Meningkatkan Kesehatan Otak, 5 Langkah Ini Bisa Membantumu Menghindari Penurunan Memori

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Senin, 02 Feb 2026 07:00 WIB
Meningkatkan Kualitas Tidur
Ilustrasi/Foto: Freepik/diana.grytsku

Kesehatan otak memegang peran penting dalam kehidupan sehari-hari karena otak adalah pusat kendali tubuh dan pikiran kita. Kemampuan mengingat, berpikir kritis, hingga mengelola emosi, semuanya bergantung pada otak yang berfungsi optimal. 

Ketika kesehatan otak terganggu, khususnya dengan adanya penurunan memori, dampaknya bisa sangat besar terhadap kualitas hidup seseorang. Namun, kamu bisa menghindari penurunan memori serta meningkatkan kesehatan otak lewat langkah-langkah yang dilansir dari Fodmap Everyday berikut!

Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik secara rutin merupakan salah satu cara paling efektif untuk melindungi diri dari penurunan fungsi kognitif. Olahraga terbukti meningkatkan aliran darah ke otak, merangsang pembentukan sel saraf baru (neurogenesis), dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular yang memiliki hubungan erat dengan gangguan kognitif.

Selain itu, aktivitas fisik juga membantu mengelola faktor risiko lain seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas, yang diketahui berkontribusi pada penurunan fungsi otak. Latihan fisik, seperti berjalan cepat, bersepeda, atau berenang, juga memiliki dampak positif terhadap suasana hati dan kualitas tidur yang secara tidak langsung mendukung kesehatan otak secara keseluruhan. Berdasarkan penelitian dari National Institute on Aging, manfaat ini makin nyata jika olahraga dilakukan secara konsisten sejak usia muda hingga dewasa.

Pola Makan Sehat

Ilustrasi/Foto: Freepik/Racool_studio

Pola makan yang bergizi, seperti diet Mediterania dan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension), telah dikaitkan dengan kesehatan kognitif yang lebih baik. Kedua pola makan ini menekankan konsumsi makanan seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan lemak sehat seperti minyak zaitun. Selain itu, diet ini juga membatasi konsumsi daging merah, gula, serta lemak jenuh yang berlebihan.

Penelitian menunjukkan bahwa pola makan Mediterania dan DASH dapat mengurangi risiko penurunan kognitif seiring bertambahnya usia. Diet ini juga terbukti membantu memperlambat perkembangan mild cognitive impairment (MCI) atau gangguan kognitif ringan menjadi demensia. Efek positif ini diduga berasal dari kandungan antioksidan, serat, dan lemak sehat yang mendukung fungsi otak dan mengurangi peradangan yang berkontribusi terhadap kerusakan saraf.

Stimulasi Mental

Ilustrasi/Foto: Freepik/jcomp

Melibatkan diri dalam aktivitas yang merangsang mental dapat membantu otak untuk mengatasi kerusakan atau perubahan yang terjadi akibat penuaan atau gangguan neurologis, seperti demensia, serta menunda penurunan fungsi kognitif. Aktivitas yang dimaksud tersebut meliputi membaca, bermain alat musik, menyelesaikan teka-teki, dan mempelajari keterampilan baru. 

Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas-aktivitas ini dapat memperkuat koneksi antar sel otak sehingga membantu otak tetap aktif dan tangguh dalam menghadapi penuaan. Data dari Alzheimer’s Association juga menyebutkan bahwa gaya hidup yang melibatkan berbagai aktivitas yang merangsang otak dapat menjadi salah satu strategi pencegahan demensia yang paling efektif.

Meningkatkan Partisipasi Sosial

Ilustrasi/Foto: Freepik

Menjaga hubungan sosial yang kuat sangat penting untuk kesehatan kognitif. Saat terlibat dalam interaksi sosial, kita menggunakan berbagai kemampuan otak, seperti mengingat informasi atau memperhatikan percakapan dan situasi di sekitar kita yang pada akhirnya berkontribusi untuk meningkatkan fungsi otak. 

Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan jaringan sosial yang kuat lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami penurunan kognitif dibandingkan mereka yang terisolasi secara sosial. Selain itu, hubungan sosial yang baik dapat membantu menurunkan tingkat stres, meningkatkan kualitas tidur, dan mendukung kesejahteraan mental secara keseluruhan.

Meningkatkan Kualitas Tidur

Ilustrasi/Foto: Freepik/diana.grytsku

Tidur yang cukup sangat penting bagi kesehatan kognitif. Selama tidur, proses konsolidasi memori terjadi, di mana informasi yang dipelajari pada siang hari dipindahkan ke memori jangka panjang. 

Selain itu, tidur juga membantu membersihkan produk sampingan, seperti protein amiloid-beta yang jika tidak dibersihkan dengan baik dapat menumpuk dan membentuk plak di otak dan berkontribusi pada gangguan kognitif. Oleh karena itu, memastikan tidur berkualitas selama 7-8 jam setiap malam sangat penting untuk menjaga fungsi kognitif dan meminimalkan kemungkinan gangguan mental seiring bertambahnya usia.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE