Banyak Disukai Orang, 5 Makanan Enak yang Ternyata Buruk untuk Kolesterol Tinggi

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Senin, 03 Aug 2026 07:15 WIB
4. Donat
Donat/Foto: Pexels.com/Kathrine Birch

Beauties, kolesterol tinggi disebabkan oleh multifaktorial, mulai dari genetik, kondisi medis tertentu, aktivitas fisik, dan usia. Namun, ada satu faktor lagi yang turut memegang peranan penting, yaitu pola makan.

Meskipun ada makanan dan nutrisi yang terbukti membantu menjaga kadar kolesterol tetap sehat, ada pula makanan yang justru berdampak sebaliknya dan dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL. Parahnya, makanan tersebut banyak disukai oleh orang-orang terutama Gen Z.

Makanan apakah yang dimaksud? Berikut ini makanan yang tidak ramah untuk penderita kolesterol tinggi. Para ahli gizi menyarankan untuk membatasi konsumsinya.

1. Es Krim

Es krim/Foto: Magnific.com/Magnific

Menurut ahli gizi spesialis kardiologi preventif, Michelle Routhenstein, es krim mengandung kadar lemak jenuh dan gula tambahan yang tinggi. Kombinasi ini dapat meningkatkan kolesterol LDL dan remnant cholesterol pada banyak orang, melansir EatingWell.

Fyi, remnant cholesterol adalah sisa partikel lemak dalam darah setelah trigliserida dipecah. Berbeda dengan LDL yang umum diperiksa, remnant cholesterol jarang diperiksa rutin. Penelitian menunjukkan bahwa zat ini berkontribusi langsung terhadap pembentukan plak di pembuluh darah dan meningkatkan risiko aterosklerosis.

Pilihan camilan manis yang bisa dikonsumsi selain es krim adalah frozen yogurt tawar dengan topping buah segar atau membuat es krim sehat dengan komposisi bahan seperti pisang, buah beri, dan sedikit susu.

“Susu (rendah lemak) cocok dipadukan dengan makanan tinggi serat sehingga memudahkan kita dalam meningkatkan asupan serat. Ini juga menjadi salah satu kunci untuk menurunkan kolesterol LDL,” ujar ahli gizi Lauren Twiggie.

2. Ayam Goreng

Ayam goreng/Foto: Magnific.com/Jcomp

Makanan yang hampir disukai sejuta umat ini juga termasuk pilihan makanan yang buruk untuk pengidap kolesterol tinggi. Selain karena mengandung lemak jenuh, ayam goreng juga berkontribusi terhadap kadar kolesterol tinggi melalui cara lain yang jarang kita tahu.

Ayam goreng yang dimasak pada suhu tinggi dengan metode deep frying dapat meningkatkan pembentukan AGEs (Advanced Glycation End Products). Senyawa-senyawa ini dapat memicu peradangan serta berdampak buruk bagi kesehatan kardiovaskular.

Jadi, solusi terbaik untuk tetap mengonsumsi ayam adalah memilih daging ayam tanpa kulit dan mengolahnya dengan cara dipanggang atau menggunakan air fryer.

Memasak daging menggunakan air fryer dapat membantu mendapatkan cita rasa makanan ‘gorengan’ dengan kandungan lemak yang lebih rendah.

3. Kentang Goreng

Kentang goreng/Foto: Magnific.com/Jcomp

Menghindari lemak jenuh saat mengonsumsi makanan cepat saji bukanlah hal yang mudah. Kentang pada dasarnya memang bebas kolesterol dan rendah lemak, namun proses penggorengan mengubah profil nutrisinya secara drastis dengan menambah lemak jenuh dan kalori secara signifikan.

Memasak kentang atau makanan apa pun dengan metode deep frying adalah pilihan terburuk bagi penderita kolesterol tinggi. Alternatifnya, kentang sebaiknya dipanggang di oven dengan bumbu rempah, saran Julia Zumpano, ahli gizi di Cleveland Clinic, Ohio, menukil Everyday Health.

4. Donat

Donat/Foto: Pexels.com/Kathrine Birch

Donat rata-rata mengandung banyak gula dan pati olahan, serta diolah dengan teknik deep frying yang membuat kadar lemak di dalamnya dapat melonjak drastis.

Alih-alih memilih donat untuk camilan atau menu sarapan, coba beralih pada makanan yang lebih bernutrisi. Misalnya, roti panggang gandum utuh dengan topping alpukat atau pudding biji chia.

5. Daging Olahan: Hot Dog hingga Bacon

Hot dog/Foto: Pexels.com/Ahmad No More

Daging olahan seperti hot dog, sosis, pepperoni, bacon, dan salami meskipun praktis untuk hidangan cepat saji, nyatanya kurang baik bagi kadar kolesterol.

Jenis makanan ini sering kali tinggi kandungan lemak jenuh dan natrium, serta penelitian secara konsisten telah mengaitkan tingginya konsumsi daging olahan dengan kesehatan jantung yang lebih buruk.

Sebagai contoh, satu buah hot dog mengandung sekitar 25 persen dari batasan asupan natrium harian yang disarankan dan hampir 30 persen dari batas asupan lemak jenuh harian.

Saat membuat hot dog disarankan untuk mengganti daging merah olahan dengan kacang-kacangan dan protein nabati, serta alternatif nabati lain seperti tahu atau daging tiruan berbahan nabati.

Itulah lima makanan yang sebaiknya dibatasi konsumsinya oleh para penderita kolesterol tinggi. Ingat satu hal bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati, oke?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE