Rutin Makan Roti Sourdough Setiap Hari, Apa Efeknya pada Tubuh?

Kyla Putri Nathania | Beautynesia
Jumat, 27 Mar 2026 20:30 WIB
Rutin Makan Roti Sourdough Setiap Hari, Apa Efeknya pada Tubuh?
Roti sourdough semakin populer karena dianggap lebih sehat dibanding roti biasa. Namun, apakah makan roti sourdough setiap hari benar-benar baik untuk tubuh?/ Foto: freepik.com/azerbaijan_stockers

Dalam beberapa tahun terakhir, roti sourdough menjadi salah satu jenis roti yang semakin populer, terutama sejak banyak orang mulai membuatnya sendiri di rumah saat pandemi. Selain rasanya yang khas dengan sedikit rasa asam, roti ini juga sering dianggap lebih sehat dibandingkan roti biasa.

Popularitas sourdough bahkan masih bertahan hingga sekarang. Saat ini, roti sourdough tidak hanya dibuat secara homemade, tetapi juga banyak dijual di toko roti maupun supermarket dengan berbagai variasi.

Meski begitu, meskipun sering dianggap sebagai pilihan roti yang lebih sehat, sourdough tetap merupakan makanan tinggi karbohidrat dan tidak selalu dibuat dari gandum utuh. Lalu, sebenarnya apa yang terjadi pada tubuh jika kita mengonsumsi roti sourdough setiap hari?

Untuk memahami manfaat dan potensi dampaknya bagi kesehatan, berikut penjelasan mengenai nutrisi roti sourdough serta apa yang terjadi jika dikonsumsi setiap hari menurut ahli gizi

Kandungan Nutrisi dalam Roti Sourdough

Kandungan nutrisi roti sourdough dapat berbeda tergantung bahan yang digunakan. Namun secara umum, roti ini tetap menjadi sumber karbohidrat dan beberapa vitamin penting./ Foto: freepik.com

Kandungan nutrisi roti sourdough dapat berbeda tergantung bahan yang digunakan. Namun secara umum, roti ini tetap menjadi sumber karbohidrat dan beberapa vitamin penting./ Foto: freepik.com

Kandungan nutrisi dalam satu potong roti sourdough dapat bervariasi tergantung beberapa faktor, seperti apakah roti tersebut dibuat sendiri atau dibeli di toko, jenis tepung yang digunakan, serta bahan tambahan lain yang dicampurkan.

Menurut Sapna Peruvemba, MS, RDN, seorang ahli gizi sekaligus pendiri Health by Sapna yang dilansir dari Real Simple, roti sourdough biasanya dibuat dari tepung gandum sehingga mengandung karbohidrat yang berfungsi sebagai sumber energi. Selain itu, roti ini juga menyediakan beberapa vitamin B seperti folat, riboflavin, dan tiamin, serta mineral penting seperti selenium dan mangan.

Mineral lain yang juga sering ditemukan dalam gandum adalah zat besi dan zinc. Kombinasi nutrisi tersebut berperan dalam mendukung metabolisme energi, sistem kekebalan tubuh, serta kesehatan tulang.

Manfaat roti sourdough akan semakin baik jika dibuat dari tepung gandum utuh. Menurut Dr. Jennifer Cadenhead, PhD, RDN, Assistant Professor of Nutrition di CUNY Graduate School of Public Health and Health Policy, sourdough berbahan gandum utuh juga mengandung protein dan sejumlah asam lemak esensial.

Kandungan serat pada sourdough gandum utuh juga lebih tinggi. Serat, protein, dan lemak sehat merupakan tiga makronutrien yang dapat membantu menjaga kesehatan jaringan tubuh, menstabilkan kadar gula darah, serta mendukung kesehatan usus, jantung, sistem imun, dan otak.

Jika roti sourdough ditambahkan bahan bernutrisi seperti kacang, biji-bijian, rempah, atau herbal, kandungan makro dan mikronutriennya juga bisa meningkat. Salah satu hal yang membuat roti sourdough berbeda dari roti lainnya adalah proses fermentasi alami yang terjadi saat pembuatannya. Fermentasi ini terjadi karena adanya ragi alami dan bakteri yang berasal dari starter sourdough.

Menurut Cadenhead, proses fermentasi tersebut dapat membantu memecah protein gandum, termasuk gluten, serta beberapa gula kompleks dan senyawa lain. Hal ini dapat membuat roti sourdough lebih mudah dicerna oleh sebagian orang.

Selain itu, menurut Eliza Whitaker, MS, RDN, ahli gizi sekaligus pendiri Nourished Nutrition and Fitness, proses fermentasi juga dapat meningkatkan bioavailabilitas mineral seperti zat besi, zinc, dan magnesium sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh. Hal ini terjadi karena fermentasi membantu memecah zat antinutrisi seperti asam fitat yang dapat menghambat penyerapan mineral.

Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa proses fermentasi sourdough dapat mengurangi kandungan FODMAP hingga 90 persen, yaitu jenis karbohidrat yang sering menyebabkan gangguan pencernaan pada sebagian orang. Berdasarkan penelitian lainnya, fermentasi ini juga dikaitkan dengan respons gula darah yang lebih stabil dibandingkan beberapa jenis roti lainnya.

Namun, ada satu hal yang tetap perlu diperhatikan, yaitu kandungan sodium. Peruvemba menjelaskan bahwa satu potong roti sourdough bisa mengandung sekitar 100 hingga 300 miligram sodium. Jika dikonsumsi terlalu sering, jumlah ini bisa menumpuk, terutama bagi orang dengan risiko penyakit jantung atau tekanan darah tinggi.

Apa yang Terjadi Jika Makan Sourdough Setiap Hari?

Mengonsumsi roti sourdough setiap hari dapat memberikan beberapa manfaat kesehatan. Namun, porsinya tetap perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan dampak negatif./ Foto: freepik.com/pvproductions

Mengonsumsi roti sourdough setiap hari dapat memberikan beberapa manfaat kesehatan. Namun, porsinya tetap perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan dampak negatif./ Foto: freepik.com/pvproductions

Jika seseorang mengganti roti biasa dengan sourdough, ada beberapa perubahan yang mungkin dirasakan oleh tubuh. Menurut Peruvemba, seseorang mungkin akan mengalami peningkatan penyerapan nutrisi serta pencernaan yang lebih baik berkat proses fermentasi pada roti sourdough. Selain itu, banyak orang juga merasa roti ini lebih mengenyangkan dan memiliki rasa yang lebih kompleks.

Cadenhead juga menjelaskan bahwa selama dikonsumsi sesuai kebutuhan energi harian, roti sourdough dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi tubuh. Bahkan, konsumsi sourdough juga dapat membantu menjaga keteraturan sistem pencernaan.

Namun, mengonsumsi roti dalam jumlah berlebihan tetap bisa berdampak kurang baik. Jika dikonsumsi terlalu banyak, roti sourdough tetap dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan, terutama dalam bentuk lemak visceral yang berisiko bagi kesehatan.

Whitaker juga menambahkan bahwa konsumsi sourdough dalam porsi wajar dapat membantu menyediakan energi stabil, menambah asupan serat dan mineral, serta membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil terutama jika dikombinasikan dengan sumber protein dan lemak sehat. Namun, jika dikonsumsi dalam porsi besar, roti sourdough dapat mengurangi konsumsi makanan tinggi serat lainnya serta membuat pengelolaan gula darah menjadi lebih sulit.

Selain itu, bagi orang yang sensitif terhadap gluten atau jenis karbohidrat fermentasi tertentu, konsumsi sourdough setiap hari juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung, gas, atau rasa tidak nyaman di perut. Tentu saja, bagi penderita penyakit celiac atau alergi gandum, roti sourdough berbahan tepung gandum tetap harus dihindari karena dapat memicu reaksi imun yang serius.

Pada akhirnya, roti sourdough bisa menjadi bagian dari pola makan sehat jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan dipadukan dengan makanan bergizi lainnya.

Kalau menurutmu, apakah roti sourdough termasuk menu sarapan favorit yang ingin kamu konsumsi setiap hari?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE