Jenis Olahraga Sesuai dengan Fase Siklus Menstruasi yang Sedang Kamu Alami

Justina Nur | Beautynesia
Sabtu, 18 Jul 2026 07:00 WIB
Olahraga Saat Fase Folikular
Saat fase folikular, kamu bisa berolahraga dengan intensitas tinggi seperti lari, boxing, atau HIIT./ Foto: magnific.com/pressfoto

Pernahkah kamu merasa di saat-saat tertentu jadi semangat untuk berolahraga, tapi beberapa minggu kemudian semangat ini mulai menurun dan akhirnya haid datang? Ternyata kondisi ini bisa jadi bukan sekadar perasaan atau rasa malas saja lho, Beauties.

Perubahan hormon bisa jadi membuat kondisi tubuh kita berbeda. Maka dari itu, penting untuk memahami bagaimana tubuh bekerja untuk membantumu memilih aktivitas olahraga yang sesuai, terutama pada setiap fase siklus menstruasi.

Seperti yang dilansir dari Verywell Fit, baru-baru ini memang muncul konsep cycle syncing yang populer di TikTok, yaitu penyesuaian jenis dan intensitas olahraga dengan fase menstruasi yang sedang dialami.

Sebetulnya masih tidak ada alasan medis untuk tidak melakukan olahraga saat menstruasi, bahkan, olahraga tertentu justru meredakan beberapa gejala menstruasi seperti kram. Akan tetapi, karena kadar hormon kita berubah sepanjang siklus, ada kalanya tubuh kita lebih cocok melakukan jenis olahraga tertentu dan pada fase menstruasi tertentu. Empat fase utama dari siklus menstruasi tersebut adalah menstruasi, fase folikular, ovulasi, dan fase luteal.

Agar lebih aman untuk tubuh, berikut beberapa olahraga yang sesuai dengan setiap fase dalam siklus menstruasi.

Olahraga Saat Fase Menstruasi

Saat menstruasi, kamu bisa olahraga untuk mengurangi nyeri haid seperti jalan kaki, yoga, dan latihan beban ringan./ Foto: magnific.com/prostooleh

Pada fase ini, kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh berada pada titik terendah. Hal itu menyebabkan energi jadi ikut menurun. Tidak mengherankan pada saat fase menstruasi ini kita jadi merasa kurang kuat melakukan beberapa olahraga angkat beban dengan intensitas tinggi.

Namun, kamu sebetulnya tetap bisa olahraga saat menstruasi, karena justru dapat membantu mengurangi nyeri haid. Seperti yang dilansir dari Verywell Fit, beberapa olahraga yang bisa kamu lakukan saat fase menstruasi seperti yoga, jalan kaki, pilates, latihan beban ringan, dan bersepeda santai.

Olahraga Saat Fase Folikular

Saat fase folikular, kamu bisa berolahraga dengan intensitas tinggi seperti lari, boxing, atau HIIT./ Foto: magnific.com/pressfoto

Fase folikular dimulai bersamaan dengan hari pertama menstruasi hingga masa ovulasi. Pada fase folikular, tubuh akan memproduksi berbagai hormon seperti Follicle Stimulating Hormone (FSH), Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH), dan Luteinizing Hormone (LH).

Usai fase menstruasi selesai, ketiga hormon tersebut akan merangsang ovarium untuk mematangkan folikel. Proses inilah yang akhirnya memicu kadar estrogen dalam tubuh jadi meningkat, yang menyebabkan energi tubuh jadi ikut bertambah.

Fase folikular inilah waktu yang tepat untuk meningkatkan intensitas latihan. Seperti yang dilansir dari Verywell Fit, ketika tubuhmu sedang dalam kondisi lebih bertenaga seperti ini, kamu bisa mencoba olahraga intensitas tinggi seperti lari, dance, tinju atau boxing, HIIT (High Intensity Interval Training), dan latihan beban yang lebih berat.

Olahraga Ketika Fase Ovulasi

Di fase ovulasi sebetulnya tubuh punya energi yang cukup, jadi kamu bisa melakukan olahraga intensitas tinggi seperti dayung atau kickboxing./ Foto: magnific.com/serhii_bobyk

Sebetulnya fase ovulasi berlangsung cukup singkat, yaitu sekitar 3-5 hari di pertengahan siklus menstruasi. Pada saat fase ovulasi, ovarium akan melepaskan sel telur yang sudah matang karena hormon LH meningkat. Sel telur akan bergerak menuju rahim lewat tuba falopi. Kalau sel telur tidak dibuahi dalam waktu 24 jam, maka sel telur akan hancur secara alami.

Di fase ovulasi ini kadar estrogen masih tinggi, sehingga tubuh masih punya cukup energi dan daya tahan yang baik, mirip seperti saat fase folikular. Jadi, di fase ovulasi ini kamu tetap bisa melakukan olahraga intensitas tinggi, seperti kickboxing, lari, dan rowing atau dayung.

Akan tetapi, kalau pada fase ini perutmu kembung atau mengalami nyeri yang mengganggu, kamu tetap bisa menyesuaikan jenis olahraga yang nyaman untuk tubuhmu.

Olahraga Ketika Fase Luteal

Pada fase luteal, intensitas olahraga bisa mulai dikurangi, kamu bisa mencoba olahraga ringan seperti berenang, peregangan, yoga, atau jalan santai./ Foto: magnific.com/senivpetro

Fase luteal adalah fase yang terpanjang dalam siklus menstruasi, yaitu selama dua minggu. Setelah terjadi ovulasi, folikel yang sebelumnya melepaskan sel telur akan berubah menjadi corpus luteum. Hal ini akan menghasilkan hormon progesteron dan sedikit estrogen untuk mempertahankan lapisan rahim.

Pada awal fase luteal ini, energi di tubuh bisa jadi masih cukup tinggi. Akan tetapi, saat memasuki paruh kedua fase luteal, biasanya kamu mulai kurang berenergi. Tingginya hormon progesteron dalam tubuh bisa membuat sebagian orang jadi merasa lebih cepat lelah. Pada fase ini, sebaiknya intensitas olahraga mulai dikurangi dan berikan waktu tubuhmu untuk pulih.

Seperti yang dilansir dari Verywell Fit, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa fase luteal akan menyebabkan suhu tubuh jadi meningkat sehingga kamu akan merasa latihan ketahanan dan lari jarak jauh akan terasa lebih berat, apalagi ketika cuaca panas seperti sekarang. Pada fase luteal ini kamu bisa memilih olahraga yang lebih ringan seperti yoga, berenang, peregangan, atau jalan santai.

Itu tadi Beauties, beberapa cara dan jenis olahraga yang bisa kamu sesuaikan dengan fase di siklus menstruasi yang sedang kamu alami. 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE