sign up SIGN UP

Serupa Namun Tak Sama, Ini Perbedaan Intermittent Fasting dan Puasa Ramadan

Aulia Septia Wati | Beautynesia
Kamis, 21 Apr 2022 06:00 WIB
Serupa Namun Tak Sama, Ini Perbedaan Intermittent Fasting dan Puasa Ramadan
caption

Beauties, tahukah kamu soal intermittent fasting?

Intermittent fasting atau diet puasa adalah sebuah metode diet dengan menerapkan dua macam periode, yaitu periode ketika  kamu boleh  makan sesuka kamu dan periode ketika kamu tidak boleh makan sama sekali.

Metode ini sebenarnya mengadopsi tradisi berpuasa yang telah dikenal manusia sejak dahulu, dan dipraktikkan oleh beberapa kebudayaan dan agama.

Metode puasa sebagai diet ini mulai populer di Inggris dan Australia sekitar tahun 2012. Menurut beberapa sumber, orang yang pertama kali memperkenalkan metode ini adalah Michelle Harvie dan Mark Mattson.

Meskipun pada dasarnya intermittent fasting sama dengan puasa biasanya, misalnya puasa Ramadan ini, keduanya mempunyai beberapa perbedaan. Tentunya, intermittent fasting bertujuan untuk diet sedangkan puasa Ramadan adalah untuk menunaikan ibadah.

Namun, di samping itu juga ada beberapa perbedaan lainnya, sebagaimana pembahasan berikut ini.

1. Perbedaan Durasi Puasa dan Makan 

Perbedaan intermitten fasting dan puasa
Zona waktu/pexels/@Pixabay

Durasi puasa Ramadan dimulai sejak waktu imsak sampai waktu menjelang maghrib. Hal ini menyebabkan perbedaan durasi puasa di berbagai belahan dunia, yakni mulai dari 11 jam sampai 16 jam.

Jika puasa Ramadan mengacu pada aturan durasi tersebut, intermittent fasting mempunyai variasi durasi untuk puasa dan makan atau lebih dikenal sebagai metode.

Dilansir dari Healthline, ada tiga macam metode intermittent fasting yang paling lazim, meliputi:

  • Metode 16:8, di mana kamu boleh makan dalam periode 8 jam dan 16 jam selanjutnya kamu tidak boleh makan sama sekali.
  • Metode eat-stop-eat, yang mencakup puasa selama 24 jam, sebanyak satu atau dua kali dalam seminggu.
  • Metode 5:2, di mana kamu boleh makan secara normal selama 5 hari, dan 2 hari sisanya kamu harus membatasi asupan kalori yang dikonsumsi.

2. Dibolehkan untuk Minum 

Perbedaan intermitten fasting dan puasa
Minum pada intermitten fasting/pexels/@Helena Lopes

Selama berpuasa Ramadan, kita tidak hanya dilarang untuk mengonsumsi makanan. Kita juga tidak diperbolehkan untuk minum selama periode puasa.

Sementara itu, pada diet intermittent fasting, diperbolehkan untuk minum dengan batasan tertentu. Batasan tersebut berkaitan dengan jenis minuman dan jumlah kalori yang dikonsumsi.

Dalam artian, kamu boleh minum ketika periode puasa dengan catatan minuman tersebut tidak mengandung banyak gula dan kalori.

3. Anjuran untuk Mengonsumsi Gula 

Perbedaan intermitten fasting dan puasa
Mengonsumsi kurma untuk berbuka/pexels/@Naim Benjelloun

Pada puasa Ramadan, terdapat sebuah anjuran untuk berbuka puasa dengan konsumsi makanan yang manis. Anjuran ini didasarkan pada hadis nabi mengenai anjuran untuk makan kurma ketika berbuka. Bagaimanapun, masih banyak perdebatan mengenai keabsahan anjuran ini.

Dalam intermittent fasting, sebenarnya tidak ada batasan ketat mengenai konsumsi makanan tertentu. Ketika periode makan, kita diperbolehkan untuk makan sebagaimana porsi makan normal kita.

Namun, pada metode tertentu tidak dianjurkan untuk minum atau makan makanan yang manis (mengandung gula), apalagi secara berlebihan. Hal ini cukup beralasan, mengingat semakin banyak kandungan gula dalam makanan/minuman, semakin tinggi pula kalorinya. Konsumsi kalori berlebih justru berpotensi untuk menggagalkan diet yang sedang dilakukan.

Perbedaan intermitten fasting dan puasa
Diet/pexels/@Andres Ayrton

Nah Beauties, pembahasan mengenai perbedaan intermittent fasting dan puasa Ramadan tadi telah selesai. Intermittent fasting memang telah menjadi tren diet akhir-akhir ini. Yang menjadikan cara ini menarik adalah karena metode ini tidak terlalu ketat dibandingkan dengan cara diet lainnya. Sehingga, kita bisa menjalani diet, maupun boleh mengkonsumsi makanan ---hanya saja dibatasi waktu, sehingga dinilai tidak terlalu menyiksa.

Dilansir dari Hopkins Medicine, beberapa manfaat intermittent fasting adalah: meningkatkan memori, memperbaiki tekanan darah, dan mencegah obesitas.

Semoga artikel ini bisa menambah informasi kamu ya Beauties, apalagi soal intermittent fasting. Jika kamu tertarik untuk mencobanya, semangat!

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id