Ternyata Otak Manusia Tidak Dirancang Menerima Banyak Berita Buruk, Ini Penjelasannya!

Budi Rahmah Panjaitan | Beautynesia
Minggu, 23 Aug 2026 09:30 WIB
Ternyata Otak Manusia Tidak Dirancang Menerima Banyak Berita Buruk, Ini Penjelasannya!/ Foto: Magnific.com/Boryaham

Biasanya apa yang Beauties dapatkan setelah scrolling sosial media selama beberapa waktu? Jawabannya tentu akan sangat beragam. Namun satu hal yang sering kali sama adalah kita sangat mudah terekspos oleh berbagai macam berita buruk. Konflik, bencana, kejahatan, hingga masalah ekonomi terus muncul di layar ponsel tanpa henti.

Tidak heran jika setelah terlalu banyak membaca berita, kita merasa lelah, cemas, atau ingin berhenti membuka media sosial. Kondisi ini ternyata bukan sekadar perasaan lho, Beauties! Otak manusia memang memiliki kecenderungan untuk lebih memperhatikan hal-hal negatif, sementara perkembangan teknologi membuat kita terpapar jauh lebih banyak berita dibandingkan sebelumnya. Nah, agar lebih paham, yuk simak penjelasan berikut!

Mengapa Otak Lebih Memperhatikan Berita Buruk?


Otak memiliki kecenderungan alami untuk lebih cepat menangkap dan mengingat informasi negatif karena membantu kita mengenali ancaman/ Foto: Magnific.com/Katemangostar

Otak manusia memiliki negativity bias, yaitu kecenderungan untuk lebih cepat memperhatikan dan mengingat informasi negatif dibandingkan informasi positif. Kemampuan ini sebenarnya sudah berkembang sejak manusia hidup di lingkungan yang penuh ancaman.

Mengenali bahaya dengan cepat bisa membantu bertahan hidup. Masalahnya, sistem tersebut kini harus menghadapi berita tentang berbagai ancaman dari seluruh dunia dalam waktu yang bersamaan.

(dmh/dmh)