika memilih suplemen herbal, terutama jika komposisi dan dosisnya tidak jelas.
2. Konsumsi Gula Berlebihan
Konsumsi gula berlebihan/ Foto: Magnific.com/wayhomestudio
Gula tambahan dalam minuman manis, soda, kue, permen, dan makanan pencuci mulut sering kali dikonsumsi tanpa disadari jumlahnya. Salah satu jenis gula yang perlu diperhatikan adalah fruktosa, yang banyak ditemukan dalam gula meja dan sirup jagung tinggi fruktosa.
Hati memproses fruktosa dan dapat mengubah sebagian kelebihannya menjadi lemak. Jika konsumsi gula terus berlebihan, proses ini dapat berkontribusi pada penumpukan lemak di hati, terutama ketika asupan kalori harian juga melampaui kebutuhan tubuh.
Pada sebagian orang, kondisi ini dapat berkembang menjadi peradangan hati dan kerusakan jaringan yang lebih serius. Untuk mengurangi risiko, kamu bisa mulai membatasi minuman pemanis, membaca label kandungan gula, dan lebih sering memilih air putih serta buah utuh dibandingkan camilan tinggi gula tambahan.
3. Kelebihan Berat Badan
Kelebihan berat badan/ Foto: Magnific.com/rawpixel.com
Ketika tubuh menyimpan terlalu banyak lemak, sebagian lemak tersebut dapat menumpuk di sel-sel hati. Kondisi yang dikenal sebagai metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease (MASLD) ini sering berkaitan dengan obesitas, diabetes tipe 2, kadar lemak darah yang tidak sehat, hingga gangguan metabolisme.
Pada sebagian orang, penumpukan lemak berkembang menjadi metabolic dysfunction-associated steatohepatitis (MASH), yaitu kondisi ketika hati berlemak disertai peradangan dan kerusakan sel. Jika berlangsung lama, kerusakan tersebut dapat menimbulkan jaringan parut atau fibrosis.
Masalahnya, hati berlemak sering kali tidak menimbulkan keluhan yang terasa jelas pada tahap awal. Karena itu, Beauties mungkin tidak menyadari kondisi tersebut sampai ditemukan melalui pemeriksaan kesehatan.
Namun, sebagai antisipasi, perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi lemak di hati dan menurunkan risiko perkembangan penyakit. Menjaga berat badan secara bertahap, rutin beraktivitas fisik, memperbaiki pola makan, dan mengendalikan gula darah juga bisa dilakukan.
4. Kelebihan Vitamin A dari Suplemen
Kelebihan suplemen vitamin A/ Foto: Magnific.com/magnific
Vitamin A termasuk vitamin larut lemak, sehingga kelebihannya dapat disimpan di dalam tubuh, terutama di hati. Jika Beauties mengonsumsi suplemen vitamin A dalam dosis tinggi secara terus-menerus, jumlah yang menumpuk dapat menjadi racun bagi tubuh.
Kondisi ini disebut hipervitaminosis A dan dapat menyebabkan keluhan seperti mual, sakit kepala, serta gangguan penglihatan. Dalam kasus kronis, kelebihan vitamin A juga dapat menyebabkan pembesaran hati, kerusakan sel, dan fibrosis.
Risiko ini berbeda dengan mengonsumsi buah dan sayuran yang kaya beta-karoten, yaitu zat yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A sesuai kebutuhan. Karena itu, mendapatkan nutrisi dari makanan sehari-hari umumnya lebih dianjurkan daripada mengonsumsi suplemen dosis tinggi tanpa alasan medis.
Sebelum menggunakan suplemen, periksa kandungan vitamin A pada label dan perhatikan apakah produk lain yang kamu konsumsi juga mengandung nutrisi serupa. Jika tidak memiliki kekurangan vitamin yang terdiagnosis atau anjuran medis tertentu, Beauties sebaiknya tidak sembarangan menambah dosis suplemen.
|
Baca Juga : 3 Makanan Pembakar Lemak Sebelum Tidur
|
5. Paracetamol yang Dikonsumsi Melebihi Dosis
Paracetamol/ Foto: Magnific.com/pvproductions
Saat mengalami sakit kepala, nyeri otot, atau demam, Beauties mungkin mengonsumsi obat pereda nyeri atau obat flu agar lekas pulih. Namun, beberapa produk dengan merek berbeda biasanya mengandung bahan aktif yang sama, yaitu parasetamol atau asetaminofen.
Jika diminum bersamaan tanpa memperhitungkan total dosisnya, jumlah obat yang masuk ke tubuh dapat melampaui batas aman. Dalam kondisi overdosis, hati menghasilkan zat beracun dalam jumlah yang melebihi kemampuan tubuh untuk menetralkannya sehingga sel-sel hati bisa berpotensi mengalami kerusakan serius.
Karena itu, selalu periksa bahan aktif, ikuti petunjuk dosis pada kemasan atau resep, dan jangan menggabungkan obat tanpa memastikan kandungannya. Jika kamu menduga telah mengonsumsi parasetamol melebihi dosis yang dianjurkan, segera cari pertolongan medis meskipun belum merasakan keluhan. Jangan menunggu sampai muncul gejala karena penanganan dini sangat penting dalam kasus overdosis.
6. Lemak Trans dalam Makanan Olahan
Lemak trans di makanan olahan/ Foto: Magnific.com/magnific
Lemak trans industri kerap digunakan untuk memperbaiki tekstur dan memperpanjang masa simpan makanan. Kandungan ini dapat ditemukan pada produk tertentu seperti kue kemasan, biskuit, dan makanan yang dibuat menggunakan minyak terhidrogenasi parsial.
Konsumsi lemak trans dapat meningkatkan kolesterol LDL atau kolesterol jahat sekaligus menurunkan kolesterol HDL atau kolesterol baik. Pola makan tinggi lemak trans juga dapat memperburuk kesehatan metabolisme yang berkaitan dengan penumpukan lemak di hati, terutama jika disertai konsumsi kalori berlebih dan minimnya asupan makanan bergizi.
Terkait itu, perlu dipahami bahwa tidak setiap makanan yang mengandung lemak langsung merusak hati, dan lemak trans bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan hati berlemak. Namun, membatasi lemak trans merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Jadi, itulah beberapa hal mengejutkan yang berpotensi merusak hati. Menjaga kesehatan hati tidak harus dimulai dengan perubahan besar sekaligus. Kamu bisa memulainya dengan lebih cermat memilih suplemen dan obat, membatasi gula tambahan, serta membangun pola makan yang seimbang, Beauties!
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!