Serba-serbi Pneumonia, Penyakit yang Diderita Barbie Hsu di Akhir Hidupnya

Meuthia Khairani | Beautynesia
Senin, 10 Feb 2025 18:45 WIB
Cara Mencegah Pneumonia
Cara mencegah pneumonia/Foto: Freepil/krakenimages

Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang dapat disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur. Yang terjadi pada paru-parumu ketika mengalami pneumonia adalah kantung udara kecil pada paru-parumu meradang dan dapat terisi cairan atau nanah.

Pneumonia dapat berupa infeksi ringan hingga serius sampai mengancam nyawa. Pneumonia merupakan penyebab kematian utama di seluruh dunia, terutama untuk anak-anak di bawah usia lima tahun.

Gejala Umum Pneumonia

Gejala umum pneumonia/Foto: Freepik/patiyathanathip

Dilansir dari NJ Cardiovascular Institute, gejala umum pneumonia antara lain nyeri dada (terutama saat bernapas atau batuk), demam, menggigil, sesak napas, kelelahan, batuk berdahak, dan nyeri dada.

Mengapa Pneumonia Begitu Berbahaya?

Pneumonia berbahaya karena dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan komplikasi serius jika tidak segera diobati. Infeksi dapat menyebar dari paru-paru ke aliran darah, yang menyebabkan sepsis (respons imun terhadap infeksi yang dapat mengancam nyawa).

Komplikasi lain yang mungkin terjadi adalah abses paru-paru, yaitu kantong nanah yang terbentuk di paru-paru. Jika pneumonia sangat mengganggu pernapasan, maka kondisi ini dapat menyebabkan gagal napas.

Bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, pneumonia dapat menjadi sangat mengancam karena tubuh kurang mampu melawan infeksi. Bahkan pada orang yang sehat, jika tidak diobati, pneumonia dapat meningkat dari penyakit ringan menjadi kondisi yang mengancam jiwa dalam waktu singkat.

Siapa Saja yang Paling Rawan Terkena Pneumonia?

Siapa saja yang rawan terkena pneumonia/Foto: Freepik/benzoix

Siapa pun dapat terserang pneumonia. Namun, orang-orang yang paling berisiko mengalami penyakit serius ini adalah sebagai berikut:

1. Bayi dan orang tua

Anak-anak di bawah usia dua tahun dan orang dewasa di atas usia 65 tahun sangat rentan terhadap pneumonia. Pada anak-anak, sistem kekebalan tubuh mereka yang sedang berkembang dapat kesulitan untuk membangun pertahanan yang efektif terhadap patogen penyebab pneumonia. Sedangkan bagi orang yang tergolong berusia tua, sistem kekebalan tubuh yang sudah melemah seiring bertambahnya usia membuat mereka lebih sulit untuk menangkal infeksi.

2. Orang dengan kondisi kesehatan kronis

Pengidap penyakit kronis seperti asma, diabetes, penyakit jantung, atau penyakit paru lebih potensial terkena pneumonia. Kondisi ini dapat membahayakan fungsi paru-paru dan mengurangi kemampuan tubuh untuk membersihkan infeksi, sehingga pneumonia lebih mudah menyerang.

Orang-orang yang dirawat di rumah sakit atau fasilitas perawatan dalam jangka waktu panjang juga memiliki risiko lebih tinggi terkena pneumonia. Risikonya bahkan lebih besar jika mereka dirawat dengan ventilator, karena paparan bakteri yang resistan terhadap obat yang lebih mungkin menyebabkan pneumonia berat.

3. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, termasuk mereka yang menjalani kemoterapi, mengonsumsi obat imunosupresif, atau hidup dengan HIV/AIDS, memiliki risiko lebih tinggi terkena pneumonia berat. Dalam kasus ini, respons kekebalan tubuh yang lemah membuat infeksi menjadi lebih sulit dilawan, Beauties.

Cara Mencegah Pneumonia

Cara mencegah pneumonia/Foto: Freepil/krakenimages

Untuk mencegah diri terserang pneumonia, kamu perlu memperoleh vaksin, menerapkan gaya hidup bersih dengan cara rajin membersihkan lingkungan dan diri sendiri, hindari merokok, dan menjaga kekebalan sistem dengan makanan yang sehat, rutin berolahraga, dan tidur yang cukup. Seperti itulah yang dikutip dari detikBali.

Nah Beauties, itulah serba-serbi tentang pneumonia yang membuat Barbie Hsu meninggal dunia. Semoga kamu sehat selalu ya!

*** 

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE