7 Akibat Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan Manis, Jangan Disepelekan!

Nazwa Yuliana | Beautynesia
Jumat, 13 Feb 2026 15:15 WIB
3. Penumpukan Lemak Perut dan Risiko Obesitas
Penumpukan lemak perut dan risiko obesitas/ Foto: Pexels.com/ Andres Ayrton

Beauties, siapa sih yang bisa menolak godaan boba, kue manis, atau cokelat saat sedang stres? Mengonsumsi sesuatu yang manis memang bisa memberikan rasa bahagia instan. Namun, jika kamu mengonsumsi terlalu banyak makanan manis setiap harinya, tubuhmu akan mulai memberikan sinyal protes yang berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang.

Gula sebenarnya dibutuhkan sebagai energi, tetapi jika kadarnya berlebihan, ia akan berubah menjadi "racun" bagi sistem metabolisme tubuh. Dilansir dari Verywell Health dan Everyday Health, ada beberapa akibat terlalu banyak makan manis yang harus kamu waspadai mulai sekarang agar kualitas hidup tetap terjaga. Penulisan nominal kalori atau kadar gula yang tepat juga penting untuk kita perhatikan demi menjaga tanda wajah sehat.

Penasaran apa saja dampak terlalu banyak makan manis? Yuk, simak ulasannya!

1. Penurunan Energi Secara Drastis (Sugar Crash)

Penurunan energi secara drastis (Sugar Crash)/ Foto: Pexels.com/ Mikhail Nilov

Pernah merasa sangat bersemangat setelah makan manis, lalu tiba-tiba merasa sangat lemas dan mengantuk secara tiba-tiba? Kondisi ini secara psikologis dan medis disebut sebagai sugar crash. Saat kamu mengonsumsi gula dalam jumlah berlebih, kadar glukosa dalam darah akan melonjak dengan sangat cepat. Namun, lonjakan ini akan diikuti oleh penurunan kadar gula darah yang juga sangat drastis.

Akibatnya, kamu akan merasa kehabisan energi, sulit berkonsentrasi pada pekerjaan, bahkan menjadi mudah marah atau cranky. Tubuh yang mengalami fluktuasi energi seperti ini secara terus-menerus akan merasa cepat lelah meskipun kamu tidak melakukan aktivitas fisik yang berat. Ini adalah salah satu akibat terlalu banyak makan manis yang paling sering dirasakan dalam jangka pendek.

2. Peningkatan Risiko Karies Gigi dan Kerusakan Enamel

Peningkatan risiko karies gigi dan kerusakan enamel/ Foto: Pexels.com/ Karolina Grabowska

Gigi berlubang adalah dampak terlalu banyak makan manis, namun sering kali diabaikan. Bakteri di dalam mulut sangat menyukai sisa gula yang menempel pada gigi. Bakteri-bakteri tersebut memakan gula dan kemudian memproduksi asam sebagai zat sisa. Asam inilah yang secara perlahan akan mengikis lapisan pelindung gigi atau enamel.

Jika kebiasaan mengonsumsi terlalu banyak makanan manis ini terus berlanjut tanpa disertai kebersihan mulut yang baik, karies gigi tidak dapat dihindari. Rasa nyeri yang timbul akibat gigi berlubang tentu akan mengganggu kenyamananmu saat makan dan beraktivitas. Oleh karena itu, menyikat gigi yang tepat setelah makan manis sangatlah disarankan untuk meminimalkan kerusakan.

3. Penumpukan Lemak Perut dan Risiko Obesitas

Penumpukan lemak perut dan risiko obesitas/ Foto: Pexels.com/ Andres Ayrton

Gula tambahan, terutama yang terdapat dalam minuman manis dan makanan olahan, mengandung kalori yang sangat tinggi namun tidak memberikan rasa kenyang yang lama. Mengonsumsi gula berlebih memicu peningkatan hormon insulin di dalam tubuh. Hormon insulin ini memiliki peran dalam mengatur penyimpanan lemak, terutama di area perut atau lemak viseral.

Jika asupan kalori dari gula ini tidak diimbangi dengan olahraga yang teratur, maka kenaikan berat badan akan terjadi secara cepat. Obesitas bukan hanya soal penampilan, tetapi juga merupakan pintu masuk bagi berbagai penyakit kronis lainnya. Mengurangi asupan gula adalah langkah awal yang paling efektif untuk menjaga bentuk tubuh tetap ideal dan sehat.

4. Munculnya Masalah Kulit Seperti Jerawat dan Penuaan Dini

Munculnya masalah kulit seperti jerawat dan penuaan dini/ Foto: Pexels.com/ Hanna Pad

Ingin punya wajah glowing? Maka kamu harus mulai membatasi konsumsi gula. Lonjakan insulin akibat konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan produksi minyak atau sebum pada wajah secara berlebihan. Hal ini tentu saja akan memicu peradangan dan munculnya jerawat yang membandel.

Selain jerawat, gula juga dapat merusak protein kolagen dan elastin melalui proses kimiawi yang disebut glycation. Proses ini membuat kulit kehilangan elastisitasnya, sehingga mempercepat munculnya kerutan halus dan tanda-tanda penuaan dini lainnya. Jadi, membatasi terlalu banyak makanan manis adalah rahasia skincare dari dalam yang paling ampuh.

5. Gangguan Kualitas Tidur yang Signifikan

Gangguan kualitas tidur yang signifikan/ Foto: Pexels.com/ cottonbro studio

Mengonsumsi makanan atau minuman manis, terutama di malam hari sebelum waktu tidur, dapat mengganggu siklus istirahatmu. Lonjakan gula darah akan membuat tubuh tetap berada dalam kondisi terjaga dan sulit untuk masuk ke fase tidur yang dalam atau deep sleep.

Kualitas tidur yang buruk akan membuatmu terbangun dalam kondisi yang tetap lelah di pagi hari. Jika hal ini terjadi setiap hari, tubuh tidak akan memiliki waktu yang cukup untuk melakukan regenerasi sel dan pemulihan energi secara maksimal. Pastikan untuk menghindari konsumsi gula setidaknya beberapa jam sebelum tidur agar kualitas istirahatmu tetap terjaga dengan asyik.

6. Risiko Diabetes Tipe 2 dan Resistensi Insulin

Risiko diabetes tipe 2 dan resistensi insulin/ Foto: Pexels.com/ Towfiqu barbhuiya

Ini adalah salah satu akibat terlalu banyak makan manis yang paling serius dan berbahaya bagi kesehatan jangka panjang. Konsumsi gula berlebih secara kronis akan menyebabkan sel-sel di dalam tubuh menjadi kurang responsif terhadap hormon insulin, sebuah kondisi yang disebut sebagai resistensi insulin.

Kondisi resistensi ini memaksa organ pankreas untuk bekerja jauh lebih keras dalam memproduksi insulin guna menstabilkan kadar gula darah. Jika dibiarkan tanpa penanganan dan perubahan gaya hidup, fungsi pankreas dapat menurun dan berujung pada penyakit diabetes tipe 2. Penyakit ini memerlukan manajemen medis yang ketat seumur hidup, sehingga mencegahnya sejak dini adalah pilihan yang sangat bijak.

7. Penurunan Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

Penurunan kesehatan jantung dan pembuluh darah/ Foto: Pexels.com/ Puwadon Sang-ngern

Gula juga memiliki dampak yang sangat buruk pada kesehatan jantung kita. Gula tambahan dikaitkan erat dengan peningkatan kadar trigliserida (lemak darah), tekanan darah tinggi, dan peradangan sistemik di dalam tubuh.

Semua faktor risiko tersebut merupakan pemicu utama munculnya penyakit jantung koroner dan stroke. Penyakit kardiovaskular ini sekarang tidak hanya menyerang orang tua, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada usia muda akibat pola makan yang tidak sehat. Menjaga asupan gula tetap rendah adalah bentuk kasih sayang kita kepada jantung kita sendiri, Beauties.

Beauties, menyukai makanan manis memang merupakan hal yang wajar dan manusiawi. Namun, kita harus selalu ingat bahwa terlalu banyak makanan manis memiliki konsekuensi yang serius bagi kesehatan tubuh kita. Dengan mulai mengurangi asupan gula secara bertahap dan konsisten, kamu sebenarnya sedang berinvestasi besar untuk masa depan yang lebih sehat, produktif, dan berenergi. Yuk, jaga pola makanmu agar tetap seimbang dan bergizi, agar kecantikanmu tetap terpancar dari dalam tubuh yang benar-benar sehat!

____

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!  

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE