Vitamin C Bukan Didesain untuk Semua Orang, Ketahui Kapan Harus Berhenti dan Menggantinya dengan Bahan Lain!

Cica Rahmania | Beautynesia
Kamis, 03 Feb 2022 11:30 WIB
Vitamin C Bukan Didesain untuk Semua Orang, Ketahui Kapan Harus Berhenti dan Menggantinya dengan Bahan Lain!
Ketahui kapan sebaiknya kamu berhenti pakai vitamin C dan menggantinya dengan bahan yang lain. (Foto : pexels.com/Greta Hoffman)

Sunscreen, retinoid, dan antioksidan adalah rangkaian perawatan kulit dasar yang sebaiknya dipatuhi oleh orang-orang yang ingin memiliki kulit sehat dan terawat. Bicara soal antioksidan, banyak pilihan yang tersedia di pasaran. Namun, banyak orang memilih vitamin C untuk dimasukkan ke dalam rangkaian perawatan kulit.

Dikutip dari Well and Good, vitamin C sendiri merupakan bahan aktif yang hebat untuk melindungi kulit dari adalah bahan hebat yang melindungi kulit dari keburukan lingkungan, yang mengakibatkan masalah kulit.

Namun, Ivy Lee, MD, seorang dokter kulit bersertifikat yang berbasis di Pasadena, California, mengatakan vitamin C bukan diformulasikan untuk semua orang.

"Hal yang sulit dalam perawatan kulit adalah satu ukuran belum tentu cocok untuk semua orang, tergantung pada toleransi," kata dr. Lee kepada Well and Good. Lebih lanjut, dr. Lee mengatakan tidak semua orang harus menggunakan vitamin C, semua kembali kepada masalah kulit individu.

Kapan Sebaiknya Beralih dari Vitamin C

Bahan aktif yang tidak boleh digabung vitamin c/Foto: Freepik/kroshka__nastyaIlustrasi vitamin C. (Foto: Freepik/kroshka__nastya) /

Ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab sebelum seseorang menggunakan vitamin C. "Apakah kering? Apakah cenderung lebih iritasi? Apakah lebih sensitif? Apakah kamu hidup di iklim yang lebih ekstrem?," tanya dr. Lee.

Jika salah satu dari pertanyaan tersebut memiliki jawaban "ya", besar kemungkinan seseorang sulit menoleransi bahan-bahan yang berpotensi mengiritasi, termasuk vitamin C. Untuk itu, dr. Lee menyarankan untuk beralih ke niacinamide sebagai alternatif vitamin C.

Keduanya sama-sama termasuk antioksidan dan memiliki molekul yang mirip, sehingga mereka mengurangi stres oksidatif dan kerusakan yang bisa ditimbulkan akibat radiasi ultraviolet (UV) dari luar, polusi, dan merokok," kata Dr. Lee.

Vitamin C vs Niacinamide

Tahap night skincare routine untuk membuat kulit wajah glowing/ foto: Freepik.com/ freepikIlustrasi vitamin C. (Foto: Freepik.com/ freepik)/ Foto: Ni Made Dwi Agustina

Baik niacinamide maupun vitamin C juga sama-sama mengurangi tanda-tanda penuaan dini seperti kerutan dan garis-garis halus, meningkatkan produksi kolagen, dan mengurangi hiperpigmentasi. Namun, untuk urusan mencerahkan kulit, vitamin C lebih unggul karena mengandung asam ringan.

Sedangkan niacinamide lebih unggul dalam menghidrasi kulit dan memperbaiki fungsi skin barrier"Bagi mereka yang tidak bisa menolerir vitamin C, niacinamide adalah alternatif yang bagus. Ini adalah bentuk vitamin B3 yang dikenal sangat lembut pada kulit dan meningkatkan fungsi skin barrier serta mengurangi peradangan," jelas dr. Lee.

Menurut dr. Lee, kamu bisa memasukkan niacinamide ke dalam rangkaian perawatan kulit dengan dua cara, yaitu sebagai serum atau dicampur ke bahan lain, seperti sunscreen atau pelembab.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fer/fer)
CERITA YUK!
Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE