7 Makanan Tinggi Purin yang Jadi Pantangan Penderita Asam Lambung

Nazwa Yuliana | Beautynesia
Senin, 06 Jul 2026 15:15 WIB
1. Jeroan
Ilustrasi makanan jeroan/ Foto: Pinterest.com/ Alma Macabe

Beauties, makanan yang harus dihindari penderita asam lambung ternyata tidak hanya terbatas pada makanan pedas, asam, atau bersantan saja. Beberapa jenis makanan tinggi purin juga perlu diwaspadai karena dapat memicu gangguan kesehatan lain yang berpengaruh pada kondisi lambung.

Dilansir dari Women’s Health UK dan HealthShots, pola makan memiliki peran penting dalam mengontrol gejala asam lambung. Makanan tinggi lemak, sulit dicerna, hingga yang mengandung purin tinggi dapat memperburuk kondisi tubuh dan memicu refluks asam.

Purin sendiri merupakan senyawa alami yang akan diubah menjadi asam urat dalam tubuh. Ketika kadarnya berlebih, hal ini bisa memicu peradangan dan membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui makanan dihindari asam lambung sekaligus yang tinggi purin berikut ini. Simak!

1. Jeroan

Ilustrasi makanan jeroan/ Foto: Pinterest.com/ Alma Macabe

Jeroan seperti hati, ginjal, dan otak dikenal sebagai salah satu sumber purin paling tinggi. Ketika dikonsumsi, tubuh akan memecah purin menjadi asam urat dalam jumlah besar. Jika hal ini terjadi secara terus-menerus, maka kadar asam urat dalam tubuh bisa meningkat drastis.

Bagi penderita asam lambung, jeroan juga bukan pilihan yang ramah untuk sistem pencernaan. Teksturnya yang padat serta kandungan lemaknya membuat makanan ini lebih sulit dicerna. Proses pencernaan yang lebih lama dapat meningkatkan tekanan pada lambung, sehingga memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Selain itu, konsumsi jeroan dalam jumlah berlebihan juga bisa menyebabkan rasa penuh, begah, hingga mual. Kombinasi antara tingginya purin dan efek berat pada lambung inilah yang membuat jeroan menjadi salah satu makanan yang sebaiknya dihindari penderita asam lambung.

2. Daging Merah Berlemak

Daging merah berlemak/ Foto: Pexels.com/ Pixabay

Daging merah seperti daging sapi dan kambing memang menjadi sumber protein yang baik, tetapi juga mengandung purin dalam jumlah cukup tinggi. Tidak hanya itu, bagian daging yang berlemak dapat memperparah kondisi asam lambung.

Makanan berlemak cenderung memperlambat proses pengosongan lambung. Artinya, makanan akan bertahan lebih lama di dalam lambung, sehingga meningkatkan risiko tekanan pada lambung dan memicu refluks asam. Ketika katup antara lambung dan kerongkongan menjadi lebih rileks, asam lambung akan lebih mudah naik.

Selain itu, konsumsi daging merah secara berlebihan juga dapat meningkatkan produksi asam dalam lambung. Hal ini tentu dapat memperburuk gejala seperti sensasi terbakar di dada (heartburn), perut kembung, dan rasa tidak nyaman setelah makan.

Oleh karena itu, meskipun tidak harus dihindari sepenuhnya, konsumsi daging merah sebaiknya dibatasi dan dipilih bagian yang lebih rendah lemak agar lebih aman bagi lambung.

3. Seafood Tertentu (Sarden, Makarel, dan Kerang)

Seafood tertentu (Sarden, Makarel, dan Kerang)/ Foto: Pexels.com/ Karen Laårk Boshoff

Seafood memang dikenal sebagai sumber protein yang sehat, tetapi tidak semua jenis aman untuk penderita asam lambung. Beberapa jenis ikan seperti sarden dan makarel, serta makanan laut seperti kerang, termasuk tinggi purin.

Ketika dikonsumsi dalam jumlah besar, makanan ini dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh. Selain itu, beberapa jenis seafood juga dapat memicu reaksi pada sistem pencernaan, seperti perut kembung, mual, atau sensasi tidak nyaman di lambung.

Bagi penderita asam lambung, kondisi ini bisa menjadi pemicu kambuhnya gejala. Terlebih jika seafood diolah dengan cara digoreng atau menggunakan bumbu yang terlalu kuat, efeknya bisa semakin memperparah refluks asam. Jika tetap ingin mengonsumsi seafood, sebaiknya pilih jenis yang lebih rendah purin dan diolah dengan cara yang lebih sehat, seperti dikukus atau direbus.

