Jadi Hidangan khas Lebaran, Ini Sejarah Ketupat yang Sudah Ada Sejak Abad ke-15

Gayuh Tri Pinjungwati | Beautynesia
Sabtu, 21 Mar 2026 08:00 WIB
Jadi Hidangan khas Lebaran, Ini Sejarah Ketupat yang Sudah Ada Sejak Abad ke-15
Sejarah Ketupat yang Sudah Ada Sejak Abad ke-15/Foto: Pexels.com/ N Sopyan

Setiap kali Lebaran atau Idulfitri tiba, ada satu hal yang hampir selalu hadir di meja makan, yaitu ketupat. Disandingkan dengan opor ayam, rendang, atau sambal goreng ati, ketupat seolah jadi simbol resmi hari kemenangan.

Hidangan simpel dari beras yang dimasak dalam anyaman daun kelapa muda ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan usai sebulan penuh berpuasa. Ternyata, tradisi ini punya sejarah yang panjang dan unik. Melansir dari detikcom, berikut sejarah ketupat yang menjadi simbol hari raya Idulfitri.

Awal Mula Ketupat di Nusantara

Awal Mula Ketupat di Nusantara/Foto: Freepik.com/ Din Aziz

Ketupat pertama kali muncul di Nusantara pada sekitar abad ke-15. Pada masa itu, penyebaran agama Islam semakin berkembang di pulau Jawa dan daerah sekitarnya. Sunan Kalijaga, salah satu dari Wali Songo yang terkenal dengan pendekatan budaya dalam berdakwah, memanfaatkan ketupat sebagai alat untuk memperkenalkan dan menyebarkan ajaran Islam.

Daripada langsung berkisah soal kitab atau ritual, Sunan Kalijaga memilih media yang sudah akrab dengan kehidupan masyarakat Jawa kala itu terutama di daerah pesisir, yaitu makanan lokal. Dengan membaurkan ketupat ke dalam tradisi perayaan Islam, ia berhasil membuat ajaran baru itu lebih mudah diterima tanpa menghilangkan budaya lokal.

Sejarah Ketupat dan Maknanya

Sejarah Ketupat dan Maknanya/Foto: Pexels.com/ N Sopyan

Ketupat sendiri terbuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman daun kelapa muda (janur), kemudian direbus sampai matang. Bentuknya yang segi empat bukan sekadar bentuk estetis, dalam budaya Jawa, ketupat punya banyak makna filosofis yang kaya, seperti simbol penyucian hati, permintaan maaf, bahkan hubungan sosial antar sesama.

Ketupat tidak hanya dikenal di satu daerah saja. Tradisi ini menyebar ke berbagai wilayah Nusantara dan menjadi bagian dari perayaan Idulfitri. Kelekatannya dengan Idulfitri bahkan melampaui sekadar makanan, ketupat menjadi bagian dari identitas budaya yang dirayakan secara turun-temurun.

Dengan mengetahui sejarah dan nilai di balik ketupat, perayaan Lebaran jadi terasa lebih lengkap bukan hanya soal makan enak, tapi juga tentang warisan budaya, pesan moral, dan kekayaan tradisi Nusantara.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

 

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE