Lelah Tapi Tidak Bisa Tidur? Ternyata Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Budi Rahmah Panjaitan | Beautynesia
Sabtu, 14 Mar 2026 20:30 WIB
Konsumsi Kafein dan Paparan Layar
Kafein di sore atau malam hari dapat mengurangi rasa kantuk meski tubuh lelah. Selain itu, paparan layar sebelum tidur juga menghambat produksi melatonin sehingga sulit terlelap/ Foto: Freepik.com/Freepik

Pernahkah Beauties merasa sangat lelah sepanjang hari, tetapi begitu berbaring di tempat tidur justru sulit terlelap? Kondisi ini cukup umum terjadi dan bisa membuat frustrasi. Tubuh terasa ingin istirahat, tetapi pikiran tetap terjaga.

Masalah ini tidak selalu disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik. Ada banyak faktor yang dapat membuat rasa lelah tinggi namun tetap sulit tidur di malam hari. Mengutip dari Healthline, berikut beberapa kemungkinan penyebabnya.

Pola Tidur Siang yang Kurang Tepat

Tidur siang memang bermanfaat, tetapi durasi yang terlalu lama atau terlalu sore bisa mengganggu tidur malam. Akibatnya, tubuh tetap sulit tidur meski sudah merasa lelah/ Foto: Freepik.com/Freepik
Tidur siang memang bermanfaat, tetapi durasi yang terlalu lama atau terlalu sore bisa mengganggu tidur malam. Akibatnya, tubuh tetap sulit tidur meski sudah merasa lelah/ Foto: Freepik.com/Freepik

Sebagaimana kita ketahui bahwa sebenarnya tidur siang punya banyak manfaat. Termasuk di antaranya meningkatkan fokus dan energi. Namun, tidur siang terlalu lama atau terlalu sore dapat mengganggu waktu tidur malam. Jika Beauties tidur siang lebih dari 30 menit atau melakukannya menjelang sore, tubuh mungkin belum cukup “mengantuk” saat malam tiba. Akibatnya, Beauties tetap terjaga meskipun merasa lelah.

Kecemasan dan Pikiran yang Terlalu Aktif

Kecemasan membuat pikiran tetap aktif meski tubuh lelah. Akibatnya, tubuh sulit rileks dan tidur pun menjadi terganggu/ Foto: Freepik.com/Freepik

Nah, penyebab yang kedua ini tampaknya akan sulit dipungkiri. Tubuh mungkin lelah, tetapi jika pikiran masih aktif, tidur akan sulit datang. Kecemasan sering membuat kita terus memikirkan berbagai hal, mulai dari pekerjaan hingga masalah pribadi. Kondisi ini meningkatkan kewaspadaan tubuh sehingga sulit untuk benar-benar rileks. Tidak heran jika gangguan tidur sering menjadi salah satu gejala dari gangguan kecemasan.

Konsumsi Kafein dan Paparan Layar

Kafein di sore atau malam hari dapat mengurangi rasa kantuk meski tubuh lelah. Selain itu, paparan layar sebelum tidur juga menghambat produksi melatonin sehingga sulit terlelap/ Foto: Freepik.com/Freepik

Siapa nih yang suka minum kopi di atas jam makan siang atau bahkan di sore hari? Kafein dapat bertahan di dalam tubuh selama beberapa jam. Alhasil, minum kopi atau minuman berkafein di sore atau malam hari bisa mengurangi rasa kantuk meskipun tubuh sudah lelah.

Selain itu, paparan cahaya biru dari ponsel, laptop, atau televisi juga dapat menghambat produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk. Terlalu lama menatap layar sebelum tidur dapat membuat kita tetap terjaga lebih lama.

Gangguan Ritme Sirkadian

Ritme sirkadian mengatur waktu tubuh untuk tidur dan bangun. Saat ritme ini terganggu, tubuh bisa merasa lelah tetapi tetap sulit tidur di malam hari/ Foto: Freepik.com/Benzoix

Tubuh memiliki jam biologis internal yang disebut ritme sirkadian. Sistem ini mengatur kapan kita merasa segar dan kapan kita mengantuk. Jika ritme ini terganggu, misalnya karena begadang, kerja shift, atau jadwal tidur yang tidak teratur, kita bisa merasa lelah di siang hari tetapi sulit tidur di malam hari. Ketidakseimbangan ini membuat tubuh dan otak tidak sinkron dalam mengatur waktu istirahat.

Kondisi Kesehatan Tertentu

Gangguan tidur atau kondisi mental seperti stres dan depresi dapat menurunkan kualitas tidur meski waktu istirahat cukup. Jika terjadi terus-menerus, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis/ Foto: Freepik.com/Freepik

Beberapa gangguan tidur seperti insomnia, sleep apnea, atau restless legs syndrome juga dapat menyebabkan rasa lelah sepanjang hari. Meskipun menghabiskan waktu cukup lama di tempat tidur, kualitas tidur mungkin tidak optimal.

Selain itu, kondisi seperti depresi atau stres berkepanjangan juga dapat memengaruhi pola tidur. Jika masalah ini terjadi terus-menerus, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE