Mitos atau Fakta: Makan Sendirian Bisa Meningkatkan Risiko Masalah Jantung Bagi Perempuan

Riswinanti Pawestri Permatasari | Beautynesia
Selasa, 27 Sep 2022 12:00 WIB
Mitos atau Fakta: Makan Sendirian Bisa Meningkatkan Risiko Masalah Jantung Bagi Perempuan
Ilustrasi makan sendirian/Foto: Pexels.com/Kevin Malik

Bagi sebagian orang, makan sendirian bukanlah sebuah masalah besar. Namun ada anggapan bahwa makan sendirian bisa berakibat buruk pada kesehatan perempuan dewasa. Benar-benar fakta atau sekedar isapan jempol, nih?

Nyatanya, hal menarik ini diungkap lewat penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Menopause. Bagaimana hasil risetnya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Hasil Penelitian

Risiko Masalah Jantung pada Perempuan/Foto: Unsplash.com/Giulia Bertelli
Risiko Masalah Jantung pada Perempuan/Foto: Unsplash.com/Giulia Bertelli

Melansir laman Very Well Fit, sebuah penelitian mengikutsertakan 590 perempuan di atas usia 65 tahun. Mereka ditugaskan untuk masuk ke dalam kelompok makan sendiri atau kelompok makan bersama orang lain. Hal itu berdasarkan kebiasaan mereka masing-masing.

Hasilnya, perempuan yang makan sendiri berisiko 2,58 kali lebih tinggi mengalami berbagai masalah kesehatan seperti masuk angin atau gejala penyakit arteri koroner yang melibatkan berkurangnya aliran darah ke jantung.

Kenapa Bisa Demikian?

Makan Sendirian pada Perempuan/Foto: Unsplash.com/Justin Snyder Photo
Makan Sendirian pada Perempuan/Foto: Unsplash.com/Justin Snyder Photo

Tingginya risiko kesehatan ternyata bukan tanpa alasan. Para peneliti menemukan bahwa para peserta yang makan sendirian cenderung kurang sadar akan label nutrisi dan makan lebih sedikit kalori, serat, natrium, kalium, dan karbohidrat.

Kemungkinan hal ini terjadi karena absennya interaksi, sehingga tak ada proses berbagi informasi dan saling memberikan saran. Uniknya lagi, berdasarkan penelitian, peserta yang sering makan sendiri juga lebih cenderung kurang sukses dalam hubungan asmara, serta memiliki pendapatan yang rendah.

Dengan demikian, terbukti bahwa menciptakan ikatan sosial yang bermakna bagi perempuan berumur mungkin merupakan cara untuk meningkatkan nutrisi dan kesehatan secara keseluruhan.

Dengan demikian, dari penelitian tersebut, diketahui ada dua faktor utama penyebab masalah jantung pada perempuan, yakni asupan nutrisi rendah dan risiko kesepian lebih tinggi yang dapat menyebabkan gejala depresi.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Makan Bersama/Foto: Unsplash.com/Elevate
Makan Bersama/Foto: Unsplash.com/Elevate

Menurut Robert Greenfield, MD, FACC, FAHA, FNLA, salah satu pendiri California Heart Associates, depresi dan kesehatan jantung adalah dua hal yang sering dikaitkan. Untuk mengatasinya bisa dilakukan dengan dengan beberapa cara, antara lain:

  • Olahraga teratur.
  • Berhenti merokok.
  • Membatasi konsumsi alkohol.
  • Melibatkan diri dalam berbagai interaksi sosial.

Terkait interaksi sosial, hal itu idealnya didapatkan setiap hari. Namun jika tidak memungkinkan, melakukannya beberapa kali dalam seminggu juga tidak masalah dan masih akan memberikan efek positif.

Nah, kalau kamu masih suka makan sendirian, yuk, sekarang coba ajak teman saat makan siang. Agar kamu tetap memiliki interaksi sosial dan terhindar dari risiko masalah jantung yang bisa berakibat fatal!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
CERITA YUK!
Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE