sign up SIGN UP

Tidak Selalu Omicron, Kenali 6 Penyakit Lain yang Ditandai Oleh Sakit Tenggorokan

Novianty Aulia Anjani | Beautynesia
Jumat, 25 Feb 2022 07:45 WIB
Tidak Selalu Omicron, Kenali 6 Penyakit Lain yang Ditandai Oleh Sakit Tenggorokan
caption

Akhir-akhir ini, sakit tenggorokan tampaknya menjadi momok menakutkan yang kerap dikaitkan dengan varian baru Omicron. Merebaknya virus yang lebih cepat diikuti dengan gejala-gejala layaknya flu biasa kerap membuat masyarakat bingung bahkan kepalang panik ditambah dengan kasus Covid-19 yang terus meningkat.

Nyatanya, kondisi sakit tenggorokan tidak selalu dapat diartikan sebagai virus Omicron. Terdapat perbedaan yang cukup jelas antara sakit tenggorokan biasa dan Omicron yang dilihat dari gejala yang menyertai. Selain itu, masih banyak beragam penyakit lain yang juga bisa memicu timbulnya sakit tenggorokan, Beauties.

Melansir dari laman Healthline, berikut 6 penyakit lain yang juga ditandai oleh gejala sakit pada tenggorokan.

Alergi

Alergi dapat memicu hidung tersumbat, bersin hingga sakit pada tenggorokan.
Kontak tubuh dengan pemicu alergi dapat menimbulkan sakit tenggorokan/Foto:Freepik.com/Wayhomestudio


Alergi adalah bentuk reaksi dari kekebalan tubuh manusia terhadap suatu benda tertentu. Ketika sistem kekebalan tersebut bereaksi terhadap pemicu alergi seperti debu, wewangian, dan sebagainya, maka akan dilepaskannya bahan-bahan kimia yang akhirnya menimbulkan gejala seperti bersin, mata berair ataupun hidung tersumbat.

Peradangan yang terjadi pada selaput yang melapisi saluran hidung, membuat produksi lendir atau cairan hidung semakin banyak. Terjadinya kelebihan cairan pada hidung dapat menimbulkan sakit tenggorokan, pasalnya cairan yang sewaktu-waktu bisa menetes serta mengiritasi bagian belakang tenggorokan.

Infeksi Bakteri Streptococcus

Masuknya virus Streptococcus menjadi pemicu utama dari sakit pada tenggorokan.
Terinfeksi virus Streptococcus menyebabkan demam hingga sakit tenggorokan/Foto:Freepik.com/Prostooleh


Meskipun umumnya dapat tumbuh dan hidup dalam tubuh tanpa menimbulkan penyakit serius, nyatanya terdapat salah satu jenis bakteri Streptococcus yakni tipe A yang menjadi penyebab utama dari infeksi tenggorokan serta kulit.

Beberapa penyakit yang dapat disebabkan oleh bakteri ini ialah demam, radang tenggorokan hingga peradangan pada ginjal. Adapun beberapa gejala utama yang kerap dirasakan oleh penderita sakit tenggorokan akibat infeksi bakteri Streptococcus ini ialah kesulitan menelan makanan yang disertai oleh demam tinggi yang menyebabkan tubuh terasa lemas secara berlebihan.

Flu

Masuknya virus menggangu kerja organ pernapasan khususnya hidung dan tenggorokan
Virus flu menyebabkan infeksi pada bagian hidung dan tenggorokan/Foto:Freepik.com/Katemangostar


Hampir sebagian besar sakit tenggorokan dipicu oleh penyakit flu dan pilek. Kedua gangguan kesehatan ini terjadi karena adanya infeksi pada bagian pernapasan, tenggorokan terutama hidung dan paru-paru.

Peradangan akibat virus yang masuk ke dalam tubuh akhirnya mengganggu kerja dari bagian-bagian lain salah satunya tenggorokan. Adapun beragam variasi gejala-gejala influenza antara lain nyeri di sekujur tubuh, demam tinggi, batuk, radang hingga sesak pada dada.

Cedera

Selain bakteri, luka luar pada leher juga memicu sakit pada tenggorokan.
Luka pada leher dapat memicu sakit tenggorokan/Foto:Freepik.com/Diana.grystku


Tidak selalu tentang virus ataupun penyakit dari dalam, sakit tenggorokan juga dapat dipicu oleh luka dari aktivitas sehari-hari, Beauties.

Ya, setiap benturan ataupun cedera yang disebabkan oleh aktivitas keseharian dapat meninggalkan luka pada bagian leher yang kemudian memicu timbulnya sakit tenggorokan. Gangguan ini biasanya disertai dengan kesulitan saat menelan hingga demam tinggi karena nyeri yang dapat merembet ke syaraf lain yang terletak di dekat leher.

Selain memar dari luar, cedera juga bisa disebabkan oleh hal-hal sederhana lain. Sebuah jurnal pada National Center for Biotechnology Information menyebut kebiasaan berbicara keras hingga berteriak juga menjadi penyebab sakit tenggorokan hingga iritasi berkepanjangan.

GERD

GERD yang tidak terkendali dapat menyebabkan luka pada tenggorokan karena asam lambung yang terus naik.
Naiknya asam dari lambung melukai bagian tenggorokan/Foto:Freepik.com/Jcomp


Gastroesophageal Reflux Disease atau yang kerap disebut GERD ialah ketika asam pada lambung mengalir kembali menuju kerongkongan. Kondisi ini semakin terasa tidak nyaman ketika GERD mulai tidak terkendali, sehingga menimbulkan rasa terbakar di dada disertai dengan luka pada tenggorokan.

Hal ini disebabkan oleh paparan asam lambung secara berulang sehingga esofagus mengalami peradangan yang berujung pada iritasi hingga sakit tenggorokan. Meskipun dapat diobati dengan cepat, sakit tenggorokan yang disebabkan oleh GERD dapat memicu penyakit serius salah satunya kanker tenggorokan.

Bahan Kimia serta Asap

Pencemaran udara yang terjadi di jalan raya dapat terhirup dan masuk ke tubuh sehingga melukai tenggorokan.
Menghirup udara yang tercemar mengiritasi dinding tenggorokan/Foto:Freepik.com/Jofreepik


Selain menggangu ekosistem lingkungan, pencemaran bahan-bahan kimia secara sembarang juga dapat memicu banyak penyakit tubuh tak terkecuali sakit tenggorokan. Kepulan asap berisikan zat-zat kimia yang terbawa oleh angin dapat terhirup oleh manusia yang kemudian masuk ke dalam tubuh dan mengiritasi dinding tenggorokan.

Banyak bahan kimia serta zat-zat lain yang memicu sakit tenggorokan seperti produk pembersih palsu, polusi air akibat sampah hingga asap rokok. Sejalan dengan hal ini, studi pada African Health Science menemukan data bahwa sebagian besar perokok pasif sering melaporkan sakit kepala, hidung hingga tenggorokan terlebih pada kondisi pandemi di tengah varian Omicron

Ingat, amati dahulu gejala lainnya dan jangan langsung panik ketika mengalami sakit tenggorokan ya, Beauties!

[Gambas:Video Beautynesia]

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id