sign up SIGN UP

5 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Saat Kirim Lamaran Kerja Via Email, Salah Dikit Auto Diblacklist Rekruter!

Rani Mutiara | Senin, 13 Sep 2021 15:30 WIB
5 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Saat Kirim Lamaran Kerja Via Email, Salah Dikit Auto Diblacklist Rekruter!
Foto: 5 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Saat Kirim Lamaran Kerja Via Email/Freepik.com/stockking

Mengirim lamaran kerja lewat email bukanlah sesuatu yang baru bagi kita. Bahkan jauh sebelum pandemi ini berlangsung, banyak perusahaan yang sudah menerapkan pengiriman lamaran lewat email ini.

Namun sayangnya, kita jarang sekali diajarkan di sekolah mengenai cara mengirim lamaran melalui email. Akibatnya, banyak sekali pelamar yang sebenarnya punya kesempatan bagus untuk direkrut perusahaan namun harus tersisihkan karena email lamaran yang dikirim kurang kelihatan profesional.

Nah, untuk menghindari hal ini, perhatikanlah 5 hal penting berikut sebelum kamu mengirimkan lamaran melalui email yuk, Beauties!

1. Gunakan Alamat Email Profesional

Gunakanlah alamat email yang profesional | Foto : freepik/katemangostar
Gunakanlah alamat email yang profesional | Foto : freepik/katemangostar

Jika untuk pekerjaan, usahakan untuk selalu menggunakan alamat email profesional yang mencantumkan nama aslimu, bukan nama samaran ataupun nama-nama aneh lainnya. Alamat email ini akan menjadi kesan pertama bagi rekruter perusahaan. Jangan sampai hanya karena alamat email yang kurang profesional, rekruter perusahaan langsung menilai kamu nggak sungguh-sungguh dalam mengajukan lamaran.

2. Cantumkan Subjek Email yang Sesuai

Mencantumkan subjek email yang relevan dan nggak asal-asalan | Foto : freepik/rawpixel.com
Mencantumkan subjek email yang relevan dan nggak asal-asalan | Foto : freepik/rawpixel.com

Jika perusahaan memberikan format subjek email, maka sesuaikan dengan format subjek dari perusahaan. Hal ini biasanya dilakukan perusahaan untuk menyaring beberapa email yang masuk sesuai kategori.

Namun, jika perusahaan nggak memberikan format subjek email dari posisi yang kamu lamar, kamu bisa menulis subjek dengan format posisi yang kamu lamar dan nama lengkapmu. Jangan sampai kamu mengosongkan subjek email lamaranmu apalagi mengisinya dengan format yang asal-asalan dan nggak relevan.

3. Mencantumkan Informasi di Body Email

Jangan mengosongkan bodi email ketika melamar kerja | Foto : freepik/diana.grytsku
Jangan mengosongkan bodi email ketika melamar kerja | Foto : freepik/diana.grytsku

Selain memperhatikan subjek email lamaran, kamu juga wajib menuliskan beberapa informasi terkait dirimu di body email. Pastikan informasi tersebut adalah informasi yang penting dan di luar dari informasi yang sudah tertera di dalam daftar riwayat hidupmu.

Kamu bisa mengisi body email dengan informasi darimana kamu memperoleh lowongan kerja ini dan biodata singkatmu seperti nama lengkap, kesibukan, serta statusmu sekarang. Pastikan kamu menulisnya secara runtut, informatif, dan nggak bertele-tele.

4. Memperhatikan Berkas/Lampiran yang Diminta

Lampirkanlah berkas lengkap sesuai yang diminta perusahaan | Foto : freepik/jannoon028
Lampirkanlah berkas lengkap sesuai yang diminta perusahaan | Foto : freepik/jannoon028

Poin paling penting yaitu jangan lupa untuk memperhatikan lampiran ataupun berkas apa saja yang diminta oleh perusahaan. Beberapa perusahaan mungkin hanya akan meminta CV (Curriculum Vitae) atau daftar riwayat hidup saja untuk proses rekrutmen.

Namun untuk beberapa posisi, biasanya dibutuhkan lampiran portofolio untuk pelengkap. Selain itu, ada juga beberapa yang meminta data lain seperti transkrip nilai dan surat-surat lainnya. Maka dari itu, lampirkanlah dokumen sesuai yang diminta perusahaan, jangan sampai kurang ataupun lebih.

5. Memperhatikan Tipe dan Ukuran Berkas Lamaran

Perhatikan tipe dan ukuran berkas yang dilampirkan dalam email | Foto : freepik/jcomp
Perhatikan tipe dan ukuran berkas yang dilampirkan dalam email | Foto : freepik/jcomp

Selain memperhatikan lampiran yang diminta, perhatikan juga tipe dan ukurannya. Jangan sampai kamu mengirim file dalam format docx disaat perusahaan meminta format PDF. Pastikan juga kamu mengirim file dengan ukuran yang nggak terlalu besar.

Jika perusahaan nggak menjelaskan tentang syarat file yang harus dikirimkan, gunakanlah format PDF dengan ukuran di bawah 2 mb. Kemudian jika ada beberapa berkas tambahan atau lampiran, gabungkanlah ke dalam 1 file yang sama guna mempermudah rekruter dalam memeriksa berkasmu.

Jika selama ini kamu selalu merasa ditolak ketika mengirimkan lamaran melalui email, coba perhatikan lagi apakah 5 hal di atas tadi sudah kamu penuhi semuanya atau belum. Semoga informasi ini dapat membantu dan mempermudahmu dalam mendapatkan pekerjaan yang sesuai, ya. Tetap semangat, Beauties!

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id