Viral di Medsos Sekelompok Pria Parodikan Perempuan saat PMS, Dianggap Nirempati dan Meremehkan

Riswinanti Pawestri Permatasari | Beautynesia
Selasa, 14 Apr 2026 18:00 WIB
Nyeri PMS Itu Nyata dan Bukan untuk Guyonan!
Ilustrasi Nyeri PMS/Foto: Freepik.com/jcomp

Momen menstruasi sering kali menjadi saat-saat yang sulit bagi sebagian perempuan. Bukan hanya kondisi mood yang sering berantakan karena fluktuasi hormon, tak sedikit perempuan yang mengalami rasa sakit hebat sehingga produktivitas ikut terganggu. Namun, sayangnya, ternyata masih banyak orang yang justru meremehkan fase ini, Beauties.

Seperti video yang baru-baru ini viral di media sosial. Dalam video yang diunggah di akun TikTok @hngoutzne, sejumlah pria membuat konten parodi tentang PMS (Premenstrual Syndrome), dengan menampilkan reaksi yang berlebihan. Mereka menampilkan ekspresi seperti kesakitan, berguling, hingga gesture yang dinilai netizen menyerupai “kesurupan”.

Konten ini langsung menuai kontroversi di media sosial dan dianggap sebagai konten nirempati. Walaupun kelihatannya seperti hiburan ringan, sejumlah pihak menilai parodi ini sebagai tindakan yang berlebihan dan cenderung meremehkan perempuan. Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Kontroversi Video Parodi Cewek PMS

Potongan Video Parodi Cewek PMS/Foto: Tangkap Layar TikTok/@hngoutzne
Potongan Video Parodi Cewek PMS/Foto: Tangkap Layar TikTok/@hngoutzne

Seperti diungkap di atas, akun TikTok @hngoutzne menampilkan parodi perempuan yang sedang mengalami PMS, lengkap dengan penjelasan gamblangnya di kolom caption yang menuliskan “alay #cewealay #pmsday#eventbulanan#fyp”. Keterangan dalam video juga menuliskan “POV gender sebelah kalau ada event bulanan”, yang memperjelas maksud parodi tersebut. Bukan video baru, keterangan video menyebutkan bahwa video itu sebenarnya sudah beredar sejak akhir tahun 2025 lalu.

Faktanya, parodi tentang “cewek PMS” sebenarnya bukan hal baru dan sudah sering bersliweran di media sosial. Hanya saja, netizen menilai konten ini berlebihan dan bernuansa mengejek karena para prianya tampak memperagakan gerakan kayang, kejang-kejang, berguling, dan perilaku berlebihan lainnya.

Selain itu, penggunaan kata “alay” pada caption juga dianggap meremehkan rasa sakit yang dialami perempuan yang mengalami nyeri datang bulan. Berikut beberapa respon netizen pada video tersebut:

“Jujur terlepas ini jokes atau enggak, bang saya cewek setiap dapat mens itu enggak jarang saya sampai masuk RS loh, dan katanya sakit mens itu setengah dari rasa sakit melahirkan, dan sakitnya mens itu bertahannya sampai 2-3 hari, terserah deh saya mau di bilang baperan, tapi jujur orang2 buat beginian tanpa tahu rasanya sakit banget hati saya🙏😭,” tulis @i**ir

“Dikatain alay sama yang gk pernah ngerasain,” komentar @ga***wo**

“Kita sakit perutt yah. bukan kesurupan,” respon @j**is**

"Gitu-gitu masih cuci piring cuci baju nyapu ngepel masak lah gender sebelah demam langsung wasiat,” imbuh @c*

Tak hanya dihujat ribuan netizen, postingan itu juga diketahui telah dilaporkan karena dianggap merendahkan. Sejumlah akun juga membuat video reaction berisi kecaman atas ide konten yang dinilai tidak peka terhadap kondisi perempuan.

Apa yang Terjadi dalam Tubuh saat PMS?

Ilustrasi Perempuan PMS/Foto: Freepik.com/rawpixel.com

Melansir Mayo Clinic, sindrom pramenstruasi, atau lebih populer disebut PMS, merupakan rangkaian gejala yang dialami perempuan mulai dari 1-2 minggu menjelang masa menstruasi. Kondisi ini memiliki gejala, mulai perubahan suasana hati, payudara terasa nyeri, keinginan makan tertentu, kelelahan, mudah tersinggung, dan depresi. Diperkirakan bahwa sebanyak 3 dari setiap 4 perempuan yang mengalami menstruasi pernah mengalami beberapa bentuk sindrom pramenstruasi.

Perlu dipahami bahwa PMS adalah kondisi biologis yang nyata. PMS mencakup berbagai gejala fisik dan emosional yang muncul menjelang menstruasi, mulai dari nyeri perut, kelelahan, hingga perubahan suasana hati. Dalam banyak kasus, nyeri menstruasi (dysmenorrhea) bisa cukup intens hingga mengganggu aktivitas harian.

Kondisi ini dipicu oleh kontraksi rahim akibat hormon prostaglandin, yang secara fisiologis memang menimbulkan rasa sakit yang berlangsung hingga beberapa hari setelah darah keluar. Dengan kata lain, PMS bukan sekadar “mood swing” atau drama emosional, melainkan sebuah rangkaian yang kompleks.

Nyeri PMS Itu Nyata dan Bukan untuk Guyonan!

Ilustrasi Nyeri PMS/Foto: Freepik.com/jcomp

Fase PMS ini adalah hal yang melelahkan dan tidak mudah dilalui bagi banyak orang. Beberapa orang bahkan tidak sanggup beraktivitas sehingga hanya bisa terdiam di atas tempat tidur. Dalam banyak kasus, perempuan yang sedang nyeri haid membutuhkan painkiller (obat pereda nyeri) agar merasa lebih baik.

Melansir BBC, kondisi ini pada dasarnya telah dipahami secara meluas. Hal ini terlihat dengan adanya pemberlakuan cuti haid bagi pekerja perempuan di berbagai negara. Uni Soviet diketahui telah menerapkannya pada tahun 1922 sebelum negara tersebut runtuh. Saat ini, sejumlah negara diketahui telah menerapkannya, seperti Jepang, Taiwan, Korea Selatan, juga Zambia. Indonesia sendiri sebenarnya telah menetapkan adanya cuti haid, namun, belum terimplementasikan dengan baik.  

Guyonan yang menganggap perempuan saat PMS alay dan berlebihan bisa jadi sangat sensitif, terlebih jika yang melontarkannya adalah orang yang tidak pernah relate dengan rasa tidak nyaman yang muncul. Jadi, sikap kritis terhadap guyonan ini bukan karena baper, melainkan karena mereka memahami bahwa penderitaan ini nyata.

Eksperimen Period Pain Simulator, Bagaimana Jika Pria Mengalami PMS?

Salah Satu Eksperimen dengan Period Pain Simulator/Foto: Tangkap Layar Instagram/@perfectfit_id

Sebagian besar orang menyesalkan parodi tersebut dibuat oleh para pria yang notabene tidak pernah berhadapan dengan nyeri menstruasi. Perbedaan organ reproduksi membuat pria tidak relate dengan nyeri haid, sehingga berpikir bahwa sakitnya mungkin biasa saja. Namun, terlepas dari konten parodi, bagi pria yang ingin mengetahui sejauh mana rasa sakit yang muncul, ada pendekatan lain yang memberikan perspektif berbeda dengan menggunakan alat bernama period pain simulator.

Melansir Cleveland Clinic, alat ini umumnya berbasis teknologi TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation), yang mengirimkan impuls listrik untuk memicu kontraksi otot perut, menyerupai kram menstruasi. Dalam berbagai eksperimen sosial, banyak pria yang mencoba alat ini menunjukkan reaksi yang cukup ekstrem, mulai dari meringis, kesulitan berdiri, hingga meminta alat segera dihentikan ketika intensitas meningkat. Salah satu unggahan di Instagram mengungkap bahwa subyek penelitian mengaku tidak nyaman dengan sensasi yang dihasilkan oleh atar tersebut.

Menariknya, para ahli juga menekankan bahwa simulator ini tetap memiliki keterbatasan. Ia hanya meniru sensasi kram, sementara PMS sebenarnya mencakup gejala yang lebih luas, seperti mual, kelelahan, hingga gangguan emosional. Artinya, jika simulasi saja sudah terasa sangat menyakitkan bagi sebagian pria, pengalaman nyata yang dialami perempuan setiap bulan bisa jauh lebih kompleks dari itu.

Yuk Lebih Cerdas Memilih Guyonan!

Guyonan Cerdas Menunjukkan Kualitas SDM/Foto: Freepik.com/jcomp

Fenomena parodi perempuan saat PMS ini pada akhirnya menyimpulkan satu hal penting bahwa tidak semua hal bisa menjadi bahan humor dan guyonan. Dalam psikologi, humor memang bisa menjadi coping mechanism yang membantu meredakan stres dan membangun koneksi sosial.

Namun, di saat yang sama, humor juga bisa berdampak sebaliknya jika disampaikan tanpa konteks dan sensitivitas, terutama ketika menyangkut pengalaman yang tidak dialami secara langsung oleh semua orang.

Bukan berarti semua bentuk candaan harus dihindari, Beauties. Poinnya mungkin bukan soal boleh atau tidaknya bercanda. Tapi tentang bagaimana memilih bentuk humor yang tidak hanya menghibur, tetapi juga tetap menghargai pengalaman orang lain. Yuk, jadi pribadi yang lebih cerdas dan bijaksana!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE