sign up SIGN UP

Kiat Atasi Hustle Culture atau Gila Kerja Biar Bisa Work-Life Balance!

Meydiana Adinda | Kamis, 09 Sep 2021 07:15 WIB
Kiat Atasi Hustle Culture atau Gila Kerja Biar Bisa Work-Life Balance!
caption

Hustle culture dapat menyebabkan kehidupanmu tidak seimbang. Kehidupanmu selama seharian hanya akan berputar pada pekerjaan sehingga lupa untuk beristirahat, bermain, hingga bersosialisasi. 

Selain dampak di atas, gaya hidup yang 'gila kerja' ini dapat menyebabkan kamu stres atau sakit akibat kelelahan. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dalam lamannya menyebutkan bahwa di Jepang, jumlah pekerja yang mengalami penyakit jantung, stroke, hingga gangguan mental meningkat 3x lipat akibat kelelahan bekerja.

Melihat risiko ini, tentu kita harus bisa menerapkan work-life balance dan menghindari kebiasaan 'gila kerja'. Jika kamu ingin tahu bagaimana cara mengatasi hustle culture, simak kiat berikut ini, ya!

1. Bangun Kesadaran

Mengatasi hustle culture
Mengatasi hustle culture dengan kesadaran/foto: lookstudio

Untuk mengubah sesuatu, kita perlu kesadaran "kenapa kita harus berubah?". Refleksikan pada dirimu alasan yang membuat hustle culture tidak baik untuk kamu ikuti. Setelah itu, kamu bisa lanjutkan dengan memikirkan dan menuliskan apa yang penting dalam hidupmu serta apa goals yang ingin kamu capai.

Hal ini bertujuan agar kamu bisa hidup dengan kesadaran penuh dan tak sekadar ikut-ikutan. Kemudian refleksikan kembali apakah hal-hal penting yang kamu inginkan bisa dicapai dengan bekerja tanpa henti? Apakah goals-mu dapat dicapai dengan mengorbankan kesehatanmu?

2. Jangan Membandingkan Diri

Mengatasi hustle culture
Mengatasi hustle culture dengan tidak membandingkan diri/foto:

Hidup dengan sosial media mungkin membuat kita terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain. Kita kerap minder dengan pencapaian orang lain yang terlihat lebih hebat dibandingkan kita yang "masih gini-gini aja". Padahal setiap orang punya garis start dan garis finish yang berbeda dan seharusnya kamu menyadari itu. 

Membanding-bandingkan dirimu hanya akan membuatmu pesimis. Akhirnya, kamu hanya bekerja keras tapi lupa untuk bekerja cerdas. Maka dari itu, aturlah kembali sosial mediamu, cukup ikuti akun-akun yang dapat membuatmu lebih positif. Dikutip dari The Glitter Guide, menyarankan untuk mengikuti akun baru yang menginspirasi dan lebih sesuai dengan hobi dan minatmu.

3. Atur Kembali Jadwalmu

Mengatasi hustle culture
Atur jadwal untuk hindari hustle culture/foto: freepik.com/rawpixel.com

Setelah berhasil membangun kesadaran diri, kamu bisa lanjutkan dengan mengatur kembali jadwal harianmu agar lebih sehat dan seimbang. Kamu boleh menyusun jadwalmu sembari memikirkan hal-hal penting yang sebelumnya telah kamu tuliskan.

Misalnya, selain bekerja, persahabatan juga adalah bagian penting dalam hidupmu, maka jadwalkanlah waktu untuk bercengkerama dengan sahabat-sahabatmu. Tuliskan jadwalmu dengan mempertimbangkan semua aspek penting dalam hidup, termasuk waktu untuk dirimu sendiri.

4. Work Hard, Rest Hard

Mengatasi hustle cultureImbangi pekerjaan dengan istirahat/foto: pexels.com/samlion

Terlepas dari hustle culture bukan berarti kamu jadi malas dalam bekerja. Kamu tetap harus bekerja keras dan serius dalam mengembangkan karirmu.

Tapi ingatlah untuk membarengi kerja kerasmu dengan istirahat yang sepadan. Tubuh yang lelah harus diberikan istirahat, pikiran yang stres harus diberikan hiburan. Jangan lupa untuk memberikan penghargaan pada dirimu sendiri atas kerja keras yang telah kamu lakukan.

Nah, itu dia beberapa kiat yang bisa kamu terapkan untuk mengatasi hustle culture. Semoga kita bisa mencapai work-life balance ya, Beauties!

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id