sign up SIGN UP

Seputar Glass Ceiling, Diskriminasi Gender yang Bikin Perempuan Sulit Melangkah Maju di Dunia Kerja

Ayuliy Lestari | Kamis, 05 Aug 2021 06:00 WIB
Seputar Glass Ceiling, Diskriminasi Gender yang Bikin Perempuan Sulit Melangkah Maju di Dunia Kerja
caption

Beauties, pernah dengar glass ceiling? Istilah ini mungkin belum banyak diketahui orang, namun seharusnya menjadi perhatian khusus. Tak hanya mengarah pada diskriminasi gender, glass ceiling juga diketahui berdampak pada kaum minoritas.

Berikut seputar glass ceiling yang perlu kamu tahu.

Apa Itu Glass Ceiling?

Fenomena glass ceiling
Fenomena glass ceiling/Foto: Freepik.com/Lookstudio

Dikutip dari Healthline, istilah glass ceiling mengacu pada diskriminasi 'tak terlihat' yang menghalangi beberapa orang untuk dapat maju di tempat kerja. Mungkin kamu pernah merasakan atau mengalaminya, contohnya ketika orang-orang yang tidak begitu berkualitas terus 'melewatimu'. 

Secara teori, setiap orang yang memenuhi syarat dapat naik pangkat di tempat kerja dan menikmati fasilitas yang menyertainya. Namun faktanya, hambatan tak terlihat itu tetap ada, Beauties.

Glass Ceiling pada Perempuan dan Minoritas

Fenomena glass ceiling/Foto: Freepik.com/Lookstudio
Fenomena glass ceiling/Foto: Freepik.com/Wayhomestudio

Menurut sebuah laporan dari dari Pew Research Center, perempuan dan minoritas masih tertinggal dari orang dengan kulit putih dalam dunia kerja. Jadi, secara tidak langsung, hingga saat ini fenomena glass ceiling masih menghantui kaum hawa dan minoritas dalam dunia pekerjaan.

Contoh efek dari glass ceiling yang bisa kamu rasakan jauh sebelum kamu 'menabraknya' adalah ketika perempuan seolah diharuskan untuk memilih antara karir dan keluarga. Bahkan dalam posisi sejajar, upah perempuan seringkali masih di bawah pria. Dalam dunia kerja, meskipun para perempuan sudah sesuai kriteria, mereka pun kerap tetap sulit mendapatkan promosi dibanding pria.

Seperti yang dikatakan, Marilyn Loden, konsultan manajemen sekaligus penulis dari beberapa buku ternama yang mengangkat isu perempuan, glass ceiling berfokus pada citra perempuan di lingkungan sekitar yang membuat terhambatnya potensi mereka untuk maju ke depan.

Efek Glass Ceiling pada Kesehatan dan Kesejahteraan Perempuan

Fenomena glass ceiling
Fenomena glass ceiling/Foto: Freepik.com/Lookstudio

Realitas di tempat kerja yang masih terbiasa menerapkan glass ceiling, memiliki efek langsung pada kesehatan dan kesejahteraan perempuan. Karier yang terhenti dan ketidakmampuan untuk mendapatkan penghasilan lebih tinggi, dapat berisiko membuat perempuan merasa terisolasi, memiliki keraguan diri, stres dan lain-lain.

Sebuah studi tahun 2019 mengungkap bahwa glass ceiling memiliki dampak langsung pada tingkat stres karyawan. Lalu pada tahun 2016, sebuah studi menyatakan bahwa diskriminasi gender di tempat kerja, yang mencakup kesempatan yang tidak setara dan kesenjangan upah, dapat menjadi faktor penyebabnya.

Itulah seputar glass ceiling yang perlu kamu tahu. Untuk mengatasinya, kamu bisa menunjukkan kinerjamu untuk mematahkan fenomena glass ceiling dan membuktikan bahwa perempuan tetap mampu bersaing dengan pria. Selain itu, juga diperlukannya aturan atau regulasi kebijakan terkait diskriminasi gender. Kamu bisa melibatkan diri dalam hal ini.

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id