4. Makanan Gorengan dan Tinggi Lemak

Makanan gorengan dan tinggi lemak/ Foto: Pexels.com/ Afif Ramdhasuma

Gorengan adalah salah satu makanan favorit banyak orang, tetapi sayangnya termasuk dalam kategori makanan yang harus dihindari penderita asam lambung. Kandungan lemak yang tinggi dalam gorengan membuat proses pencernaan menjadi lebih lambat.

Ketika makanan bertahan lebih lama di dalam lambung, tekanan pada lambung akan meningkat. Hal ini dapat menyebabkan katup lambung melemah dan memicu naiknya asam ke kerongkongan. Akibatnya, muncul gejala seperti rasa panas di dada, mual, hingga sensasi asam di mulut.

Selain itu, beberapa makanan gorengan juga dapat mengandung purin dalam jumlah sedang, tergantung bahan dasarnya. Jika dikombinasikan dengan minyak yang digunakan berulang kali, efeknya bisa semakin buruk bagi kesehatan pencernaan.

Oleh karena itu, penting untuk mengurangi konsumsi gorengan dan menggantinya dengan metode memasak yang lebih sehat seperti memanggang atau mengukus.

5. Makanan Olahan dan Daging Proses

Makanan olahan dan daging proses/ Foto: Pexels.com/ Vitaliy Haiduk

Makanan olahan seperti sosis, nugget, dan daging asap sering kali menjadi pilihan praktis. Namun, jenis makanan ini biasanya mengandung lemak tinggi, garam, serta bahan tambahan yang dapat memicu iritasi pada lambung.

Selain itu, daging olahan juga dapat mengandung purin dalam jumlah tertentu, tergantung bahan bakunya. Kombinasi antara lemak tinggi dan kandungan tambahan ini membuat makanan olahan menjadi kurang ramah bagi penderita asam lambung.

Konsumsi makanan olahan secara berlebihan dapat memicu berbagai gejala, mulai dari perut kembung, rasa penuh, hingga refluks asam yang berulang. Bahkan, dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa memperburuk kondisi kesehatan secara keseluruhan. Untuk menjaga kesehatan lambung, sebaiknya pilih makanan segar dan minim proses agar lebih mudah dicerna oleh tubuh.

6. Minuman Beralkohol

Minuman beralkohol/ Foto: Pexels.com/ Laura Romero

Alkohol merupakan salah satu pemicu utama gangguan lambung. Konsumsi alkohol dapat meningkatkan produksi asam di dalam lambung sekaligus melemahkan katup yang berfungsi mencegah asam naik ke kerongkongan.

Selain itu, alkohol juga diketahui dapat meningkatkan kadar purin dalam tubuh. Hal ini membuat risiko terjadinya asam urat menjadi lebih tinggi, yang pada akhirnya dapat memicu peradangan dan memperburuk kondisi tubuh secara keseluruhan.

Bagi penderita asam lambung, konsumsi alkohol bahkan dalam jumlah kecil sekalipun dapat memicu gejala seperti sensasi terbakar di dada, mual, hingga gangguan pencernaan lainnya. Karena itu, sangat disarankan untuk menghindari alkohol demi menjaga kesehatan lambung dan tubuh secara menyeluruh.

7. Minuman Berkafein

Minuman berkafein/ Foto: Pexels.com/ fewmiracles

Minuman berkafein seperti kopi dan teh memang sering menjadi pilihan untuk meningkatkan energi. Namun, bagi penderita asam lambung, kafein bisa menjadi pemicu utama kambuhnya gejala.

Kafein dapat menyebabkan katup antara lambung dan kerongkongan menjadi lebih rileks, sehingga asam lambung lebih mudah naik. Selain itu, kafein juga dapat merangsang produksi asam lambung, yang semakin memperparah kondisi.

Jika dikonsumsi saat perut kosong, efeknya bisa lebih terasa, seperti rasa perih di lambung, mual, hingga sensasi panas di dada. Oleh karena itu, penting untuk membatasi konsumsi minuman berkafein dan menggantinya dengan alternatif yang lebih aman, seperti air putih atau minuman herbal.

Beauties, memahami makanan yang dihindari penderita asam lambung sangat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan. Dengan mengatur pola makan dan lebih selektif dalam memilih makanan, kamu bisa mengurangi risiko kambuhnya asam lambung sekaligus menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Mulai sekarang, yuk lebih bijak dalam memilih makanan agar lambung tetap nyaman dan aktivitas sehari-hari tetap lancar!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE