Menjelang Lebaran, ini Cara Agar Kamu Bisa Memaafkan Orang Lain Secara Tulus

Aulia Septia Wati | Beautynesia
Rabu, 27 Apr 2022 22:15 WIB
Momen hari Lebaran/freepik.com/freepik

Hai Beauties, nggak terasa ya kita sudah sampai pada babak akhir Ramadan. Kurang dari satu minggu ke depan, kita akan sampai pada Hari Raya Idulfitri, atau hari Lebaran yang akan menjadi garis final dari ibadah kita selama satu bulan berpuasa. Meskipun bagi beberapa orang berpisah dengan Ramadan adalah hal yang berat karena butuh satu tahun lagi untuk kembali berjumpa, tetap saja kita semua harus menyambut Lebaran sebagai hari kemenangan.

Saat Lebaran, umat Islam di Indonesia mempunyai satu tradisi yang disebut halalbihalal. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), halalbihalal diartikan sebagai maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah bulan Ramadan. Beauties, sebenarnya dalam Islam sendiri tidak secara khusus mengatur mengenai kewajiban untuk saling memaafkan saat Lebaran tiba. Bahkan, Allah memerintahkan umatnya untuk memaafkan orang lain setiap saat, tanpa dikhususkan untuk waktu tertentu. Hal ini misalnya difirmankan dalam Al-Qur’an surat Asy-Syuara ayat 40 dan 43.

Namun demikian, saling berkunjung dan saling memaafkan satu sama lain pada momen Lebaran merupakan sebuah tradisi yang telah lama berlaku. Lagipula, tradisi ini bersifat positif, jadi rasanya sah-sah saja untuk dilakukan.

Mungkin yang perlu diperhatikan dalam tradisi ini adalah cara untuk memaafkan itu sendiri. Karena sejatinya, manusia adalah tempatnya salah, namun terkadang memaafkan orang lain juga membutuhkan keahlian yang baik terutama dalam memaafkan kesalahan tertentu.

Nah Beauties, buat kamu yang nanti akan menyambut Lebaran dan menunaikan tradisi halalbihalal entah bersama keluarga, sahabat maupun rekan kerja, simak beberapa kiat berikut ini agar kamu bisa memaafkan orang lain dengan tulus.

1. Memahami dengan Baik Apa itu Memaafkan 


Memahami/pexels/anastasia shuraeva

Bagi beberapa orang, memaafkan adalah bentuk perilaku manusia yang sama dengan perilaku sehari-hari lainnya. Padahal, tanpa kita sadari kita telah memahami konsepsi memaafkan ini dengan keliru. Salah satu contohnya adalah, memaafkan sering disamakan atau sering dihubungkan dengan melupakan. Orang yang memaafkan kesalahan orang lain berarti ia telah atau akan melupakan kesalahan tersebut.

Padahal, pemahaman seperti ini salah besar. Berdasarkan Pepperdine Dispute Resolution Law Jurnal, manusia sudah terbiasa untuk mengingat peristiwa penting dalam hidupnya, baik yang bersifat positif maupun negatif. Hal ini juga berlaku untuk kesalahan orang lain, apalagi yang mendatangkan emosi sedih, terluka, dan kecewa.

Jadi, sangat normal apabila seseorang memaafkan orang lain, namun memori akan kesalahan tersebut masih ada dalam benaknya.

2. Menemukan Pelajaran dan Pengalaman dari Kesalahan Orang Lain 


Permintaan maaf/pexels/brett jordan

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, ingatan akan kesalahan orang lain dapat menjadi sebuah pelajaran sekaligus pengalaman yang bermanfaat bagi seseorang. Dengan belajar dari hal-hal yang berpotensi untuk menyakiti, kita akan lebih bijak dalam menentukan pilihan-pilihan dalam hidup ke depannya.

Kita bisa belajar, misalnya, bahwa terlalu bergantung dengan orang lain dalam hidup tidaklah dibenarkan, karena pada suatu titik orang tersebut bisa saja membuat kesalahan yang menyebabkan kita kecewa padahal harapan kita sangat besar terhadapnya.

3. Menempatkan diri pada Perspektif Lain 


Memahami perspektif/pexels/ivan oboleninov

Menyakiti orang lain sama sekali tidak dibenarkan, setuju Beauties?

Namun pada akhirnya, tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Dalam bersosialisasi sehari-hari, ada ribuan kemungkinan bagi setiap orang untuk melakukan kesalahan, yang dapat berujung pada menyakiti hati orang lain.

Jika kesalahan orang lain tidak bisa kita maafkan dalam waktu yang singkat, tidak masalah untuk mengambil waktu sejenak. Kita bisa merenungkan momen Ketika orang lain menyakiti perasaan kita secara objektif, dan mencoba melihatnya lewat perspektif lain. Barangkali, orang tersebut telah mengalami hal-hal berat yang kita bahkan tidak tahu.

4. Memutuskan untuk Memaafkan dalam Kondisi Jiwa yang Tenang 


Tenang dalam memutuskan/pexels/oleksandr pidvalnyi

Pada akhirnya, kita akan memutuskan untuk memaafkan atau tidak memaafkan orang lain atas kesalahannya. Keputusan tersebut adalah kehendak kita, dan kitalah yang berhak memutuskan. Yang jelas, jika kita memutuskan untuk memaafkan orang lain, jangan sampai keputusan yang kita buat bukan keputusan bulat yang telah kita pertimbangkan dengan matang.

Lebih jauh lagi, jangan sampai keputusan tersebut dibuat dalam kondisi jiwa yang masih kalut dan rentan dengan emosi buruk.

5. Mengambil Manfaat Memaafkan 


Hubungan membaik setelah memaafkan/pexels/liza summer

Meskipun melalui proses yang sulit, pada akhirnya kita akan mendapatkan manfaat dari memaafkan. Dilansir dari Healthline, beberapa manfaat yang dapat kita peroleh dari memaafkan di antaranya:

  • Memaafkan dapat membantu kamu untuk sembuh dari luka emosional.
  • Memaafkan dapat memperbaiki hubungan.
  • Memaafkan memberikan dampak positif bagi Kesehatan tubuh.
  • Memaafkan dapat membantu kamu untuk memulihkan kedekatan dengan orang lain.

Beauties, demikian kiat-kiat memaafkan orang lain yang bisa kamu praktikkan untuk momen Lebaran nanti. Untuk kesalahan yang sulit dimaafkan, kamu bisa merenungkan dan mempertimbangkannya dari sekarang, ya. Semangat, dan selamat menyambut hari Lebaran!

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)
Loading ...
Tonton video di bawah ini ya, Beauties!
Inspirasi Outfit untuk Lebaran 2022