Kenali 10 Penyebab Menstruasi Tak Kunjung Berhenti

Belinda Safitri | Beautynesia
Senin, 11 May 2026 07:15 WIB
5. Penyakit Radang Panggul
Penyakit radang panggul/ Foto: Freepik.com/jcomp

Beauties, menstruasi umumnya berlangsung antara 3 hingga 7 hari. Namun, pada beberapa kondisi, haid bisa terjadi lebih lama dari biasanya bahkan terasa tidak kunjung berhenti. Kondisi ini tentu tidak bisa dianggap sepele, apalagi jika disertai dengan perdarahan yang banyak atau tubuh terasa semakin lemas.

Pada dasarnya, siklus menstruasi sangat dipengaruhi oleh keseimbangan hormon dan kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Ketika ada gangguan, baik dari dalam tubuh maupun faktor eksternal, durasi menstruasi bisa berubah. Memahami penyebabnya bisa membantu kamu menentukan kapan perlu waspada dan mencari penanganan yang tepat.

Dilansir dari Healthshots, simak beberapa penyebab menstruasi tak kunjung berhenti berikut ini! 

1. Ketidakseimbangan Hormon

Ketidakseimbangan hormon/ Foto: Freepik.com/tirachardz

Siklus menstruasi sangat bergantung pada keseimbangan hormon estrogen dan progesteron. Estrogen berperan dalam membangun lapisan dinding rahim (endometrium), sementara progesteron membantu menjaga dan mempersiapkannya untuk kemungkinan kehamilan. Jika kedua hormon ini tidak seimbang, lapisan rahim bisa menebal secara berlebihan.

Akibatnya, saat menstruasi terjadi, tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk meluruhkan lapisan tersebut. Inilah yang menyebabkan haid berlangsung lebih lama dan sering kali disertai perdarahan yang lebih banyak. Ketidakseimbangan ini bisa dipicu oleh berbagai hal, mulai dari stres hingga gangguan kesehatan tertentu.

2. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

Sindrom ovarium polikistik/ Foto: Freepik.com/stevamerpik

Sindrom Ovarium Polikistik atau PCOS adalah gangguan hormonal yang cukup umum terjadi pada perempuan. Pada kondisi ini, ovarium menghasilkan hormon androgen dalam jumlah lebih tinggi dari normal, yang dapat mengganggu proses ovulasi.

Ketika ovulasi tidak terjadi secara teratur, lapisan rahim terus menebal tanpa adanya peluruhan yang normal. Hal ini bisa menyebabkan menstruasi menjadi tidak teratur, lebih lama, atau bahkan sangat berat. Selain itu, PCOS juga sering disertai gejala lain seperti jerawat, rambut berlebih, dan kesulitan mengontrol berat badan.

3. Fibroid Rahim

Fibroid rahim/ Foto: Freepik.com/freepik

Beauties, fibroid adalah pertumbuhan jaringan non-kanker di dalam rahim yang cukup umum terjadi. Meskipun tidak berbahaya, fibroid dapat memengaruhi luas permukaan lapisan rahim, sehingga memperbesar area yang harus luruh saat menstruasi.

Alhasil, perdarahan bisa menjadi lebih lama dan lebih banyak dari biasanya. Selain itu, fibroid juga bisa menyebabkan tekanan di area panggul, nyeri, dan rasa tidak nyaman saat menstruasi. Jika ukurannya besar, gejala yang muncul pun bisa semakin terasa.

4. Endometriosis

Endometriosis/ Foto: Freepik.com/freepik

Endometriosis terjadi ketika jaringan yang mirip dengan lapisan dinding rahim tumbuh di luar rahim, seperti pada ovarium atau saluran tuba. Jaringan ini ikut menebal dan meluruh saat siklus haid, namun karena letaknya di luar rahim, darah tersebut terperangkap di dalam tubuh dan memicu peradangan kronis serta nyeri panggul yang hebat.

Selain itu, kondisi yang sering menyertai endometriosis adalah adenomiosis, yaitu ketika jaringan tersebut tumbuh masuk ke dalam dinding otot rahim. Adenomiosis inilah yang sering kali menjadi alasan utama mengapa ukuran rahim membesar, sehingga permukaan dinding rahim yang harus luruh menjadi lebih luas. Akibatnya, menstruasi tidak hanya terasa sangat menyakitkan, tetapi juga berlangsung jauh lebih lama dengan volume darah yang lebih banyak dari biasanya.

5. Penyakit Radang Panggul

Penyakit radang panggul/ Foto: Freepik.com/jcomp

Penyakit Radang Panggul (PID) adalah infeksi yang menyerang organ reproduksi perempuan, termasuk rahim dan saluran tuba. Infeksi ini dapat menyebabkan peradangan kronis serta jaringan parut.

Hal tersebut membuat fungsi normal rahim terganggu dan memicu perdarahan yang tidak teratur atau berlangsung lebih lama. Selain itu, PID juga sering disertai nyeri panggul, demam, dan keputihan yang tidak normal. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis agar tidak menimbulkan komplikasi.

6. Penyakit Alat Kontrasepsi dalam Rahim (IUD)

Penyakit alat kontrasepsi dalam rahim/ Foto: How UK Now

Beberapa jenis IUD, terutama yang berbahan tembaga, dapat menyebabkan perubahan pada siklus menstruasi, terutama di bulan-bulan awal penggunaan. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan alat kontrasepsi ini.

Selama masa penyesuaian, menstruasi bisa menjadi lebih lama dan lebih berat. Namun, kondisi ini biasanya bersifat sementara dan akan membaik seiring waktu. Jika perdarahan berlangsung sangat lama atau mengganggu aktivitas, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis.

7. Gangguan Tiroid

Gangguan tiroid/ Foto: Freepik.com/diana.grytsku

Kelenjar tiroid memiliki peran penting dalam mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk siklus menstruasi. Baik hipotiroidisme (tiroid kurang aktif) maupun hipertiroidisme (terlalu aktif) dapat mengganggu keseimbangan hormon.

Akibatnya, siklus haid bisa menjadi tidak teratur, lebih panjang, atau bahkan lebih berat. Selain perubahan menstruasi, gangguan tiroid juga bisa disertai gejala lain seperti perubahan berat badan, kelelahan, atau detak jantung tidak normal. 

8. Gangguan Pembekuan Darah

Gangguan pembekuan darah/ Foto: Emedicine Health

Beberapa kondisi medis menyebabkan darah sulit membeku dengan normal, salah satunya adalah penyakit Von Willebrand. Kondisi ini terjadi karena rendahnya protein yang berperan dalam proses pembekuan darah.

Akibatnya, perdarahan saat menstruasi bisa berlangsung lebih lama dan lebih banyak. Selain itu, penderita juga bisa lebih mudah mengalami memar atau perdarahan lain. Jika Beauties mengalami gejala ini, penting untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

9. Pengaruh Obat-obatan

Pengaruh obat/ Foto: Freepik.com/freepik

Beberapa jenis obat, seperti pengencer darah, terapi hormon, atau obat antiinflamasi tertentu, dapat memengaruhi siklus menstruasi. Obat-obatan ini bisa mengganggu keseimbangan hormon atau proses pembekuan darah.

Akibatnya, menstruasi bisa berlangsung lebih lama dari biasanya. Jika kamu sedang mengonsumsi obat tertentu dan mengalami perubahan pada siklus haid, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk memastikan penyebabnya lebih lanjut.

10. Stres dan Gaya Hidup

Stres/ Foto: Freepik.com/cookie_studio

Stres berlebihan dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh, termasuk hormon yang mengatur siklus menstruasi. Selain itu, perubahan berat badan drastis dan olahraga berlebihan juga dapat memicu gangguan serupa.

Ketika tubuh berada dalam kondisi tidak seimbang, siklus haid bisa menjadi tidak teratur atau berlangsung lebih lama. Oleh karena itu, menjaga gaya hidup sehat, mengelola stres, dan menjaga pola makan sangat penting untuk menjaga kesehatan reproduksi secara keseluruhan.

Itulah beberapa penyebab menstruasi tak kunjung berhenti. Lakukan konsultasi lebih lanjut dengan tenaga kesehatan untuk memastikan penyebab pastinya dan mendapatkan penanganan tepat sesegera mungkin, Beauties! 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE