sign up SIGN UP

Cuma Makan Daging Bisa Turun Berat Badan? Yuk, Cari Tahu Lebih Lanjut Tentang Diet Karnivora!

Retno Anggraini | Beautynesia
Kamis, 04 Aug 2022 23:00 WIB
Cuma Makan Daging Bisa Turun Berat Badan? Yuk, Cari Tahu Lebih Lanjut Tentang Diet Karnivora!
Mengenal diet karnivora/Foto: Freepik.com/mdjaff

Diet tinggi protein merupakan salah satu diet populer. Tapi, ada salah satu diet yang menjadi pilihan banyak orang. Diet ini dinamakan diet karnivora karena pelaku diet hanya diperbolehkan mengonsumsi daging dan produk hewani.

Beberapa penelitian mendukung manfaat diet tinggi protein. Meski begitu, banyak ahli yang masih skeptis tentang diet karnivora. Dilihat dari nutrisi yang dibutuhkan untuk kesehatan manusia, kemungkinan akan muncul masalah lain yang ditimbulkan ketika melakukan diet karnivora dalam jangka waktu panjang.

Tapi, sebagian orang juga merasakan manfaat baik yang mereka dapatkan setelah mengikuti pola diet ini. Melansir dari Everyday Health, yuk kenali dan pahami diet karnivora lebih jauh.

Pengertian dan Cara Kerja Diet Karnivora

Diet karnivora
Diet karnivora/Foto: Freepik.com/jenylk

Berbeda dari jenis diet lain, pelaku diet karnivora tidak diperbolehkan mengonsumsi karbohidrat. Kebanyakan orang yang mencoba diet dimotivasi oleh keinginan kuat untuk menurunkan berat badan atau untuk mengatasi kondisi autoimun. Diet karnivora sering menjadi langkah yang diambil orang setelah mereka mencoba diet paleo atau diet ketogenik.

Diet paleo berfokus pada buah-buahan segar, sayuran, daging  dari hewan yang diberi makan rumput, dan makanan laut. Sedangkan diet ketogenik adalah diet tinggi lemak, protein sedang, dan rendah karbohidrat. Tidak semua orang bisa mengonsumsi total lemak yang dianjurkan dalam diet keto dan akhirnya memutuskan untuk melakukan diet karnivora.

Daftar Makanan yang Boleh Dikonsumsi

Diet karnivora
Diet karnivora/Foto: Freepik.com/stockking

Pelaku diet karnivora akan mengonsumsi daging merah dengan potongan daging yang lebih berlemak sehingga mendapatkan cukup kalori. Tidak hanya daging merah, pelaku diet karnivora juga boleh mengonsumsi unggas dan ikan. Adapun produk-produk hewani, seperti susu, yoghurt, dan keju juga boleh dikonsumsi.

Untuk makanan apa pun yang bukan daging, unggas, ikan, atau hasil olahan produk hewani tidak boleh dikonsumsi selama menjalankan program diet karnivora. Contohnya seperti sayur, buah, alkohol, roti, hingga kacang-kacangan.

Manfaat Kesehatan Diet Karnivora

Diet karnivora
Diet karnivora/Foto: Freepik.com/jcomp

Penggemar diet karnivora mengatakan diet ini memiliki beberapa manfaat kesehatan, mulai dari penurunan berat badan hingga kadar testosteron yang lebih tinggi. Sayangnya, belum ada penelitian lebih lanjut mengenai manfaat ini.

Diet karnivora juga mendapat perhatian karena potensinya sebagai diet anti-inflamasi yang mungkin bermanfaat bagi orang dengan kondisi autoimun. Ini berdasarkan liputan pers guru gaya hidup, John Peterson, yang mengatakan bahwa diet karnivora membebaskan dirinya dari ragam penyakit.

Meski begitu, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Berdasarkan penelitian, diet anti-inflamasi secara tradisional cenderung berbasis tanaman. Diet karnivora sendiri dapat dilihat sebagai bentuk ekstrim dari diet eliminasi karena metode diet ini hanya memiliki sedikit variasi makanan.

Hasil Diet Karnivora

Diet karnivora
Diet karnivora/Foto: Freepik.com/atlascompany

Tidak ada argumen bahwa semua protein sangat mengenyangkan, yang dapat membantu mengekang asupan kalori. Saat menjalankan diet karnivora, pelaku diet bisa masuk ke dalam ketosis. Di mana tubuh akan mengubah lemak menjadi bahan bakar menggantikan posisi karbohidrat. Sedangkan ketosis yang benar adalah bukan menghilangkan asupan karbohidrat, melainkan membatasinya.

Jika ketosis adalah tujuan utama dalam diet, maka perlu mengonsumsi lemak dengan protein, seperti telur, mentega, atau keju. Perlu diingat, penambahan ini tidak memiliki dampak besar pada kesehatan tubuh.

Risiko Diet Karnivora

Diet karnivora/Foto: Freepik.com/jenylk
Diet karnivora/Foto: Freepik.com/KamranAydinov

Pada dasarnya, manusia adalah omnivora yang memperoleh nutrisi dari berbagai jenis makanan, baik hewani maupun nabati. Hanya mengonsumsi satu jenis makanan dapat menimbulkan masalah kesehatan. Membatasi diri hanya mengonsumsi daging bisa menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi yang berlimpah dalam nabati, seperti vitamin C dan vitamin E.

Diet karnivora akan membuat tubuh kehilangan serat, meningkatkan risiko kanker lambung, dan memberikan tekanan yang tidak semestinya pada ginjal. Terlebih, makan banyak buah dan sayuran secara ilmiah dikaitkan dengan peningkatan kebahagiaan, kepuasan hidup, dan kesejahteraan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendefinisikan diet sehat yang benar adalah mencakup buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, makanan yang merupakan sumber karbohidrat, dan memprioritaskan lemak tak jenuh sambil membatasi lemak jenuh dari daging berlemak dan mentega. Dalam hal ini adalah bukan menghilangkan lemak jenuh, tapi mengurangi.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id